Balitbang Kemendagri Soroti Serapan APBD Rendah, Ternyata ini Penyebabnya..

Mawardi Tombang
Rabu, 3 Maret 2021 13:15:08

KANALSUMATERA.com - JAKARTA - Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi dan kabupaten/kota yang rendah berakibat tidak maksimalnya pelayanan kepada masyarakat. Fenomena ini terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh kepala Badan Litbang (Balitbang) Kemendagri, Agus Fatoni yang menjelaskan ada enam faktor yang menyebabkan realisasi APBD yang terlambat.

"Setidaknya ada enam faktor yang diduga menyebabkan keterlambatan dalam realisasi APBD," ujar Fatoni dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi pada Rabu (3/3/2021).

Dia melanjutkan, ke enam faktor tersebut ialah pertama keterlambatan penetapan Peraturan Daerah (Perda) terkait APBD, keterlambatan kontrak pekerjaan, dan keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Kemudian kedua, ketidaksediaan dana, keterlambatan pencairan, dan masalah sumber daya manusia (SDM).

Baca: Pramono Soroti Batu Bara di Bodetabek, Sumber Polusi Jakarta Sulit Dikendalikan

Hal itu ia sampaikan berdasarkan hasil kajian bersama dengan pakar dan pemerintah provinsi, kabupaten/kota secara daring pada hari Jumat (26/02/2021) dan Senin (1/03/2021) yang lalu. Berbagai temuan sementara tersebut kemudian akan didalami oleh Kemendahri, termasuk mencari solusinya.

Sementara itu di sisi yang lain, Kepala Pusat Litbang Pembangunan dan Keuangan Daerah Balitbang Kemendagri, Sumule Tumbo, menjelaskan lebih lanjut sejumlah temuan sementara Balitbang Kemendagri tersebut. Salah satunya terkait dengan keterlambatan penetapan Perda terkait APBD.

Sumule menyebutkan, sejumlah regulasi telah mengatur penyusunan APBD, termasuk sanksi yang diterima daerah bila terlambat mengesahkan APBD sesuai jadwal. Bahkan, kata Sumule, Kemendagri setiap tahunnya juga telah mengeluarkan Permendagri tentang pedoman penyusunan APBD.

Pedoman itu dapat menjadi landasan pemerintah daerah dalam melakukan penyusunan sehingga baik pemerintah daerah maupun DPRD dapat menyusun dan menetapkan APBD sesuai waktu yang ditentukan.

Baca: Ketua MPR Ahmad Muzani: MBG Bukan Sekadar Makanan, tapi Investasi Generasi Emas 2045

“Secara regulasi saya kira lengkap dan tegas menjadi landasan semua pemerintah daerah untuk tepat waktu menetapkan perda APBD,” kata Sumule lagi.

Pakar dari Universitas Indonesia, Deddi Nordiawan, menjelaskan, banyak yang dapat dijadikan ukuran kualitas pengelolaan keuangan daerah, salah satunya adalah realisasi APBD. Dia menyebutkan, APBD merupakan alat fiskal yang menentukan kesejahteraan rakyat yang pelaksanaannya dipengaruhi oleh kecepatan dan ketepatan realisasinya.

Berdasarkan data realisasi anggaran dari Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2019, a banyak provinsi dan kabupaten/kota yang realisasi belanjanya di bawah 85 persen. SBahkan, pada 2020, sebagian besar provinsi realisasi belanjanya di bawah rata-rata nasional, yaitu 83,59 persen.



Terkait
Utang Program MBG Capai Rp1,6 Triliun, BGN Minta Maaf dan Janji Lunasi pada 2026
Utang Program MBG Capai Rp1,6 Triliun, BGN Minta Maaf dan Janji Lunasi pada 2026
Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, DPR Minta Pemer
Hendry Munief Dorong Penguatan Industri Film Nasional d
Walau sudah Didukung Rudal MICA, Pemerintah Batal Beli
Lainnya
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kampar Ke-76 Tahun 2026, Terlaksana Dengan Khidmat Dan Sukses
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kampar Ke-76 Tahun 2026, Terlaksana Dengan Khidmat Dan Sukses
11 ABK asal Kepri Ditetapkan sebagai Tersangka kasus Pa
Banjir Pekanbaru Akan Diselesaikan Bersama, Syahrul Aid
Nasdem: Kartu Prakerja Sangat Mungkin
Nasional
Perpres 82/2026 Terbit, Kopdes Merah Putih Dikebut Beroperasi di Desa
Perpres 82/2026 Terbit, Kopdes Merah Putih Dikebut Beroperasi di Desa
Puluhan Ribu Buruh Konvoi Motor Padati Jalan Sudirman,
Daratan Baru 30,3 Hektare Muncul Dekat Anak Krakatau, I
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Pendidikan
Witama School Ikut Semarakkan Panggung Amal untuk 10 Panti di Mall SKA Pekanbaru
Witama School Ikut Semarakkan Panggung Amal untuk 10 Panti di Mall SKA Pekanbaru
Prabowo Bentuk Tim Khusus Pendidikan Gratis, Pratikno P
Prabowo Izinkan Dana BOS Dipakai Bayar Gaji Guru Non-AS
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T