Anggota Komisi VII DPR Hendry Munief Dorong PT. DI Bersaing dalam Industri Dirgantara Global

Mawardi Tombang
Senin, 8 Desember 2025 20:44:45

KANALSUMATERA.com - Bandung - Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menegaskan pentingnya penguatan daya saing pelaku industri nasional di level global. Salah satu yang berpeluang adalah PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI).

Hal itu disampaikan Hendry Munief saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Bandung, Senin (8/12/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kondisi perusahaan sekaligus menggali permasalahan yang selama ini menghambat perkembangan industri pesawat terbang nasional.

Hendry Munief menjelaskan bahwa Komisi VII DPR RI ingin memperoleh gambaran menyeluruh terkait tantangan yang dihadapi PT. DI.

“Sejumlah hal yang dipaparkan manajemen PT DI membuka ruang bagi pemerintah dan DPR untuk merumuskan langkah strategis, terutama terkait kebutuhan pendanaan dan kebijakan yang lebih mendukung keberlangsungan industri dirgantara kita,” ujarnya.

Baca: Pelunasan Biaya Haji Tahap Kedua Diperpanjang Hingga Akhir Januari 2026

Ia menilai dukungan pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, menjadi kunci dalam memperkuat sektor pertahanan dan industri strategis nasional.

Karena itu, solusi komprehensif diperlukan agar industri seperti PT DI dapat berkembang lebih optimal setelah puluhan tahun menghadapi berbagai hambatan struktural.

Hendry Munief mengungkapkan, Komisi VII DPR RI tengah mematangkan konsep Panca Daya Saing Industri, yang menjadi kerangka penguatan sektor industri nasional. Konsep tersebut disiapkan bersamaan dengan penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daya Saing Industri sebagai payung regulasi untuk memperbaiki ekosistem industri di berbagai sektor.

“Rumusan tersebut kelak dapat menjadi jawaban atas tantangan yang dihadapi pelaku industri, termasuk industri pesawat terbang di PT Dirgantara Indonesia,” ucapnya.

Baca: Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan untuk Penertiban Kawasan Hutan Nasional

Menurutnya, penyusunan kebijakan tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi harus menjadi langkah nyata yang memberikan kemudahan dan kepastian bagi dunia usaha.

Komisi VII, lanjut Hendry Munief, telah melakukan serangkaian kunjungan ke berbagai kawasan industri, mulai dari industri baja, otomotif, hingga kemaritiman. Kunjungan ke PT DI menjadi bagian dari upaya pemetaan menyeluruh terhadap problem industri nasional yang ternyata memiliki pola persoalan serupa.

Permasalahan utama yang kerap muncul, kata Hendry Munief, adalah soal permodalan dan regulasi yang belum berpihak pada peningkatan daya saing. Ia mencontohkan beberapa kebijakan yang justru menghambat geliat industri dalam negeri. Karena itu, revisi dan harmonisasi regulasi akan menjadi salah satu fokus utama penyusunan RUU Kawasan Industri.

Selain regulasi, Hendry Munief menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor. Penguatan industri tidak hanya menjadi tanggung jawab Komisi VII yang membidangi perindustrian, tetapi juga menjadi bagian kerja komisi lain yang menaungi sektor keuangan, ekonomi kreatif, UMKM, hingga perencanaan pembangunan nasional.

Baca: Pemerintah Dikritik Angkat SPPG sebagai PPPK, Koalisi Guru: Ini Menyakitkan!!!

“Keterlibatan Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Bappenas, serta kementerian teknis lainnya sangat penting agar regulasi dan kebijakan industrialisasi selaras, mulai dari perizinan, tata ruang, hingga strategi perdagangan dan investasi,” katanya.

Setelah seluruh rangkaian kunjungan selesai, Komisi VII akan menyusun pembahasan lanjutan bersama kementerian terkait. Komisi juga berencana menggelar rapat bersama lintas komisi DPR untuk memastikan RUU Kawasan Industri dan RUU Daya Saing Industri dapat disiapkan secara komprehensif.

Hendry Munief berharap PT Dirgantara Indonesia dapat meningkatkan kapasitas, kualitas, produktivitas, serta profitabilitas perusahaan. Ia menekankan bahwa industri strategis tidak boleh terus terbebani isu kerugian sebagaimana yang selama ini menimpa sejumlah BUMN.

Di akhir kunjungan, Hendry menegaskan bahwa Komisi VII DPR RI siap menjadi jembatan komunikasi lintas kementerian dan lembaga dalam menyelesaikan persoalan daya saing industri nasional. Ia berharap agenda penguatan industri, termasuk di sektor dirgantara, dapat menjadi bagian penting dari arah pembangunan pemerintahan ke depan. ***

Baca: Pulihkan Pangan Nasional, Petani di Daerah Bencana Sumatera akan Digaji oleh Pemerintah

Bandung - Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menegaskan pentingnya penguatan daya saing pelaku industri nasional di level global. Salah satu yang berpeluang adalah PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI).

Hal itu disampaikan Hendry Munief saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Bandung, Senin (8/12/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kondisi perusahaan sekaligus menggali permasalahan yang selama ini menghambat perkembangan industri pesawat terbang nasional.

Hendry Munief menjelaskan bahwa Komisi VII DPR RI ingin memperoleh gambaran menyeluruh terkait tantangan yang dihadapi PT. DI.

“Sejumlah hal yang dipaparkan manajemen PT DI membuka ruang bagi pemerintah dan DPR untuk merumuskan langkah strategis, terutama terkait kebutuhan pendanaan dan kebijakan yang lebih mendukung keberlangsungan industri dirgantara kita,” ujarnya.

