Derita Warga Dumai Dikepung Asap Pekat Karhutla Riau

Alwira Fanzary
Rabu, 27 Februari 2019 18:17:36
kota yang diselimutu asap (Antara)

KANALSUMATERA.com - Warga Kota Dumai, Riau dikepung asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla )yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir.

Pekatnya asap membuat sejumlah warga mulai terganggu kesahatannya.

Dilansir dari Antara, bau asap pekat karhutla sudah tercium sejak dini hari hingga pagi. Kejadian seperti ini menurut warga sudah terjadi sejak sebulan terakhir.

Seorang warga Dumai, Hasan menyebut wilayahnya seperti daerah pertemuan asap karhutla di Riau.

"Dapat kiriman asap dari kebakaran di Bengkalis, Rohil (Rokan Hilir), ditambah lagi ada kebakaran lahan juga di Dumai," kata Hasan (32), Rabu (27/2).

Baca: GKSB DPR Dorong Pemerintah Galang Dukungan Politik dan Bantuan Kemanusiaan Untuk Palestina


Hasan mengatakan asap terasa sangat pekat pada malam hari hingga siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Pekatnya asap membuat jarak pandang terganggu. Warga juga harus mengenakan masker jika beraktifitas di luar rumah.


Warga Dumai lain, Hams mengaku pekatnya asap karhutla membuat anaknya sakit. Agar kesehatan anaknya tak terus membutuk, Hams memilih menitipkan anaknya di rumah keluarganya di Pekanbaru.

"Anak saya sakit, ingusnya keluar terus. Terpaksa dipindahkan sementara ke Pekanbaru," katanya.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyebut, kebakaran lahan dan hutan yang terjadi sejak Januari hingga Februari 2019 sudah mencakup area dengan luas 1.136 hektare lebih.

Wilayah terparah adalah Kabupaten Bengkalis dengan area yang terbakar mencapai 817 hektare.

Baca: Jokowi akan Hadiri Vaksinasi Covid-19 Bagi Wartawan Hari Ini

Selanjutnya Rokan Hilir tercatat 132 hektare, Dumai 60 hektare, Indragiri Hilir 38 hektare, Siak 30 hektare, Kampar 15 hektare, Pekanbaru 21,01 hektare dan Meranti 20,4 hektare.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger kemarin mengatakan jumlah lahan yang terbakar bertambah lebih dari 150 hektare dalam kurun waktu kurang dari 48 jam terakhir.

"Titik-titik api masih cukup banyak terdeteksi di pesisir Riau seperti Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir hingga Indragiri Hilir," kata Edwar, Selasa (26/2) di Pekanbaru.


Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru pada Rabu angin masih berhembus dari arah Timur ke Timur Laut dengan kecepatan 10-27 km/jam. Dengan kondisi demikian, Dumai berisiko menerima kiriman asap dari daerah tetangga yang mengalami kebakaran lahan dan hutan.

Sementara itu, citra satelit Terra Aqua pada pukul 06.00 WIB menunjukkan adanya 39 titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau.

Baca: Ketua Mahkamah Agung Luncurkan Aplikasi E-RIS Secara Virtual

Titik panas tersebar di Bengkalis (6), Indragiri Hilir (1), Kepulauan Meranti (1), Pelalawan (5), Rokan Hilir (6), Rokan Hulu (1), Siak (3), dan Dumai (16).

Di antara titik-titik panas itu, ada 20 yang dipastikan merupakan titik api, tersebar di Bengkalis (5), Dumai (7), Pelalawan (3), Rokan Hilir (3) dan Siak (2). Kso

Terkait
Antisipasi Putusnya Logistik ke Jakarta, Syahrul Aidi Minta Tol Cipali Cepat Diperbaiki
Antisipasi Putusnya Logistik ke Jakarta, Syahrul Aidi Minta Tol Cipali Cepat Diperbaiki
Hari Ini, Total Kasus Covid-19 Indonesia Sudah Menembus
Komnas Penilai Obat: Keamanan Vaksin Covid-19 Sinovac S
Sriwijaya Air SJ182 Jatuh, Ditpolairud Polri Kerahkan 5
Lainnya
Pemecahan Rekor Muri Tanam Mangrove oleh Lantamal IV Tanjungpinang
Pemecahan Rekor Muri Tanam Mangrove oleh Lantamal IV Tanjungpinang
9.585 Segel Kotak Suara di Lhokseumawe Rusak
Sejumlah Sekolah Negeri di Pekanbaru Digabung, Ini Penj
Idrus Marham, Mantan Menteri Jokowi Korban Kebijakan Bo
Ottech
Wali Kota Batam Sambut Menkominfo Tinjau Proyek Pembangunan Data Center
Wali Kota Batam Sambut Menkominfo Tinjau Proyek Pembangunan Data Center
Awas.. Ada Judi Berbungkus Game Anak-Anak di iOS
Begini Tipe Perilaku Penipuan di Whatsapp dan Cara Meng
Kriminal
Lawan Terorisme, Indonesia Dapat Tiru Konsep CTAP Selandia Baru
Lawan Terorisme, Indonesia Dapat Tiru Konsep CTAP Selandia Baru
Bom Bunuh Diri di Makasar, Pelaku Pasangan Suami Istri
Polresta Pekanbaru Berhasil Tangkap Tahanan Narkoba Yan
Pariwara
Pengelolaan Sampah Kota Pekanbaru Makin Baik, Lampaui Target Nasional
Pengelolaan Sampah Kota Pekanbaru Makin Baik, Lampaui Target Nasional
Pemko Pekanbaru Gelar Penandatanganan dan Serah Terima
Tenda Ceper Kembali Marak di Pekanbaru, DPRD Minta Pera
Budaya
Museum Batam Raja Ali Haji Distandarisasi, Kemendikbud: Jangan Asal Taruh Barang Saja
Museum Batam Raja Ali Haji Distandarisasi, Kemendikbud: Jangan Asal Taruh Barang Saja
Gubernur Sumsel Optimis Kain Khas Sumsel Tembus Pasar N
Aksi Tari Losung Desa Ranah Sungkai Kampar Pukau Pengun
Nasional
DPP PKS Apresiasi Sikap Gubernur & Wagub Sumbar Terkait Mobil Dinas Untuk Penanganan Covid-19
DPP PKS Apresiasi Sikap Gubernur & Wagub Sumbar Terkait Mobil Dinas Untuk Penanganan Covid-19
76 Tahun Indonesia Merdeka, Banyak Daerah Yang Belum Me
Menteri Perdagangan: Kalau Tak Mau Vaksin ke Pasar Saja
Daerah
Wako Firdaus Sebut Kota Pekanbaru Belum Memenuhi Standar PPKM Level II
Wako Firdaus Sebut Kota Pekanbaru Belum Memenuhi Standar PPKM Level II
Pasukan Kuning PUPR Pekanbaru Minta Kerjasama Warga Den
DPMPTSP Pekanbaru Manjakan Pelaku Usaha Dengan Inovasi
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I