Tugas Khusus Aminuddin Maruf dari Jokowi: Sambangi para Santri dan Kelompok Strategis

Mawardi Tombang
Selasa, 26 November 2019 09:56:20
Aminuddin Maruf

JAKARTA KANALSUMATERA.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk tujuh staf khusus presiden dari kalangan anak muda.
Salah satunya adalah anak santri sekaligus mantan Ketua Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Aminuddin Maruf.
Sebagai anak petani Aminuddin atau yang kerap disapa Amin, mengaku senang dan bangga ditunjuk sebagai stafsus presiden.

Aminuddin Ma'ruf lahir 27 Juli 1986 di desa Tanah Baru, kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang. Anak ketujuh dari tujuh bersaudara. Mengenyam kuliah S2 Keuangan Negara Universitas Trisakti, belum selesai.
Anak pasangan dari Haji Habibuddin Sopyan dan Hj Marsiah ini lulus S1 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengambil jurusan ekonomi.
Aminuddin saat ditemui khusus mengaku akan menjalankan amanah yang diamanatkan oleh presiden.
Salah satu tugasnya, menjadi sumber informasi, khususnya dengan hubungan kelompok strategis.
"Pak Presiden juga bilang, tolong bantu saya dengan lompatan-lompatan untuk percepatan program prioritas. Untuk inovasi, kreatifitas, ide-ide di luar rutinitas. Ide-ide yang out of the box.

Sebagaimana ciri dari generasi milenial yang punya pemikira kritis, idealis, murni tanpa ada conflict of interest," kata Amin saat ditemui Tribun, Senin (25/11/2019) siang.
Gaya santainya mencirikan sebagai generasi milenial. Ia kemudian menceritakan awal mula ditunjuk oleh Presiden untuk membantunya dengan menjadi stafsus.
Kurang lebih dua minggu sebelum diperkenalkan, Kamis, 21 November. Ditelefon Pak Pratikno, bahwa saya ditunjuk presiden untuk menjadi stafsus. Tapi, tiga hari sebelumnya diminta datang ke Istana.

Pastinya saya nggak menyangka. Apalagi ini kan Staf Khusus Presiden ya. Yang pertama kali saya lakukan pamit kepada orang tua.
Kebetulan saat dihubungi Pak Pratikno saya sedang di rumah orang tua di kampung, di Karawang.
Saya langsung minta doanya. Kebetulan orangtua saya juga sudah beberapa kali ketemu dengan Jokowi. Salah satunya saat pernikahan saya.

Dia juga ngefans dengan Pak Jokowi. Makanya dia minta saya bekerja dengan baik, amanah, jangan mengecewakan Pak Jokowi.
Anda sering berkomunikasi juga dengan Pak Jokowi sebelumnya?
Interaksi saya dengan presiden sudah cukup lama. Kurang lebih tahun 2015 sudah kenal Pak Jokowi dan terus berhubungan.
Beberapa kali bertemu langsung ketemu di luar Istana bahkan diundang ke Istana. Awal mulanya saya menjadi Ketua Umum PB PMII. Waktu itu ada acara di Surabaya April 2015 beliau hadir di situ. Kemudian komunikasi berlanjut terus beberapa kali.

Baca: Insiden Virgo Transport 8 di Masalembo, 1 Tewas dan 115 Selamat

Biasanya apa yang dibahas ketika bertemu dengan Pak Jokowi?
Kami membicarakan generasi anak muda, perkembangan di lapangan seperti apa, informasi yang sedang hangat apa. Saya juga beberapa kali menemani presiden ke beberapa daerah.
Apa yang diminta khusus dari prrsiden kepada Anda sebagai stafsus?
Pak Presiden bilang, tolong bantu saya dengan lompatan-lompatan untuk percepatan program prioritas. Untuk inovasi, kreatifitas, ide-ide di luar rutinitas.

Ide-ide yang out of the box. Sebagaimana ciri dari generasi milenial yang punya pemikira kritis, idealis, murni tanpa ada conflict of interest.
Apa ada tugas khusus untuk Anda?
Dari tujuh orang stafsus yang ditunjuk Pak Presiden kemarin, yang diberikan tugas khusus adalah Angkie Yudistia.
Dia sebagai juru bicara bidang sosial. Lalu saya ditugaskan berkomunikasi dengan kelompok-kelompok strategis. Salah satunya di kalangan santri, mahasiswa, pemuda, dan kelompok-kelompok keagamaan.

Presiden meminta Anda keliling pesantren,menyebarkan gagasan-gagasan besar, inovasi. Seberapa dekatnya Anda dengan pesantren?
Dari kecil, di kampung, memang tinggalnya di pesantren. Setelah pulang sekolah, saya langsung pulangnya ke pesantren. Aktifitas tersebut berlangsung sampai saya SMA.
Kuliah, saya aktif di berbagai organisasi baik di intra kampus atau di luar kampus. Salah satunya di PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).

Sampai saya menjadi Ketua Umum PB PMII 2014-2017. Dari proses itu, saya banyak bersentuhan dengan aktifis mahasiswa, kepemudaan, dan lainnya.
Disebut-sebut gaji stafsus presiden mencapai Rp 51 juta per bulan, dan dinilai cukup besar oleh beberapa kalangan. Bagaimana tanggapan Anda?
Tanggung jawab kami cukup besar. Tanggung jawab kami menjadi sumber infomasi dan gagasan untuk disampaikan ke presiden. Itu pekerjaan yang berat.
Sampai hari libur pun saya harus tetap bekerja untuk itu. Artinya, kalau tidak bekerja di kantor itu ciri khas anak muda sekarang.



Terkait
Guru PPPK Dapat Kepastian Status, Ketua DPD Soroti Peluang Jadi PNS 2027
Guru PPPK Dapat Kepastian Status, Ketua DPD Soroti Peluang Jadi PNS 2027
Kemendagri dan BGN Perkuat Kolaborasi, Pemda Diminta Ma
Ancam Gembok Dapur MBG Nasional, Mitra Ultimatum BGN Se
293 Anggota Hadir, DPR RI Gelar Rapat Paripurna Bahas S
Lainnya
Diskop UKM Meranti Dukung Gagasan Zona Ekonomi Barat, Tegaskan Kajian Kelayakan Jadi Prioritas
Diskop UKM Meranti Dukung Gagasan Zona Ekonomi Barat, Tegaskan Kajian Kelayakan Jadi Prioritas
Gelar Tes Urin Seluruh Jajaran Pengaman, Lapas Bagansia
Fantastis! Anggaran Pin Emas dan Jas Anggota Dewan Kepr
KPK akan Panggil Keponakan JK soal Korupsi di Bengkalis
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Nasional
Puluhan Ribu Buruh Konvoi Motor Padati Jalan Sudirman, Lalu Lintas Jakarta Direkayasa
Puluhan Ribu Buruh Konvoi Motor Padati Jalan Sudirman, Lalu Lintas Jakarta Direkayasa
Daratan Baru 30,3 Hektare Muncul Dekat Anak Krakatau, I
Ombudsman Dua Kali Ditolak Sidak Lapas Cibinong, Temuka
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Hukum
Kasus Chromebook, Hukuman Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun Penjara
Kasus Chromebook, Hukuman Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun Penjara
Tiga Hakim MK Soroti Verifikasi Syarat Pendidikan Gibra
RUU Perampasan Aset Dibahas, Advokat Soroti Integritas
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind