Pembantaian Di Papua, OPM Mengaku Sudah Intai Tiga Bulan Lalu

Alwira Fanzary
Rabu, 5 Desember 2018 16:53:32
Anggota OPM


Kanalsumatera.com - Pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau dikenal juga dengan TPN/OPM mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan pekerja di Kabupaten Nduga, pada Ahad (2/12) lalu.

Aksi itu disebut telah direncanakan melalui pengintaian sejak tiga bulan lalu. “Panglima Daerah Militer Makodap III Ndugama bertanggung jawab terhadap penyerangan sipur pekerja jembatan Kali Aworak, Kali Yigi, dan Pos TNI Distrik Mbua,” kata Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom dalam lansiran yang dikirimkan ke Republika, Rabu (5/12).

Sebelumnya, pihak TNI/Polri melaporkan sebanyak 31 pekerja jembatan di jalur Trans-Papua di Distrik Yigi, Nduga, dibantai selepas perayaan proklamasi Papua merdeka pada Ahad (2/12). Belakangan, jumlah yang meninggal diralat menjadi 19 orang. Menurut keterangan pihak TNI, sebanyak 25 pekerja PT Istaka Karya tersebut digiring ke Gunung Kabo dan ditembaki.

Baca: Kapolda Metro Jaya Dorong Literasi AI Sejak Dini, Sekolah Diminta Siapkan Generasi Melek Teknologi

Dari jumlah itu, enam di antaranya berhasik melarikan diri. Selepas insiden itu, Pos TNI Distrik Mbua diserang dan seorang anggota TNI gugur. Menurutnya, kelompok yang melakukan penyerangan dipimpin Egianus Kogoya. Sedangkan operasi penembakan terhadap para pekerja dipimpin Pemne Kogoya. “Operasi di Kali Aworak, Kali Yigi, Pos TNI Distrik Mbua kami yang lakukan dan kami siap bertanggung jawab.

Penyerangan ini dipimpin Panglima Daerah Makodap III Ndugama Tuan Egianus Kogeya dan komandan operasi Pemne Kogeya,” kata Sebby mengutip keterangan yang ia dapat dari lapangan. Menurut dia, anggota TPNPB di lapangan melakukan pemantauan selama tiga bulan lebih.

Mereka kemudian mengambil kesimpulan bahwa lara pekerja di Kali Aworak, Kali Yigi, dan Pos TNI Distrik Mbua adalah kesatuan kerja. “Karena kami tahu bahwa yang berkerja selama ini untuk jalan Trans-Papua dan jembatan-jembatan yang ada sepanjang jalan Habema-Juguru-Kenyam-Batas Batu adalah murni anggota TNI,” kata dia.

Setelah pemantauan itu, pasukan TPNPB melakukan serangan berbarengan dengan peringatan proklamasi Papua merdeka pada 1 Desember. “Sasaran serangan kami tidak salah. Kami tahu mana pekerja sipil atau tukang biasa dan mana pekerja anggota TNI walaupun mereka berpakaian sipil atau preman.” Sebby juga menuturkan, penyerangan Pos TNI Distrik Mbua dan menewaskan seorang anggota TNI pada Senin (3/12) dilakukan tanpa bantuan warga sipil seperti yang sempat diklaim TNI/Polri.

Baca: Mendagri Tito Larang Kepala Daerah Buka Lahan dengan Cara Membakar

“Kami pimpinan sampai anggota TPNPB Komando Nasional punya kode etik perang revolusi. Kami tidak akan berperang melawan warga sipil yang tidak seimbang dan sepadan,” kata Sebby mengklaim. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan Kapolri dan Panglima TNI untuk mengejar dan menangkap para pelaku penembakan terhadap 19 pekerja pembangunan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12). "Saya juga telah memerintahkan pada Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab tersebut," ujar Jokowi.

Saat ini, lanjut Jokowi, Panglima TNI dan Wakapolri telah berada di Papua guna menangani aksi penyerangan dan penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua. Presiden pun menyampaikan duka citanya terhadap para korban pembantaian. "Dan saya atas nama rakyat bangsa dan negara menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan," tambahnya. Rpo/Kso



Terkait
Kemhan Siapkan Diklat SPPI Gelombang Kedua, Kuota Peserta Dipastikan Lebih Sedikit
Kemhan Siapkan Diklat SPPI Gelombang Kedua, Kuota Peserta Dipastikan Lebih Sedikit
Evaluasi MBG Difokuskan pada Validasi Penerima Manfaat
Komisi V DPR Dorong Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 C
Lindungi Hajat Rakyat dari Kartel Pangan, Darmadi Doron
Lainnya
Ini Catatan PAN ke Menkes Terawan soal Petisi Copot Jabatan
Ini Catatan PAN ke Menkes Terawan soal Petisi Copot Jabatan
Panitia Reuni Akbar SMAN I Kampa Terbentuk, Berikut Jad
Capres Amerika Ini Berencana 'Hancurkan' Amazon Google
Bertahun-Tahun Tuntutan Warga Pangkalan Kerinci Diabaik
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Pendidikan
Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Salurkan Beasiswa Rp481 Juta untuk 196 Santri
Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Salurkan Beasiswa Rp481 Juta untuk 196 Santri
Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Wabup Kampar Tek
Kapolda NTB Tekankan Disiplin Pelajar, Jauhi Narkoba hi
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat