BP2MI Berangkatkan Pekerja Migran ke Jerman dan Korsel

Mawardi Tombang
Selasa, 29 Agustus 2023 01:28:33

KANALSUMATERA.com - Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) terus memberangkatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke negara penempatan, dengan skema pemerintah ke pemerintah atau G to G. Kali ini, negara Korsel dituju.

Sebanyak 379 orang PMI diberangkatkan ke Korsel. Selain itu, lembaga pimpinan Benny Rhamdani itu melepas puluhan PMI ke Jerman.

"Ditambah dengan 20 orang secara simbolis kita lepas G to G ke Jerman yang sedang melakukan orientasi pra penempatan, juga sebanyak 48 CPMI (Calon PMI) yang melakukan persiapan-persiapan juga ke Korea," ujar Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik BP2MI, Lasro Simbolon di Menara Peninsula Hotel, Jakarta, Senin (28/8/2023).

"Yang kita harapkan dalam waktu sebulan ini sudah berangkat juga," imbuhnya.

Baca: Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo, 6.770 Personel TNI-Polri Amankan PN Jakarta Timur

Total, lebih dari 8.500 PMI berangkat ke Korsel dengan skema G to G. Ini merupakan data dari awal tahun 2023, hingga kini. Pelepasan, pemberangkatan dan penempatan PMI oleh negara, kata Lasro, merupakan upaya menghormati para PMI dari Benny Rhamdani melalui BP2MI, selaku perwakilan negara.

"Kenapa kita lakukan ini, Pak Benny Rhamdani, Kepala BP2MI bahkan mengundang tokoh nasional para elite, VIP kita untuk memberikan satu, untuk menghormati PMI kita. Bahwa mereka ini pejuang keluarga, pemberani, pahlawan devisa. Dari pemberangkatannya saja harus kita hormati. Anda spesial, warga negara pemberani, pejuang keluarga," papar Lasro.

Penempatan dan pelepasan dengan skema pemerintah ke pemerintah oleh BP2MI, kata Lasro, juga hendak menegaskan bahwa PMI yang dikirim merupakan orang-orang terbaik yang siap bekerja. Sehingga, hak-hak PMI juga harus dipenuhi sebagaimana mestinya ketika bekerja di negara penempatan. Apalagi, mereka juga berkontribusi pada roda ekonomi di masing-masing negara itu.

"Mereka siap dengan kompetensi, kapasitasnya dan bahasanya. Tolong hormati juga lah di sana, berikan hak-haknya, hormati, hargai mereka sebagai duta bangsa Indonesia. Bekerja di sana, bukan meminta-minta, tapi bagian dari upaya membangun hubungan bilateral yang saling mengisi, saling melengkapi. Bagian dari perkembangan ekonomi juga di negara penempatan di Korea dan Jerman," jelas Lasro.

Baca: PW Mathla'ul Anwar Riau Audiensi dengan Menteri Koperasi, Undang Pembukaan Muswil 2026 di Pekanbaru

Lebih lanjut, melalui skema G to G, BP2MI juga ingin mengingatkan bahwa penting bagi CPMI untuk berangkat bekerja ke luar negeri secara prosedural. Sehingga, mereka kelak bisa terhindar dari bahaya dan berbagai persoalan yang berpotensi menjerat PMI semasa di luar negeri. Sebab, dengan begitu negara melalui BP2MI, bisa memberikan pelindungan secara optimal, dari ujung rambut hingga ujung kuku.

"Bahwa mereka kalau berangkat dengan proses yang benar, resmi, prosedural, memiliki kapasitas, pelatihan dilalui, sertifikasi bahasa, lulus tes berhasil, mereka adalah duta bangsa dan negara hadir sejak awal sampai mereka kembali nanti. Sampai purna, sampai nanti kembali ke Tanah Air," kata Lasro.

"Supaya orang-orang warga kita jangan korban dugaan, nonprosedural, korban bujuk rayu, di luar sana, itu ada ribuan, ada jutaan itu kalau kita ikuti data Bank Dunia," imbuhnya. ***



Terkait
13 Pemohon Kembali Gugat Pilpres 2024 ke MK, Minta Gibran Didiskualifikasi
13 Pemohon Kembali Gugat Pilpres 2024 ke MK, Minta Gibran Didiskualifikasi
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan A
Hendry Munief Perjuangkan Kepulauan Meranti Masuk dalam
Syahrul Aidi Maazat Kecam Penghadangan UAS di Kutai Bar
Lainnya
Soal Kerusakan Jalan Petapahan–Simpang Gelombang, Syahrul Aidi Dorong Pemda Ajukan IJD ke Pusat
Soal Kerusakan Jalan Petapahan–Simpang Gelombang, Syahrul Aidi Dorong Pemda Ajukan IJD ke Pusat
ICS Pekanbaru Gelar Open House, Ekspose Berbagai Kelebi
Habib Luthfi Ajak UAS Kokohkan Dakwah Lewat NU
Kabar Gembira, Garuda Indonesia Tiket Hingga 70 Persen
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat