Kebakaran Tahunan, Pemerintah Salah Kelola Gambut di Riau, Ini Penyebabnya
Pekanbaru, KANALSUMATERA.com - Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) menyebut bahwa kebakaran hutan ini karena ada kesalahan manajemen pengelolaan gambut selama ini di Riau. Dan itu harus diselesaikan dahulu.
JMGR menemukan di lapangan perusahaan menutup pintu air yang mengarah ke areal masyarakat secara permanen ketika musim kemarau seperti sekarang ini. Sehingga dampaknya areal konsesi milik perusahaan tetap basah sementara areal permukiman dan wilayah yang dikelola oleh masyarakat kering. Sehingga mudah terbakar.
"Sebaliknya jika musim penghujan pintu-pintu air di perusahaan dibuka sehingga areal masyarakat kebanjiran." urai Isnadi saat dihubungi pada Ahada (15/9/2019).
Solusi ini yang harus kongkrit diselesaikan oleh pemerintah yang dalam hal ini melalui Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Kementrian Lingkungkan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementrian Pertanian dan otoritas yang lainnya.
Baca: Sosialisasi Empat Pilar dengan Perempuan Muhammadiyah, Hendry Munief Puji Kontribusi PW Aisyiyah
"Bukan malah melemparkan dan meng“kambing hitam”kan masyarakat gambut”. Pungkas Isnadi.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Jaringan Masyarakat Gambut Sumatera (JMG-Sumatera) Albadri Arif yang biasa disapa Boneng mengatakan bahwa masyarakat yang terlibat dalam pembakaran lahan tidak bisa digeneralkan. Ada perusahaan dan pemodal yang menggunakan modus dengan membayar masyarakat untuk membakar lahan yang akan di siapkan untuk lahan perkebunan seperti sawit dan HTI misalnya. Namun yang begini katanya bukan masyarakat secara umum.
Mereka bukan masyarakat petani yang menanam padi, jagung serta palawija yang hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dimana mereka memang bergantung hidup pada lahan gambut. Masyarakat yang berada di kelas petani kecil tadi kita yakini mereka mengelola lahan secara hati-hati dan arif.
"Disinilah pentingnya kejelian pemerintah dalam penegakan hukum. Tidak hanya masyarakat yang ditetapkan tersangka hingga vonis namun tidak kalah penting terhadap perusahaan, cukong dan pemodal dimana mereka benar-benar mengeksploitasi gambut untuk kepentingan bisnis dan industri” tutup Boneng. mt
