Turut Mengubah Batas Negara Indonesia, Abrasi Pulau di Pesisir Riau Harus Diselamatkan Segera

Mawardi Tombang
Sabtu, 13 Juli 2019 14:56:36

Pekanbaru, KANALSUMATERA.com - Pada Jumat (12/7/2019) di ruang rapat Kenanga lantai II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Riau telah berlangsung Focus Grop Discusssion (FGD) untuk menindaklanjuti rencana penanganan abrasi di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti yang dipimpin oleh Sekda Provinsi Riau Ahmad Hijazi, SE., M.Si dan dihadiri langsung oleh Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar M.Si, Asisten Deputi dan Kebencanaan Maritim Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman, Perguruan Tinggi, Badan Pengkajian dan penerapan Teknologi (BPPT) ) Ir. Aloysius Bagio Widagdo,MT., Ph.D, OPD Pemerintah Provinsi Riau, LSM/NGO dan juga Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti yang diwakili oleh Kepala BAPPEDA masing-masing kabupaten.

Asisten Deputi dan Kebencanaan Maritim Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dalam presentasinya menyampaikan bahwa abrasi pantai yang terjadi di 3 Pulau yaitu Pulau Rupat, Pulau Bengkalis dan Pulau Rangsang sepanjang 167,22 km, penyebabnya adalah karakteristik pulau tersebut merupakan tanah gambut yang mana hal ini hanya ada di Indonesia dan perlu diselamatkan.

“Kemudian penyebab lainnya adalah penebangan mangrove secara tidak terkendali dan percepatan abrasi akibat hantaman gelombang laut. Hal tersebut berdampak pada garis pantai dan batas negara Indonesia telah bergeser ratusan meter hingga lebih 1 km karena pulau tersebut berbatasan langsung dengan negara luar, yaitu Malaysia. Dan hasil tinjauan lapangan dan kajian yang sudah dilakukan ini akan menjadi bahan pemaparan nanti kepada Menko Kemaritiman di Jakarta agar solusi abrasi tersebut bisa segera ditindak lanjuti” ungkapnya.

Menyikapi persoalan abrasi yang terjadi di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Gubernur Riau, Syamsuar dalam tanggapanya mengatakan bahwa persoalan abrasi bukan persoalan baru di Riau, ini merupakan persoalan lama yang konteks penanganannya terkesan lambat, sudah banyak diskusi dan kordinasi mengenai hal tersebut. Sudah banyak kajian ilmiah mengenai abrasi dan opsi penyelesaianya.

“Yang perlu ditindak lanjuti dengan segera yaitu implementasi pengendalian abrasi kemudian penyelesaian persoalan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat. Ini harus diselamatkan karena pulau tersebut satu-satunya di dunia pulau terluar berhadapan langsung dengan Malaysia yang merupakan ekosistem gambut.” ujarnya.

Baca: Dugaan Kebocoran Informasi OTT Langkat dan Kuansing, KPK Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Sekretaris Jenderal Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) Isnadi Esman, yang hadir dalam FGD tersebut menyampaikan pandangan. Wilayah pesisir menjadi identitas dan tempat untuk bergantung hidup dan menjadi sumber kehidupan. Wilayah pesisir laut dan eksosistem gambut merupakan satu kesatuan alam yang memiliki keterkaitan sangat erat terutama di wilayah gambut kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Bengkalis. Laut yang didominasi oleh ekosistem Mangrove merupakan benteng pertahanan yang menjadi pelindung untuk kawasan gambut yang berada dalam satu kesatuan hidrologis gambut.

"Kerusakan mangrove akan mempercepat terjadinya kenaikan muka air laut ke wilayah darat yang berupa gambut (intrusi air laut) dan runtuhnya tebing-tebing atau bibir pantai di pinggir laut (abrasi). Hal ini akan menjadi ancaman kepada masyarakat yang bermukim dengan terganggunya ruang-ruang hidup masyarakat berupa kebun, ladang, sumber air dan permukiman” ungkap Isnadi

“Ke tiga pulau yang akan menjadi target pemerintah dalam penanganan abrasi ini yaitu Pulau Rupat, Bengkalis dan Pulau Rangsang merupakan ekosistem gambut yang rentan, namun kita ketahui bahwa di tiga pulau tersebut terdapat alih fungsi gambut yang seharusnya tidak terjadi, yaitu adanya bisnis sektor Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. Sumatera Riang Lestari (SRL) dan Perkebunan sawit milik PT. Meskom, tata kelola gambut yang tidak tepat oleh kedua perusahaan ini turut andil dalam mempercepat laju abrasi, intrusi air laut dan subsidensi yang terjadi. Pemerintah sudah semestinya melakukan review terhadap izin-izin perusahaan tersebut. Selain itu ekspansi tambak udang yang merusak mangrove juga harus ada regulasi yang mengatur sehingga tidak memperparah rusaknya ekosistem pesisir dan gambut kepualuan” imbuhnya

“Namun, yang tidak kalah penting selain pembangunan infrastruktur pencegah abrasi, pemberdayaan masyarakat di sekitar pesisir ini juga harus menjadi fokus, baik oleh pemerintah maupun sektor bisnis yang ada, sudah banyak sumber kehidupan masyarakat yang hilang akibat dari abrasi. Perlu ada tritment khusus untuk membangkitkan perekonomian masyarakat, sehingga penebangan mangrove oleh masyarakat dapat teratasi.” tutup Isnadi. mt

Terkait
Hendry Munief Dorong Penguatan Industri Film Nasional dan Konsolidasi Pembangunan Riau
Hendry Munief Dorong Penguatan Industri Film Nasional dan Konsolidasi Pembangunan Riau
Selain Gandeng Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Ke
Komisi V DPR Dorong Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 C
Anggota DPR Hendry Munief Minta Pemerintah Tangkap Pelu
Lainnya
Pelepasan dan Perpisahan Siswa Siswi Kelas VI UPT SDN 014 Batu Belah 2026
Pelepasan dan Perpisahan Siswa Siswi Kelas VI UPT SDN 014 Batu Belah 2026
Wilayah Jalan Teropong Jadi Prioritas Pemkab Kampar dan
Lima Kurir Sabu 17 Kg Duduk di Kursi Pesakitan, Sempat
Rumah Tangga di Tiga Kecamatan di Pekanbaru akan Diberi
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Ekonomi
Nobar Piala Dunia 2026 di Taman Kota Bangkinang, Pemkab Kampar Dongkrak UMKM dan Ekonomi Lokal
Nobar Piala Dunia 2026 di Taman Kota Bangkinang, Pemkab Kampar Dongkrak UMKM dan Ekonomi Lokal
Bupati Kampar Perkuat Sinergi Perbankan dan UMKM untuk
Ketua Dekranasda Kampar Hadiri Puncak HUT Ke-46 Dekrana
Budaya
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men