Dituduh Hendak Rebut Demokrat, Moeldoko: Ini Dagelan Aja

Mawardi Tombang
Rabu, 3 Februari 2021 19:20:50

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko kembali membantah tudingan ingin mengambil alih Partai Demokrat. Meski begitu Moeldoko mengatakan tuduhan ini seperti lucu-lucuan saja.

"Menurut saya kayaknya ini dagelan aja, kayak lucu-lucuan. Moeldoko mau kudeta, lah kudeta apaan kudeta," ujar Moeldoko dalam konferensi pers di rumahnya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Februari 2021.

Moeldoko mengatakan ia sudah memiliki banyak pekerjaan yang bertumpuk. Ia menyebut dirinya juga bukan siapa-siapa yang dapat menggalang kongres luar biasa (KLB) untuk merebut partai berlambang Mercy ini.

Menurut Moeldoko, setiap partai memiliki Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga yang jelas. Dia pun lagi-lagi menyatakan tuduhan itu lucu.

Baca: Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi PNS


"Anggaplah begini, saya punya pasukan senjata, Panglima TNI pengen jadi ketua umum Demokrat, emangnya bisa gue todong senjata DPC DPD itu," katanya. "Jadi jangan lucu-lucuan begitulah."

Moeldoko mengakui ia memang beberapa kali bertemu dengan sejumlah orang Demokrat. Pertemuan itu diakuinya bertempat di rumah dan beberapa tempat lain. Namun, ia tak merinci di mana saja lokasi pertemuan atau berapa kali pertemuan terjadi.

Dalam pertemuan-pertemuan dengan kader dan eks anggota Demokrat tersebut, ia mengatakan hanya minum kopi. "Saya ini kan ngopi-ngopi aja. Beberapa kali di sini, ya di luar, ya biasa, kerjaan saya bicara kanan kiri," ucap Moeldoko.

Baca: Kemhan Siapkan Satu Yon TP dan Dua Batalyon Komcad di Setiap Kabupaten/Kota

Sumber: tempo.co



Terkait
Korban KMP Mutiara Sentosa II Bertambah Jadi 238 Orang, Basarnas Masih Lanjutkan Operasi Pencarian
Korban KMP Mutiara Sentosa II Bertambah Jadi 238 Orang, Basarnas Masih Lanjutkan Operasi Pencarian
Kemhan Siapkan Diklat SPPI Gelombang Kedua, Kuota Peser
Pemerintah Hentikan Latsarmil Manajer Kopdes, Pelatihan
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawa
Lainnya
Hotspot Riau Menurun, Kampar dan Pelalawan Masih Jadi Wilayah Terbanyak
Hotspot Riau Menurun, Kampar dan Pelalawan Masih Jadi Wilayah Terbanyak
Bedah Kepemimpinan Nasional dari Non Jawa, Ricky: Bukan
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Minta Pekerja Hotel dan Rest
Banjir Melanda Kawasan Jalan Kapten Arivai, Banyak Kend
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Nasional
Prabowo Bahas P3MD dan Pembangunan Kampus URI, 384 Peserta Disiapkan Magang 2027
Prabowo Bahas P3MD dan Pembangunan Kampus URI, 384 Peserta Disiapkan Magang 2027
Punya Rekam Jejak Bela Israel, Syahrul Aidi Dukung MUI
Suahasil Rombak 5 Pejabat Kemenkeu, Sekjen Era Purbaya
Hukum
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Jokowi Pilih Pengadilan untuk Uji Polemik Ijazah, PSI T
PC PMII Pekanbaru Kecam Dugaan Aktivitas Tak Pantas di
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Kriminal
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan, Nilai Barang Bukti Rp3,48 Triliun
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan, Nilai Barang Bukti Rp3,48 Triliun
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di J
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I