Fadli Zon Dorong Indonesia Jadi Pusat Kebudayaan Dunia, Kekayaan Nusantara Jadi Modal Utama
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mendorong Indonesia memperkuat perannya sebagai pusat kebudayaan dunia. Kekayaan budaya, keberagaman suku bangsa, bahasa daerah, serta warisan sejarah yang tersebar di berbagai wilayah menjadi modal strategis untuk meningkatkan posisi Indonesia di tingkat internasional. Minggu (18/10/2026).
Indonesia memiliki keragaman budaya yang luas, mulai dari tradisi masyarakat, kesenian, bahasa daerah, hingga peninggalan arkeologi yang merekam perjalanan panjang peradaban Nusantara.
Potensi tersebut dinilai perlu diimbangi dengan upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya secara berkelanjutan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas bangsa.
Baca: BMKG Peringatkan 15 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Riau Wajib Waspada
Kekayaan Budaya Nusantara Jadi Kekuatan Indonesia
Fadli Zon menilai keberagaman budaya Indonesia merupakan keunggulan yang dapat dikembangkan untuk memperkuat posisi negara dalam percaturan kebudayaan global.
Baca: Prabowo Undang Jokowi ke Kertanegara, Ajudan Ungkap Pertemuan Dua Jam
Dengan lebih dari 17.000 pulau, sekitar 1.340 suku bangsa, dan ratusan bahasa daerah, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang menjadi fondasi penting bagi pengembangan diplomasi kebudayaan.
Keberagaman tersebut bukan hanya bagian dari identitas nasional, melainkan juga peluang untuk memperkenalkan nilai-nilai, tradisi, dan karya budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Karena itu, pengelolaan warisan budaya membutuhkan keterlibatan pemerintah, komunitas budaya, akademisi, serta generasi muda agar kekayaan tersebut tetap terpelihara dan terus berkembang.
Baca: Orang Tua Penerima MBG Berpeluang Dapat Bedah Rumah dan Rumah Subsidi
Pelestarian Sejarah dan Penguatan Museum
Selain keberagaman budaya, pelestarian situs bersejarah dan penguatan peran museum menjadi bagian penting dalam memperkenalkan perjalanan peradaban Indonesia.
Baca: Wabup Kampar Dorong PSEL Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Museum dapat berfungsi sebagai pusat edukasi, dokumentasi sejarah, serta ruang untuk memahami perkembangan masyarakat dari masa ke masa. Pengelolaan yang semakin baik diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat, terutama generasi muda, terhadap sejarah bangsa.
Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital juga membuka peluang untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi kebudayaan. Dokumentasi dan pencatatan warisan budaya menjadi langkah penting agar kekayaan tradisi Indonesia dapat dikenal lebih luas dan terlindungi untuk masa depan.
Diplomasi Budaya untuk Memperkuat Posisi Indonesia
Baca: Karyawan Akui Pinjamkan KTP dan ATM demi Uang, Sidang Korupsi Klaim BPJS Ungkap Modus Baru
Upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat kebudayaan dunia juga berkaitan dengan penguatan diplomasi budaya. Melalui pertukaran budaya, pameran, festival, karya seni, dan promosi warisan sejarah, Indonesia memiliki kesempatan memperluas hubungan dengan berbagai negara.
Pengembangan kebudayaan juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya. Namun, pemanfaatan tersebut perlu tetap memperhatikan pelindungan nilai sejarah, keaslian tradisi, serta kepentingan masyarakat pemilik budaya.
Baca: Zulhas Bantah Isu Pengadaan Kipas Kopdes Rp1,8 Triliun, Sebut Angka Disalahartikan
Dengan potensi yang dimiliki, Indonesia mempunyai peluang besar untuk meningkatkan pengaruhnya di bidang kebudayaan internasional. Upaya tersebut memerlukan strategi berkelanjutan agar kekayaan budaya Nusantara tidak hanya dikenal dunia, tetapi juga tetap terjaga sebagai warisan bagi generasi mendatang. (SM)
