'Awan Ombak Besar' di Makassar Bikin Heboh

Islami
Rabu, 2 Januari 2019 20:15:18
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Langit Makassar di awal Januari 2019 bikin heboh warga. Pasalnya, awan-awan di langit itu membentuk ombak besar bergulung-gulung.

Dari video dan foto yang beredar, tampak awan hitam menggantung di langit Makassar pada 1 Januari 2019.

"Itu awan yang seperti ombak yang berada di atas bandara kemarin," kata salah seorang pegawai bandara, Ety, saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (2/1/2019).

Usut punya usut, saat itu ternyata langit Makassar ditutupi awan berjenis kumulonimbus sepanjang 18 kilometer. Awan hitam ini sempat terlihat menggantung di atas Bandara Sultan Hasanuddin, Sulsel, pada 1 Januari kemarin. Awan ini terlihat sangat dekat dengan bandara.

Baca: Guru PPPK Dapat Kepastian Status, Ketua DPD Soroti Peluang Jadi PNS 2027

"Itu awan jenisnya kumulonimbus dan biasanya sering terbentuk saat musim hujan," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Hasanuddin, Purwanto.

Purwanto mengatakan awan ini bergerak dari arah laut Makassar dan kemudian berkumpul di atas bandara dan terlihat sangat jelas. Dikatakannya, cuaca pada saat awan ini berkumpul terjadi hujan ringan dan angin bertiup sekitar 3 knot.

Tidak hanya itu, berdasarkan analisis Purwanto, lebar awan komulonimbus ini mencapai 14 kilometer dan puncak awan setinggi 5.000 meter. Oleh karena itu, pesawat yang masuk dan keluar Bandara Sultan Hasanuddin akan berada di sekitar awan ini selama 10 menit.

"Masuk ke darat mengarah ke bandara dimensi panjangnya sekitar 18 km. Sementara jaraknya dari permukaan tanah ke dasar awan sejauh 500 meter," ungkapnya.

Baca: Kemhan Siapkan Satu Yon TP dan Dua Batalyon Komcad di Setiap Kabupaten/Kota

Awan kumulonimbus hitam yang membentuk ombak besar sepanjang 18 km itu ternyata sempat mengganggu penerbangan. Saat itu, ada lima pesawat yang berputar-putar menunggu cuaca membaik.

"Kalau mengganggu, iya, sangat mengganggu. Pesawat berputar-putar di atas langit sekitar 15 menit dan saat sudah terbuka, maka pesawat kemudian bisa landing," kata General Manager Airnav Makassar Novy Pantaryanto. iin



Terkait
Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Kemendagri dan BGN Perkuat Kolaborasi, Pemda Diminta Ma
Istana Jelaskan Alasan Kenaikan Tukin TNI dan Pegawai K
Kolaborasi Film Nasional Kian Menguat, Hendry Munief Do
Lainnya
Miris... Warga Balam Jaya Kampar Temukan Bayi Menangis di Semak Jalan Pekanbaru-Bangkinang
Miris... Warga Balam Jaya Kampar Temukan Bayi Menangis di Semak Jalan Pekanbaru-Bangkinang
Ribuan Ubur-ubur Terdampar Di Pantai Sungai Pinang Sumb
Budi Karya Sumadi
Horee.. MA Gugurkan Batas Usia Pelamar CPNS Eks Guru Ho
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Pendidikan
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan