Gus Jazil Sebut Perguruan Tinggi Garda Terdepan Tangkal Radikalisme

Mawardi Tombang
Kamis, 8 April 2021 20:46:50

KANALSUMATERA.com - SURABAYA – Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, radikalisme sering kali di mulai dari pemikiran kritis yang selalu merasa benar sendiri sedangkan pihak lain selalu salah. Inilah yang disebut sebagai kelompok ekstremis. Ketika radikalisme yang berlanjut dengan tindakan maka itu disebut dengan terorisme.

Pria yang akrab disapa dengan Gus Jazil ini menyebut, kampus merupakan tempat bagi kelompok kritis, harus menjadi garda terdepan dalam menangkal paham radikalisme bahkan terorisme. Hal itu disampaikan oleh Jazilul Fawaid saat menyampaikan sambutan pada Kuliah Umum dengan tema "Menangkal Radikalisme di Perguruan Tinggi" di Kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Surabaya, Rabu (7/4/2021).

”Kritisisme di kampus harus diarahkan pada kebaikan, bukan diarahkan kebencian pada negara, pemimpin dan kelompok tertentu. Karena itu, perguruan tinggi harus menjadi garda terdepan menangkal radikalisme,” terang Gus Jazil.

Kelompok radikalis biasanya selalu merasa benar sendiri dan sering menilai kelompok lain, terutama negara dan pemimpin pada posisi yang selalu tidak adil. Inilah sumber bibit-bibit radikalisme. Nah, interupsi atas ketidakadilan seringkali hadir dari lingkungan kampus.

Baca: Daratan Baru 30,3 Hektare Muncul Dekat Anak Krakatau, Ini Penjelasan Petugas

“Pada era Reformasi, Soeharto dianggap tidak adil. Aktivis mahasiswa kala itu menuntut penghapusan KKN. Tetapi ini pada konteks kritisisme,” terangnya.

Gus Jazil berharap agar kampus memberikan perhatian pada potensi munculnya paham-paham radikal yang memang sering diawali dari pemikiran yang kritis namun tidak terarah dengan baik. Sikap kritis di kampus memang sudah menjadi keharusan, namun kitis yang diarahkan pada kebaikan, bukan pada kebencian terhadap negara, pemimpin, atau kelompok tertentu.

Gus Jazil mengaku senang karena Unesa tidak masuk dalam daftar 10 kampus di Indonesia yang terpapar paham radikalisme. Dia mengingatkan bahwa radikalisme kerap kali masuk melalui pendekatan tarbiyah atau pendidikan.

Bahkan belakangan mulai muncul tren mereka yang terpapar paham radikalisme justru dari kelompok perempuan. Seperti yang terjadi pada kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, beberapa waktu yang lalu. “Ini lebih berat lagi. Karena saya orang politik, mana yang lebih fanatik pemilih perempuan atau laki-laki? Jawabannya perempuan. Kalau paham radikalisme ini masuk di kalangan perempuan, lebih bahaya lagi,” bebernya.

Baca: KRL Duri-Tangerang Terganggu, Motor Tertemper di Rawa Buaya Picu Keterlambatan

Sementara itu, Rektor Unesa Prof Nurhasan mengatakan bahwa jumlah penduduk Indonesia saat ini berdasarkan data dari Dirjen Dukcapil Kemendagri mencapai 268,5 juta. Menariknya, jumlah pengguna telepon seluler jauh lebih banyak, mencapai sekitar 338,2 juta unit. "Jumlah HP kita melebihi jumlah manusianya karena setiap orang bisa memiliki lebih dari satu HP," terangnya.

Menurutnya, jika digunakan sebagaimana mestinya terkait pekerjaan, data dan informasi, media pengetahuan, dan lainnya, jumlah HP sebanyak itu akan sangat bagus. Namun akan menjadi masalah jika dijadikan media untuk ujaran kebencian (hate speech), menyebar berita bohong dan lainnya.

"Kita bisa bayangkan jika saat ini angka rata-rata usia sekolah di Indonesia masih setara dengan kelas 3 SMP atau 7,95 tahun (data BPS, 2018). Dari poin saya yang pertama ini pertanyaannya adalah apa dampaknya pada masyarakat kita yang masih setara dengan kelas 3 SMP jika diberikan informasi hoax atau hate speech? Silakan didiskusikan karena menarik ini untuk dikaji," katanya. ***



Terkait
Purbaya Akui Merasa Berdosa Pangkas Dana Bagi Hasil untuk Daerah
Purbaya Akui Merasa Berdosa Pangkas Dana Bagi Hasil untuk Daerah
Drone Emprit Baca Sentimen Negatif atas Penggantian Kep
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat Puji Pelaksanaan
Dari Festival Aspirasi BAM DPR RI, Revitalisasi Infrast
Lainnya
DPR Dukung Aturan SPPG Beli Pangan Sesuai HAP demi Lindungi Petani
DPR Dukung Aturan SPPG Beli Pangan Sesuai HAP demi Lindungi Petani
Pemerintah Minta Desa Penerima Dana Desa Lebih Aktif pa
Ini Pesan Mahfud MD Beri untuk Debat Capres Perdana Nan
Wabup Batubara, Oky Iqbal, ajak masyarakat lebih peduli
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Politik
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Tak Dicab
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D