Ini Tanggapan Moeldoko soal Ali Kalora

Islami
Kamis, 3 Januari 2019 19:02:34
Moeldoko

KANALSUMATERA.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan perburuan terhadap kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora masih dilakukan. Moeldoko menyebut tidak ada toleransi terhadap kelompok pengganggu seperti Ali Kalora.

"Ya nggak ada toleransi. Tugas negara kan menciptakan rasa aman, kalau ada yang mengganggu ya harus dihabisi," kata Moeldoko di gedung Sekretariat Kabinet, Jl Veteran, Jakarta Pusat seperti dikutip dari detikcom, Kamis (3/1/2019).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut Moeldoko memberi perhatian khusus terhadap penanganan kelompok Ali Kalora. Kapolri menurut Moeldoko sudah menyampaikan langkah-langkah penanganan. Operasi Tinombala dari tim gabungan Polri/TNI juga masih berjalan.

"Saya pikir Kapolri akan melakukan langkah-langkah taktikal yang lebih untuk menghadapi situasi ini," ujarnya

"Jadi operasi Tinombala masih berjalan. Jadi presiden kemarin hanya menekankan perlunya evaluasi terakhir seperti apa menghadapi mereka," imbuh Moeldoko.

Baca: Anwar Ibrahim Telepon Jokowi di Penang, Ada Pesan Penting?

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut Satgas Tinombala sudah memetakan kekuatan Ali Kalora cs. Berdasarkan analisa polisi, kelompok Ali hanya memiliki tiga senjata api.

"Jumlah mereka tidak banyak, kecil, jumlahnya 10 orang. Sudah diidentifikasi jumlahnya segitu dan kekuatannya sudah diidentifikasi hanya 3 senjata api," kata Brigjen Dedi.

Ali Kalora cs sebelumnya muncul dan berulah di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong pada Senin (31/12/2018). Mereka menembaki dua polisi yaitu Bripka Andrew Maha Putra dan Bripda Baso yang tengah mengevakuasi tubuh seorang penambang, korban pembunuhan.

Kasus pembunuhan sendiri diketahui warga pada Minggu (30/12/2018). Warga menemukan kepala manusia terpenggal dan diletakan di jembatan desa. iin



Terkait
Prabowo Tiba di Kalbar, Langsung Pimpin Penanganan Karhutla
Prabowo Tiba di Kalbar, Langsung Pimpin Penanganan Karhutla
Kemhan Siapkan Satu Yon TP dan Dua Batalyon Komcad di S
Trik dan Tips Menyimpan Daging Kurban: Panduan Resmi da
Stok Beras Melimpah, Masyarakat bisa Beli Beras SPHP 5
Lainnya
Kampanye Suwai Bersama IPK Riau, Meledak!
Kampanye Suwai Bersama IPK Riau, Meledak!
Pendaftaran Beasiswa Pemko Pekanbaru Dilakukan Secara O
BP2RD Kepri Siapkan Pergub Pajak Mobil Mewah
Siasat Kurangi Keramaian, Tokyo Metro Tawarkan Makanan
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Politik
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi
Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I