Baca: Kadin: MBG Berpotensi Kerek Pertumbuhan PDB hingga 3,5 Persen

Ia menilai dukungan pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, menjadi kunci dalam memperkuat sektor pertahanan dan industri strategis nasional.

Karena itu, solusi komprehensif diperlukan agar industri seperti PT DI dapat berkembang lebih optimal setelah puluhan tahun menghadapi berbagai hambatan struktural.

Hendry Munief mengungkapkan, Komisi VII DPR RI tengah mematangkan konsep Panca Daya Saing Industri, yang menjadi kerangka penguatan sektor industri nasional. Konsep tersebut disiapkan bersamaan dengan penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daya Saing Industri sebagai payung regulasi untuk memperbaiki ekosistem industri di berbagai sektor.

“Rumusan tersebut kelak dapat menjadi jawaban atas tantangan yang dihadapi pelaku industri, termasuk industri pesawat terbang di PT Dirgantara Indonesia,” ucapnya.

Baca: Stok Beras Melimpah, Masyarakat bisa Beli Beras SPHP 5 Pack per Orang: Berlaku Februari

Menurutnya, penyusunan kebijakan tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi harus menjadi langkah nyata yang memberikan kemudahan dan kepastian bagi dunia usaha.

Komisi VII, lanjut Hendry Munief, telah melakukan serangkaian kunjungan ke berbagai kawasan industri, mulai dari industri baja, otomotif, hingga kemaritiman. Kunjungan ke PT DI menjadi bagian dari upaya pemetaan menyeluruh terhadap problem industri nasional yang ternyata memiliki pola persoalan serupa.

Permasalahan utama yang kerap muncul, kata Hendry Munief, adalah soal permodalan dan regulasi yang belum berpihak pada peningkatan daya saing. Ia mencontohkan beberapa kebijakan yang justru menghambat geliat industri dalam negeri. Karena itu, revisi dan harmonisasi regulasi akan menjadi salah satu fokus utama penyusunan RUU Kawasan Industri.

Selain regulasi, Hendry Munief menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor. Penguatan industri tidak hanya menjadi tanggung jawab Komisi VII yang membidangi perindustrian, tetapi juga menjadi bagian kerja komisi lain yang menaungi sektor keuangan, ekonomi kreatif, UMKM, hingga perencanaan pembangunan nasional.

Baca: Prabowo Rptimis Target 82,9 Juta Penerima Manfaat MBG Tercapai, 14 Kali Penduduk Singapura

“Keterlibatan Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Bappenas, serta kementerian teknis lainnya sangat penting agar regulasi dan kebijakan industrialisasi selaras, mulai dari perizinan, tata ruang, hingga strategi perdagangan dan investasi,” katanya.

Setelah seluruh rangkaian kunjungan selesai, Komisi VII akan menyusun pembahasan lanjutan bersama kementerian terkait. Komisi juga berencana menggelar rapat bersama lintas komisi DPR untuk memastikan RUU Kawasan Industri dan RUU Daya Saing Industri dapat disiapkan secara komprehensif.

Hendry Munief berharap PT Dirgantara Indonesia dapat meningkatkan kapasitas, kualitas, produktivitas, serta profitabilitas perusahaan. Ia menekankan bahwa industri strategis tidak boleh terus terbebani isu kerugian sebagaimana yang selama ini menimpa sejumlah BUMN.

Di akhir kunjungan, Hendry menegaskan bahwa Komisi VII DPR RI siap menjadi jembatan komunikasi lintas kementerian dan lembaga dalam menyelesaikan persoalan daya saing industri nasional. Ia berharap agenda penguatan industri, termasuk di sektor dirgantara, dapat menjadi bagian penting dari arah pembangunan pemerintahan ke depan. ***

Terkait
Tol Trans Sumatera Belum Selesai, Bapak ini Munculkan Wacana Kereta Api Trans Sumatera
Tol Trans Sumatera Belum Selesai, Bapak ini Munculkan Wacana Kereta Api Trans Sumatera
Waduh... Menhaj Akui Hadapi Banyak "Titipan Kepentingan
Update Bencana Sumatera per 31 Desember oleh BNPB: Korb
Menkeu Purbaya Sebut Ada Peluang Gaji ASN tahun 2026 Ba
Lainnya
Syahrul Aidi Dorong Penguatan Nilai Kebangsaan di Kabupaten Kuansing
Syahrul Aidi Dorong Penguatan Nilai Kebangsaan di Kabupaten Kuansing
Kapolsek Patumbak Tepis Rumor Tangkap Lepas Senilai Rp
Para Pelaku Pencuri Uang Rp 1,6 M Milik Pemprov Sumut,
Pemko Medan Terus Tertibkan Pedagang Kaki Lima
Politik
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Minta Segera Realisasikan APBD 2026
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Minta Segera Realisasikan APBD 2026
Hadiri Rakerda DPD PKS Inhu dan Inhil, Syahrul Aidi: Pe
Bipeka PKS Riau dan Pekanbaru Gelar Senam dan Cek Keseh
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Nasional
Pelunasan Biaya Haji Tahap Kedua Diperpanjang Hingga Akhir Januari 2026
Pelunasan Biaya Haji Tahap Kedua Diperpanjang Hingga Akhir Januari 2026
Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan untuk Penertiban Kawa
Pemerintah Dikritik Angkat SPPG sebagai PPPK, Koalisi G
Daerah
Wako Pekanbaru Puji Kampus PCR, Berharap Bantu Bangun Pekanbaru Khususnya Sektor Teknologi
Wako Pekanbaru Puji Kampus PCR, Berharap Bantu Bangun Pekanbaru Khususnya Sektor Teknologi
Pemkab Rohil Tata Ulang Wajah Bagansiapiapi, PKL Menggu
Bupati Kasmarni Apresiasi AKBP Budi Setiawan, Sambut Ka
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini