Benny Rhamdani Minta Jajaran BP2MI Tak Khianati Kepercayaan PMI

Mawardi Tombang
Senin, 11 Desember 2023 18:08:53

KANALSUMATERA.com -Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani melakukan pembekalan dan pelepasan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI). Sebanyak 613 PMI diberangkatkan untuk bekerja di Korea Selatan (Korsel) dengan skema G to G.

Dalam kesempatan itu, Benny kembali mengingatkan jajarannya untuk tak menyakiti hati rakyat, khususnya pekerja migran. Sebab sudah banyak yang mereka berikan kepada bangsa, salah satunya devisa yang sangat besar.

"Saya ingin jajaran saya, mereka yang hari ini memimpin di kementerian/lembaga mana pun, tahu diri dikit deh jangan sombong dengan pangkat dan jabatan yang tinggi, gelar akademik yang panjang," ujar Benny dalam pidatonya di eL Hotel Royale Jakarta, Senin (11/12/2023).

"Tapi kalau mental Anda koruptif, Mental Anda maling, mental Anda khianat pada rakyat maka Anda tidak layak menjadi pemimpin di republik ini, siapa pun dia," imbuh Wakil Ketua Umum Hanura itu.

Baca: Pegawai Program MBG Langsung Diangkat Jadi PPPK, Jangan Sampai Guru Pengabdi Lama Tersisih

Adapun salah satu wujud dirinya menjalankan amanat dari rakyat, termasuk pekerja migran dengan sebaik-baiknya, caranya dengan terbuka soal penghasilan sebagai pejabat.

"Saya terima gaji tiap bulan. Dan saya terbiasa terbuka, saya tiga periode di DPR, provinsi, saya terbiasa terbuka dengan gaji saya," kata Benny.

Menurut Benny, dengan gaji sebagai pejabat yang ia terima setiap bulannya, takkan mungkin dirinya bisa kaya-raya. Jika mendadak kaya-raya, kata dia pasti ada penyelewengan.

"Kalau tiba-tiba Benny Rhamdani kaya raya selama tiga tahun, empat tahun tiba-tiba dia beli rumah dimana. Ayo rakyat kontrol saya, pasti korupsi (kalau tiba-tiba saya kaya raya)," kata Benny.

Baca: Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan untuk Penertiban Kawasan Hutan Nasional

"Karena gaji saya sebagai Kepala Badan untuk mendapatkan itu semua nggak akan mungkin. Gaji saya Rp5 juta, menteri juga sama Rp5 juta. Bedanya apakah mereka pernah mengumumkan ke publik gaji mereka?" imbuhnya.

Benny mengakui, ditambah tunjangan jabatan yang ia peroleh, total penghasilannya sebagai Kepala BP2MI cukup besar. Namun uang tersebut takkan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, apalagi gaya hidup.

Walau demikian, Benny mengaku terbiasa dengan kondisi itu. Menurut dia, situasi tersebut lebih terhormat daripada menjadi pencuri uang rakyat apalagi PMI.

"Tunjangan saya besar sebagai Kepala Badan, Rp26 juta ditambah Rp5 juta, Rp21 juta. Anak saya empat, satu masih sekolah SMP, tiga mahasiswa, biaya makan? Nggak akan cukup kita bermimpi membela sesuatu, apalagi hal-hal yang mewah, membeli tambahan mobil," beber dia.

Baca: Kadin: MBG Berpotensi Kerek Pertumbuhan PDB hingga 3,5 Persen

"Kalau dikejar-kejar leasing, kartu kredit sudah sering. Pak Gatot saksinya tuh, hampir saya urus kartu kredit nggak dikasih karena ada BI checking. Saya punya BI checking, nggak apa-apa, biasa, yang terhina itu kalau kita maling, korupsi," sambungnya.

Benny mengaku bersyukur atas segala hal yang ia terima selama menjadi Kepala BP2MI. Mulai dari pendapatan, rumah dan kendaraan dinas, yang ia dapat. Karena itu, kata dia, tak ada alasan untuk berkhianat atau tak bekerja dengan sebaik-baiknya, membela kepentingan PMI.

"Rakyat itu kurang baik apa? 'Lu kerja ya buat gua, gajinya nggak perlu mikir, tiap bulan gua bayarin. Lu mau kemana-mana gua kasih mobil dinas'. Wah keren. Kepala Badan mobil dinasnya kayak menteri, Alphard. Eselon I Camry, Eselon II Fortuner, 'emangnya itu dari nenek moyang lu?' saya katakan. Enggak," jelas Benny.

"Demi Allah, gaji yang dimakan anak-istri kita tiap bulan di rumah, mobil dinas, rumah dinas, demi Allah itu diberikan rakyat termasuk pekerja migran Indonesia. Jadi kalau ada yang kerja nggak bener, siapa pun mereka, dia jahat, dia zalim kepada rakyat. Kalau didoain rakyat masuk neraka, gampang masuknya. Cuma rakyat baik, nggak mau juga doain yang gitu-gituan kan," tutup Benny mengakhiri pernyataannya. ***

Terkait
Waduh... Menhaj Akui Hadapi Banyak
Waduh... Menhaj Akui Hadapi Banyak "Titipan Kepentingan" di Balik Layanan Haji 2026
Ketua BKSAP DPR RI Kecam Tindakan AS Tangkap Presiden V
Update Bencana Sumatera per 31 Desember oleh BNPB: Korb
Menkeu Purbaya Sebut Ada Peluang Gaji ASN tahun 2026 Ba
Lainnya
Kepala BNPB Apresiasi Pengendalian Covid-19 di Batam
Kepala BNPB Apresiasi Pengendalian Covid-19 di Batam
Hendry Munief: Bangun Indonesia, Kader PKS Harus Bersah
Pemko Medan Siap Dukung Percepatan Pembangunan Provinsi
Aksi Murid Tantang Guru Berkelahi, Apa Kabar Revolusi M
Daerah
Seleksi Komisaris PT. SPR Diperpanjang, ini Catatan Anggota Komisi III DPRD Riau
Seleksi Komisaris PT. SPR Diperpanjang, ini Catatan Anggota Komisi III DPRD Riau
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu M
Bupati Zukri  dan Tim Patroli Tinjau Kebakaran Lahan T
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Hukum
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lo
Bupati Kampar Fasilitasi Penyelesaian Konflik Desa Koto
Budaya
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Festival Subayang 2023, Ini Jadwal dan Konsepnya
Global
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Politik
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Saat Sosialisasi Empat Pilar, Syahrul Aidi Maazat Inisi
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Syahrul Aidi Gandeng In