Perhimpunan Guru Minta Kemendikbud Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh

Mawardi Tombang
Senin, 16 November 2020 13:44:58
sumber foto: ANTARA FOTO

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) menyarankan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) diteruskan sampai akhir tahun.

"Andaikata sekolah tatap muka kembali, pembelajaran tak akan berjalan efektif dan optimal," ucap Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim dalam keterangan tertulis, Senin, 16 November 2020.

Satriwan mengatakan ada beberapa daerah yang berencana melakukan pembukaan sekolah tatap muka di pertengahan November. Hal ini berpotensi tidak akan efektif karena mengingat waktu Penilaian Akhir Semester (PAS/UAS) yang hanya sekitar 3 pekan lagi di mana awal Desember siswa akan UAS Semester Ganjil.

Selain itu, pembelajaran tatap muka juga tidak akan efektif karena pembelajaran dibagi 2 shift, tidak boleh ada kegiatan ekstrakurikuler, tidak boleh ada kegiatan olahraga, kantin ditutup, interaksi siswa antar kelas sangat terbatas, dan waktu belajar pun terbatas.

Baca: Abu Anak Krakatau Meluas, 6 Bandara Ditutup Termasuk Husein Sastranegara

Melihat ketatnya aturan pelaksanaan pembelajaran di sekolah, maka P2G meminta agar daerah-daerah tidak memaksakan belajar tatap muka. "Kami tegaskan, lebih baik PJJ diteruskan sampai akhir tahun," katanya.

Satriwan mengatakan pembukaan sekolah harus melalui persetujuan orang tua dan tidak ada pemaksaan bagi orang tua agar anaknya diizinkan belajar tatap muka. Pemda, kata dia, tidak boleh semaunya membuka sekolah tanpa meminta persetujuan dari semua orang tua tanpa kecuali.

Seandainya ada beberapa orang tua di sekolah yang tidak mengizinkan anaknya masuk, maka guru dan sekolah tetap wajib memberikan layanan pembelajaran kepada siswa tersebut, baik daring maupun luring. Menurut Satriwan, mendapatkan layanan pendidikan adalah hak dasar siswa. Namun, hak hidup, sehat, dan memperoleh rasa aman adalah yang utama.

Satriwan menilai, Kemendikbud dan Kemenag harus turun tangan langsung mengecek kesiapan infrastruktur sekolah atas protokol kesehatan. P2G juga meragukan kesiapan sekolah memenuhi syarat-syarat daftar cek protokol kesehatan yang sangat banyak dan detil.

Baca: Guru PPPK Dapat Kepastian Status, Ketua DPD Soroti Peluang Jadi PNS 2027

Apalagi, kesiapan infrastruktur dan budaya disiplin masih belum maksimal dilaksanakan. "Kemdikbud harus betul-betul memastikan sekolah sudah siap memenuhi sarana-prasarana penunjang protokol kesehatan, tanpa kecuali," tuturnya.

Kemendikbud dan Kemendagri juga diminta menindak tegas dinas pendidikan yang melanggar aturan pembukaan sekolah. Misalnya, jika sekolah tersebut berada di zona oranye. Sebab, hal itu akan berpotensi menjadikan sekolah sebagai kluster penyebaran Covid-19, dan membahayakan kesehatan dan keselamatan guru, siswa, dan keluarga mereka.

Bagi daerah yang sudah zona hijau dan kuning, rencana membuka sekolah kembali juga harus diawali dengan pelaksanaan tes swab bagi guru dan siswa, agar pencegahan Covid-19 bisa sedini mungkin.

P2G juga meminta agar sekolah jangan dulu dibuka secara nasional sampai vaksin Covid-19 sudah diproduksi, melalui semua tahapan uji coba, dan terbukti aman dan halal. "Setelah prasyarat ini tercukupi, barulah sekolah bisa dibuka secara nasional. Jika prasyarat di atas belum terlaksana, pilihan untuk memperpanjang PJJ dirasa masih tepat," ucap Satriwan.

Baca: KRL Duri-Tangerang Terganggu, Motor Tertemper di Rawa Buaya Picu Keterlambatan

sumber: tempo.co



Terkait
DPR Tetapkan Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman RI Periode 2026-2031
DPR Tetapkan Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman RI Periode 2026-2031
Monica Subastia Resmi Pimpin Nasyiatul Aisyiyah Periode
90 Persen Pemda Kena Sanksi Sampah, Menteri LH: Bisa Be
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari B
Lainnya
Eksodus Tenaga Ahli dari Israel Meningkat, Sektor Teknologi dan Kesehatan Terancam Kehilangan SDM
Eksodus Tenaga Ahli dari Israel Meningkat, Sektor Teknologi dan Kesehatan Terancam Kehilangan SDM
Izin HGU PT. TUM Resmi di Cabut, Berikut Sejarah Perjua
Uji Coba Lintas TDM 2022, Irwasda Polda Riau Sampai Pit
Polisi Temukan 4 Orang dari Rekaman CCTV Terkait Kemati
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Politik
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi
Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan