Mahfud Md Janji Pemerintah Tak akan Tangkap Mereka yang Kritis

Mawardi Tombang
Senin, 15 Februari 2021 06:50:18

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md menegaskan pemerintah tak akan memproses laporan yang menuduh Din Syamsuddin radikal.

"Tidak ada niat sedikit pun dari Pemerintah untuk mempersoalkan kiprah pak Din di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dia sebagai orang yang banyak kritik terhadap pemerintah, kita senang, karena pemerintahan itu senang terhadap orang kritis," kata Mahfud saat dihubungi, Ahad, 14 Februari 2021.

Sebelumnya Gerakan Antiradikalisme Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) melaporkan Din ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan tuduhan telah melanggar disiplin PNS.

Perwakilan GAR ITB, Shinta Madesari mengatakan, KASN telah menyatakan Din Syamsuddin melakukan tindakan radikalisme. Ia mengirimkan salinan surat KASN kepada Menteri Komunikasi dan Informatika selaku anggota Tim Satuan Tugas Penanganan Radikalisme

Baca: DPR Pertanyakan Pengawasan TNI, Markas Judol Bisa Beroperasi di Rumah Dinas Cijantung

Pemerintah, kata Mahfud, menganggap Din sebagai tokoh kritis, yang kritik-kritiknya harus di dengar."Coba, kapan pemerintah pernah menyalahkan pernyataan Din apalagi sampai memprosesnya secara hukum, tidak pernah, dan insyaallah tidak akan pernah karena kita anggap beliau itu tokoh," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Terlebih, kata Mahfud, dia mengenal baik sosok Din. "Saya sering diskusi, kadang kala di rumah Jusuf Kalla, kadang kala di PP Muhammadiyah, kadang di undang ke kantor beliau," katanya.

Mahfud Md mengatakan pemerintah tak akan menangkap orang kritis seperti Din. "Yang diproses hukum itu orang yang nanti akan terbukti melanggar hukum. Mau kritis, tapi sebenarnya destruktif. Tapi kalau orang seperti Pak Din Syamsuddin, mana ada kita soal," ucapnya.

Baca: Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi PNS

Sumber: tempo.co



Terkait
DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp158 Miliar Akhirnya Dibayarkan
DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp158 Miliar Akhirnya Dibayarkan
Prabowo Tiba di Kalbar, Langsung Pimpin Penanganan Karh
Istana Jelaskan Alasan Kenaikan Tukin TNI dan Pegawai K
Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Keca
Lainnya
Saham Krakatau Steel Anjlok Setelah Direkturnya Ditangkap Tangan KPK
Saham Krakatau Steel Anjlok Setelah Direkturnya Ditangkap Tangan KPK
Kepala DPM-PTSP Pekanbaru Paparkan Persiapan Pengoperas
Hawaii Ingin Larang Jual Rokok Untuk Usia di Bawah 100
Siti Zuhro: Lembaga Survei Harus Laporkan ke Publik Sia
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kriminal
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desa
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Politik
Syahrul Aidi Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Penutupan LATANSA Kampar
Syahrul Aidi Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Penutupan LATANSA Kampar
NasDem Desak Polri Bongkar Tuntas Dugaan Penyadapan Pra
Syahrul Aidi Maazat Gelar Sarasehan Kebangsaan MPR RI 2