Penjelasan Mabes Polri Soal Penundaan Pemeriksaan Ketua Komite KAMI Ahmad Yani

Mawardi Tombang
Selasa, 27 Oktober 2020 20:06:31

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Mabes Polri memutuskan untuk menunda memeriksa Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono menjelaskan, penundaan dilakukan lantaran penyidik masih fokus kepada konstruksi hukum dalam kasus yang menyeret sejumlah petinggi KAMI sebelumnya.

"Tentunya peluang nanti tergantung penyidik, dibutuhkan atau tidak sebagai saksi," ucap Awi saat dikonfirmasi pada Selasa, 27 Oktober 2020.

Ahmad Yani rencananya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka salah satu petinggi KAMI Anton Permana terkait kasus ricuh saat unjuk rasa menentang Undang-Undang Cipta Kerja.

Sebelumnya, kepolisian mendatangi kediaman Ahmad Yani pada 19 Oktober 2020. Awi mengatakan, kedatangan 25 orang penyidik itu untuk menyelidiki terkait adanya aksi unjuk rasa yang anarkis pada 8 Oktober 2020.

Baca: Desa Adat Sade Lombok Dilalap Api, Ratusan Bangunan Rumah Sasak Tinggal Puing

Namun, Ahmad Yani menolak. Ia menyatakan, sesuai prosedur hukum yang berlaku, ia harus dipanggil sebagai saksi untuk menjelaskan hal tersebut.

sumber: tempo.co



Terkait
Kemhan Jelaskan Alasan Logo Kementerian Terpasang di Kapal J7 Explorer Milik Haji Isam
Kemhan Jelaskan Alasan Logo Kementerian Terpasang di Kapal J7 Explorer Milik Haji Isam
DPR Soroti Temuan 995 Senjata di Sekolah, Desak Pengawa
Mendagri Siapkan Tiga Skema Solusi Atasi Krisis Gaji Pe
DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Sepelekan ASN, Reformasi
Lainnya
Peringati Hari Pahlawan, BEM UIR Ziarah ke Taman Makam Pahlawan
Peringati Hari Pahlawan, BEM UIR Ziarah ke Taman Makam Pahlawan
Desa Muda Setia Peringati HUT Jadi Yang Ke 15
Mayat Pria Bertato 'Love' di Pundak Kiri Mengambang di
14 Atlet Dikirim Pengprov TI Riau ke Kejurnas Taekwondo
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Politik
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Elektabilitas Eisenkot Ungguli Netanyahu, Partai Smotri
Survei Median: KDM Tembus 19,8 Persen, Elektabilitas Gi
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Nasional
Anwar Ibrahim Telepon Jokowi di Penang, Ada Pesan Penting?
Anwar Ibrahim Telepon Jokowi di Penang, Ada Pesan Penting?
Prabowo Pantau Erupsi Anak Krakatau, Jajaran Pemerintah
Abu Anak Krakatau Meluas, 6 Bandara Ditutup Termasuk Hu