Banyak Koruptor Ajukan PK, KPK: Harusnya MA Beri Perhatian Khusus

Mawardi Tombang
Kamis, 7 Januari 2021 08:33:46

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi menilai fenomena sejumlah narapidana korupsi yang mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung menjadi perhatian khusus. Apalagi, tak sedikit yang mengajukan PK akhirnya dikabulkan oleh MA.

"Dengan banyaknya para koruptor mengajukan upaya hukum PK akhir-akhir ini seharusnya MA dapat membacanya sebagai fenomena yang harus menjadi perhatian khusus, " kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis pada Rabu, 6 Januari 2021.

KPK khawatir jika fenomena pengajuan PK ini semakin marak, maka tingkat kepercayaan masyarakat atas lembaga peradilan akan terus menurun, sehingga upaya pemberantasan korupsi yang sedang dilakukan tidak membuahkan hasil.

Ali menyarankan, apabila memang banyak koreksi terhadap putusan perkara korupsi, MA seharusnya menjadikan pembinaan teknis peradilan bagi hakim perkara korupsi menjadi fokus.

Baca: 8 Orang Hilang Saat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Polri dan Wartawan Gelar Doa Bersama


Meski begitu, Ali menyadari bahwa pengajuan PK merupakan hak terpidana yang diatur dalam hukum acara pidana. "Sebagai penegak hukum, KPK menghormati setiap putusan majelis hakim, baik di tingkat pertama sampai upaya hukum luar biasa, PK," kata dia.

KPK mencatat ada 50 terpidana korupsi yang mengajukan PK hingga Oktober 2020. Terbaru adalah Zumi Zola. Ia mengajukan PK atas vonis 6 tahun terkait kasus suap dan gratifikasi.

Baca: Istana Jelaskan Alasan Kenaikan Tukin TNI dan Pegawai Kemhan Lewat Perpres Baru

Sumber: tempo.co



Terkait
Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, DPR Minta Pemerintah Evaluasi Sistem Asrama
Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, DPR Minta Pemerintah Evaluasi Sistem Asrama
Anggota DPR Usulkan Pelatihan Calon Manajer Kopdes Teta
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat Puji Pelaksanaan
Jelang Masuki Ramadan, Pemulihan Listrik di Aceh Berjal
Lainnya
Teken MoU, SMK Muti Pekanbaru dan Unilak Jalin Kerjasama Majukan Pendidikan di Riau
Teken MoU, SMK Muti Pekanbaru dan Unilak Jalin Kerjasama Majukan Pendidikan di Riau
Pada Paripurna LKPj 2020, DPRD Pekanbaru Soroti Penurun
Duduk Lebih Dari 6 Jam Sehari Bisa Picu Diabetes
Imigrasi Batam Tolak 89 WNA Masuk Batam, Dari Negara in
Pendidikan
Witama School Ikut Semarakkan Panggung Amal untuk 10 Panti di Mall SKA Pekanbaru
Witama School Ikut Semarakkan Panggung Amal untuk 10 Panti di Mall SKA Pekanbaru
Prabowo Bentuk Tim Khusus Pendidikan Gratis, Pratikno P
Prabowo Izinkan Dana BOS Dipakai Bayar Gaji Guru Non-AS
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Nasional
Perpres 82/2026 Terbit, Kopdes Merah Putih Dikebut Beroperasi di Desa
Perpres 82/2026 Terbit, Kopdes Merah Putih Dikebut Beroperasi di Desa
Puluhan Ribu Buruh Konvoi Motor Padati Jalan Sudirman,
Daratan Baru 30,3 Hektare Muncul Dekat Anak Krakatau, I
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I