Anggotanya Dituding terlibat Kematian Pendeta Yeremias, TNI: Sah-sah Saja Diduga

Mawardi Tombang
Selasa, 3 November 2020 09:44:48

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Kepala Penerangan Komando Wilayah Gabungan Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi I Gusti Nyoman Suriastawa tak mau berpolemik soal tudingan anggota TNI terlibat dalam kematian Pendeta Yeremias Zanambani di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua, pada 19 Oktober 2020 lalu. Suriastawa meminta agar bukti nyata keterlibatan itu ditunjukkan.

"Sah-sah saja bilang terduga karena belum ada bukti kuat, dan saat ini sedang dilakukan pendalaman oleh TGPF terhadap masalah ini, sehingga sebaiknya kita tunggu hasil nyatanya," ujar Suriastawa, saat dikonfirmasi, Senin, 2 November 2020. Dia mengatakan itu menanggapi hasil temuan Komnas HAM yang menduga ada keterlibatan anggota TNI dalam kematian Pendeta Yeremias Zanambani.

Suriastawa mengatakan TNI sangat menghargai rekomendasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dan juga temuan pihak lain seperti Komnas HAM dan Tim Kemanusiaan Papua. Suriastawa menjanjikan adanya sanksi tegas, jika memang keterlibatan TNI dalam kematian itu benar-benar dapat dibuktikan.

"Kalau memang terbukti ada oknum aparat terlibat, maka TNI akan menindak tegas terhadap oknum aparat tersebut sesuai hukum yang berlaku," ucap dia.

Baca: HNW Tegaskan Label ‘No Pork No Lard’ Bukan Jaminan Produk Halal

Ia pun mengatakan sejak beberapa hari yang lalu, Tim Investigasi TNI AD telah terjun di lapangan sebagai tindak lanjut rekomendasi TGPF.

Meski begitu, Suriastawa juga mengingatkan bahwa rangkaian kejadian di Intan Jaya sejak 14 hingga 19 September 2020, telah menelan 5 korban jiwa, yakni 3 warga sipil, termasuk Pendeta Yeremia dan 2 anggota TNI.

"Seperti rekomendasi TGPF, TNI mendukung pengusutan tuntas seluruh kasus ini. Jangan hanya fokus pada 1 kasus dan mengesampingkan kasus lainnya, karena ini adalah satu rangkaian kejadian," tambah Suriastawa.

Ia mengatakan jangan sampai seluruh fakta dari rangkaian kejadian ini dikesampingkan. Suriastawa mengatakan hal itu akan mengaburkan masalah yang paling mendasar. "Yaitu keberadaan gerombolan kriminal bersenjata, sumber masalah di Papua ini," kata dia.

Baca: Xanana Gusmao Temui Jokowi di Solo, Suasana Hangat Diwarnai Lagu Bengawan Solo

sumber: tempo.co




Terkait
Polda Metro Sebut Jakarta Tetap Aman, Aktivitas Warga Berjalan Normal
Polda Metro Sebut Jakarta Tetap Aman, Aktivitas Warga Berjalan Normal
Syahrul Aidi Apresiasi Putusan MK Soal Kuota Internet,
Kemenag Uji Coba Sistem Gaji Terintegrasi, Update Data
Jaga Kedaulatan Negara, Komarudin Watubun Dorong Pemben
Lainnya
Hendry Munief Tekankan Pelaku UMKM Implementasikan Ekonomi Pancasila
Hendry Munief Tekankan Pelaku UMKM Implementasikan Ekonomi Pancasila
Rumah Yatim Bantu Bapak Senen, Lansia Pra Sejahtera Ria
Muswil IPM Sumbar ke-21 Ratusan Pelajar Muhammadiyah Ak
Awal Tahun, Puluhan Hektare Lahan di Riau Terbakar
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Politik
Poltracking Rilis Survei Terbaru, Gerindra Unggul Jauh dari PDIP dan Golkar
Poltracking Rilis Survei Terbaru, Gerindra Unggul Jauh dari PDIP dan Golkar
Bawaslu Kampar Perketat Pengawasan Pemutakhiran Data Pa
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fr
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Hukum
Kasus Chromebook, Hukuman Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun Penjara
Kasus Chromebook, Hukuman Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun Penjara
Tiga Hakim MK Soroti Verifikasi Syarat Pendidikan Gibra
RUU Perampasan Aset Dibahas, Advokat Soroti Integritas
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Pendidikan
Witama School Ikut Semarakkan Panggung Amal untuk 10 Panti di Mall SKA Pekanbaru
Witama School Ikut Semarakkan Panggung Amal untuk 10 Panti di Mall SKA Pekanbaru
Prabowo Bentuk Tim Khusus Pendidikan Gratis, Pratikno P
Prabowo Izinkan Dana BOS Dipakai Bayar Gaji Guru Non-AS