Kuasai DPRD Riau, Mahasiswa UIR Tuntut Janji Jokowi Copot Kapolda dan Danrem
Pekanbaru, KANALSUMATERA.com - Kantor DPRD Riau dipenuhi oleh mahasiswa aksi Universitas Islam Riau (UIR) dan Universitas Lancang Kuning (Unilak) terkait masalah kabut asap yang disebabkan karhutla, Senin (16/9/2019).
Adapun salah satu tuntutan dari aksi mahasiswa UIR ini yaitu untuk memperjelas regulasi tentang bagaimana pengelolaan lahan gambut dan juga lahan lainnya.
"Sebagian tuntutan kami yaitu untuk memperjelas bagaimana regulasi tentang pengelolaan untuk lahan gambut khususnya di daerah Riau," ujar salah satu orator UIR, Irvanandes.
Meskipun berorasi secara terpisah, mahasiswa aksi UIR dan Unilak diizinkan untuk memasuki ruang paripurna setelah berorasi dan masuk secara bersamaan untuk menyampaikan aspirasinya kepada Wakil Ketua DPRD sementara, Zukri Misran serta anggota dewan lain yang hadir yaitu Asri Auzar, Agung Nugroho, Parisman Ihwan dan Kasir.
Baca: Sosialisasi Empat Pilar dengan Perempuan Muhammadiyah, Hendry Munief Puji Kontribusi PW Aisyiyah
Presiden mahasiswa Unilak, Amir Harahap menyampaikan pernyataan sikap aliansi mahasiswa Unilak di depan mahasiswa aksi dan juga anggota dewan yang hadir. Diantaranya yaitu: Meminta DPRD Riau agar mendesak pemerintah provinsi (pemprov) Riau agar menerbitkan peraturan pelaksanaan tentang penegakan lingkungan hidup dan penataan hukum di Riau, melakukan peninjauan ulang dan merevisi izin-izin pengelolaan terhadap lahan yang belum maupun yang sudah terbakar, mendesak aparat penegak hukum untuk menetapkan dan memproses perusahaan yang terbukti telah membakar lahan sekaligus penegakan hukum lingkungan secara tegas, mengumumkan pemilik lahan yang terbakar dan pemegang izinnya untuk memulihkan lahan yang terbakar dengan menanam pohon kembali, memerintahkan seluruh rumah sakit agar membebaskan biaya terhadap masyarakat terdampak kabut asap, membebaskan masyarakat yang diduga diperintahkan perusahaan untuk membakar lahan karena tidak ingin masyarakat kecil itu di kambing hitamkan, dan terakhir meminta agar dalam lima hari ke depan--terhitung dari pembacaan penyataan--kabut asap dapat teratasi.
Amir menegaskan jika dalam lima hari ke depan masalah kabut asap tidak dapat teratasi, maka aliansi mahasiswa Unilak akan menagih janji kepada Jokowi agar mencopot seluruh pimpinan instansi.
"Aliansi mahasiswa Unilak akan menagih janji kepada Presiden RI, Bapak Ir Joko Widodo agar mencopot seluruh pimpinan instansi," tegas Amir setelah ia membacakan pernyataan sikap dari aliansi mahasiswa Unilak.
Setelah membacakan pernyataan sikap, Amir mengajak seluruh aliansi mahasiswa Unilak untuk meninggalkan ruangan.
Baca: Komisi V DPR Dorong Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 Capai 20 Persen
"Mari teman-teman, kita keluar untuk meninggalkan ruangan." Tutup Amir tanpa mendengarkan terlebih dahulu penjelasan dari pihak DPRD Riau.
Setelah aliansi mahasiswa Unilak keluar ruangan, aspirasi dilanjutkan oleh perwakilan mahasiswa UIR, Muhammad Nurdin.
Aspirasi yang disampaikan pun tidak jauh berbeda dengan pernyataan dari Unilak. Yaitu untuk menindak lanjuti dengan tegas tentang karhutla dan juga menegaskan untuk menagih janji kepada Jokowi apabila permasalahan tidak dapat terselesaikan.
"Menagih janji Bapak Joko Widodo apabila kebakaran hutan dan lahan di Riau tidak terselesaikan, maka akan mencopot dari pimpinan-pimpinan instansi yang bersangkutan." Tegas Muhammad Nurdin.
Baca: Perbatasan RI–Malaysia di Kaltara Dinilai Rawan, Umbu Kabunang: Garis Depan Harus Jadi Prioritas
Setelah pernyataan sikap dari UIR dan Unilak dibacakan, Wakil Ketua DPRD Riau sementara, Zukri Misran menyatakan bahwa pihaknya akan menindak lanjuti aspirasi dari mahasiswa.
"Aspirasi sudah kami terima dan akan ditindaklanjuti, akan kami rapatkan secepatnya," kata Zukri Misran.
Setelah itu, mahasiswa UIR bubar dan meninggalkan ruang paripurna dan gedung DPRD Riau dengan tertib. fik
