Ada 3 Cara Mengatasi Abrasi Pulau Rupat, Bengkalis dan Rangsang dari Ancaman Abrasi

Mawardi Tombang
Sabtu, 13 Juli 2019 17:18:37

Pekanbaru, KANALSUMATERA.com - Ancaman abrasi nyata untuk beberapa pulau di Provinsi Riau yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Bahkan abrasi ini mengancam garis batas wilayah negara.

Hal itu disampaikan oleh Asisten Deputi dan Kebencanaan Maritim Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman pada Jumat (12/7/2019) di ruang rapat Kenanga lantai II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Riau dalam agenda Focus Grop Discusssion (FGD) untuk menindaklanjuti rencana penanganan abrasi di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti yang dipimpin oleh Sekda Provinsi Riau Ahmad Hijazi, SE., M.Si. FGD itu dihadiri langsung oleh Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar M.Si, Asisten Deputi dan Kebencanaan Maritim Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman, Perguruan Tinggi, Badan Pengkajian dan penerapan Teknologi (BPPT) ) Ir. Aloysius Bagio Widagdo,MT., Ph.D, OPD Pemerintah Provinsi Riau, LSM/NGO dan juga Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti yang diwakili oleh Kepala BAPPEDA masing-masing kabupaten.

Dalam presentasinya, Ir. Aloysius Bagio Widagdo,MT., Ph.D, menyampaikan bahwa abrasi pantai yang terjadi di 3 Pulau yaitu Pulau Rupat, Pulau Bengkalis dan Pulau Rangsang sepanjang 167,22 km, penyebabnya adalah karakteristik pulau tersebut merupakan tanah gambut yang mana hal ini hanya ada di Indonesia dan perlu diselamatkan.

“Yang perlu ditindak lanjuti dengan segera yaitu implementasi pengendalian abrasi kemudian penyelesaian persoalan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat. Ini harus diselamatkan karena pulau tersebut satu-satunya di dunia pulau terluar berhadapan langsung dengan Malaysia yang merupakan ekosistem gambut.” ujarnya.

Baca: Sosialisasi Empat Pilar di Marpoyan Damai, Hendry Munief Dorong Warga Aktif Sampaikan Aspirasi

Dalam kesempatan yang sama, Perekayasa Utama Pusat Teknologi Rekayasa Industri Maritim Badan Pengkajian dan penerapan Teknologi (BPPT) Aloysius Bagio Widagdo, menyampaikan ada 2 opsi pengendalian abarasi yaitu pertama, Hard Structure yang meliputi Breakwater Lepas Pantai Inti Batu dan Breakwater Tumpukan Batu Inti Geotube. Kedua, Soft Structure yang meliputi Off Shore Breakwater (pagar) Geotube, Rangka Bambu dan Building With Nature”. Tutur beliau dalam presentasinya.

“Dari riset yang telah dilakukan berdasarkan kajian lapangan, menghasilkan 3 rekomendasi yaitu konsep desain pengendalian abrasi pantai, pengelolaan ekosistem pesisir dan pantai yang berkelanjutan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” Tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) Isnadi Esman, yang hadir dalam FGD tersebut menyampaikan pandangan. Wilayah pesisir menjadi identitas dan tempat untuk bergantung hidup dan menjadi sumber kehidupan.

"Kerusakan mangrove akan mempercepat terjadinya kenaikan muka air laut ke wilayah darat yang berupa gambut (intrusi air laut) dan runtuhnya tebing-tebing atau bibir pantai di pinggir laut (abrasi). Hal ini akan menjadi ancaman kepada masyarakat yang bermukim dengan terganggunya ruang-ruang hidup masyarakat berupa kebun, ladang, sumber air dan permukiman” ungkap Isnadi. mt

Terkait
Pelunasan Biaya Haji Tahap Kedua Diperpanjang Hingga Akhir Januari 2026
Pelunasan Biaya Haji Tahap Kedua Diperpanjang Hingga Akhir Januari 2026
Pulihkan Pangan Nasional, Petani di Daerah Bencana Suma
Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Berbasis Link
KH Cholil Nafis Gantikan Prof Hasanudin sebagai Ketua B
Lainnya
Resmi Jadi Advokat, Ida Yulita Susanti: Profesi Advokat Sangat Mulia
Resmi Jadi Advokat, Ida Yulita Susanti: Profesi Advokat Sangat Mulia
Karang Taruna Riau Siap Bangkitkan Semangat dan Bentuk
Tekan Angka Penderita TB di Padang, Dinkes Lakukan Ini
TKN Jokowi-Ma'ruf: Cap Jempol itu Sama Sekali Tak Memil
Entertainment
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film SpongeBob SquarePants Meninggal Dunia
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film SpongeBob SquarePants Meninggal Dunia
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1
Pariwara
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Pj Wako Apresiasi Insan Pariwisata di Pekanbaru Majukan
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Pendidikan
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Sekda R
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Kadispo
Global
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M