Cerita Sandiaga Uno Ditunjuk Menteri, Dapat Pesan Dari Mensesneg dan Kepala BIN
KANALSUMATERA.com - Jakarta- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bercerita ihwal penunjukan dirinya sebelum resmi masuk Kabinet Jokowi. Ia pertama kali dihubungi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno pada Jumat pekan lalu.
Ketika itu, pria yang akrab disapa Sandi ini masih dalam masa penyembuhan usai dinyatakan positif Covid-19 pada 7 Desember 2020. Saat itu, kata Sandi, pesan dari Pratikno bahkan terselip.
"Karena banyak sekali yang mendoakan dan mengirim pesan, terselip-selip, ternyata ada satu pesan dari Pak Pratik (Pratikno), kira-kira Jumat minggu lalu," ucap Sandiaga Uno di Istana Negara, Jakarta pada Rabu, 23 Desember 2020.
Sandiaga Uno kemudian menjelaskan isi pesan utusan presiden itu. "Bismillah, Mas," ujar Sandi menirukan bunyi pesan Pratikno. Sandi mengira pesan itu terkait doa untuk kesembuhan dirinya. Lalu Sandi membalas, "Bismillah, Pak," tambah Sandi.
Baca: Pemerintah Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter Untuk Kapal 30-200 GT
Setelah itu, lanjut Sandi, ada Kepala BIN Budi Gunawan dan Menteri BUMN Erick Thohir menghubunginya juga. Namun, Sandi tidak merinci isi pesan dari Budi Gunawan (BG) dan Erick Thohir.
Yang jelas, setelah mendapat pesan dari BG dan Erick, Sandi berpikir bahwa pesan yang dikirimkan Pratikno menjadi rancu. Ia jadi berpikir ulang apakah pesan itu ditujukan untuk kesembuhannya atau berisi pesan lain.
"Konfirmasi yang firm itu baru hari Senin. Pak Praktik mengabarkan kemungkinan akan dipanggil, kemungkinan akan diminta menghadap Senin sore atau Selasa," kata Sandi.
Selasa pagi, 22 Desember 2020, Sandiaga Uno dihubungi untuk menghadap ke istana pada sore hari yang sama, pukul 15.00. "Tanpa informasi lain, hanya mengenakan baju putih," katanya. Jadilah hari ini, Sandi dilantik menjadi Menparekraf.
Baca: Hendry Munief Perjuangkan Kepulauan Meranti Masuk dalam RUU Daerah Kepulauan
Sandiaga Uno merupakan Cawapres Prabowo Subianto, lawan Jokowi di Pemilihan Presiden 2019. Usai kalah di Pilpres, Prabowo merapat ke kabinet Jokowi, sementara Sandiaga Uno menegaskan sikap akan berada di luar pemerintahan.
Menurut Sandiaga ketika itu, check and balance sangat penting di tengah koalisi pemerintah yang gemuk ini. "Oposisi itu betul-betul dibutuhkan. Dan saya sangat betul-betul terhormat dapat kesempatan untuk menjadi oposisi dan terus mengontrol mengawasi kinerja pemerintah memberikan masukan," ujar Sandiaga Uno di Kemang Village, Jakarta pada Sabtu, 13 Juli 2019.
Sandi mengaku sangat komitmen terhadap demokrasi. Oleh sebab itu, "(Saya) harus berani setia mengawal pembangunan ini sebagai oposisi," kata dia.
Baca: PKS Soroti OTT Beruntun Bupati Kuansing dan Langkat, Minta Praktik 'Ruang Gelap' Dihentikan
Sumber: tempo.co
