Edwin Pratama Dukung Langkah Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan

Mawardi Tombang
Selasa, 13 Agustus 2019 11:12:21

PEKANBARU, KANALSUMATERA.com - Hamparan lahan perkebunan sawit di Provinsi Riau ternyata banyak yang masih berstatus ilegal. Tak tanggung-tanggung, berdasarkan hasil temuan tim monitoring DPRD Riau dan KPK jumlahnya mencapai 1,2 juta Hektare.

Perusahaan pemilik kebun sawit yang tidak mengantongi izin tersebut disinyalir menjadi salah satu pemicu terjadinya kebakaran lahan. Pemerintah Provinsi Riau sendiri berencana akan menertibkan keberadaan perusahaan perkebunan sawit yang tidak memiliki izin.

Seperti yang disampaikan Gubernur Riau Syamsuar, Senin (12/8) lalu kepada sejumlah wartawan, bahwa dirinya telah mengantongi sejumlah sejumlah nama-nama perusahaan yang tidak memiliki izin tersebut.

Hal ini membuat sebagian kalangan di Provinsi Riau turut mendukung langkah yang akan dilakukan Pemprov Riau.

"Kebakaran lahan dan hutan sudah seperti event tahunan yang sangat tidak baik, perlu ada sanksi tegas seperti apa yang disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan kemarin, dengan menertibkan dan memberi sanksi terhadap perusahaan - perusahaan yang terbukti lalai apalagi sengaja membakar, tentu hal itu akan menjadi solusi konkrit terhadap penanganan kebakaran lahan di Riau yang kita cintai. Dengan adanya langkah tersebut, kita yakin hal ini minim akan terulang ditahun mendatang. Dan Pemerintah Provinsi harus mengumumkan ke publik mana saja yang sudah dikerjakan." kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI terpilih asal Riau, Edwin Pratama Putra.

Baca: Fadli Zon Dorong Indonesia Jadi Pusat Kebudayaan Dunia, Kekayaan Nusantara Jadi Modal Utama

Dirinya menambahkan, Pemprov Riau harus jeli dalam upaya penertiban ini. Kata dia, bukan tidak mungkin masyarakat secara pribadi maupun kelompok, juga ada yang belum memiliki izin membuka perkebunan kelapa sawit.

"Yang diutamakan itu menangkap 'ikan pausnya' dahulu, seperti yang disampaikan Pak Gubernur, kita tunggu "action" beliau dalam masa kepemimpinannya sekarang, kita semua mesti dukung Pak Gubernur dalam mengambil keputusan tegas. Kalau seperti petani - petani yang membuka lahan kecil - kecilan saya rasa kita semua bisa mengukur sejuah mana dampaknya. Paling mereka tetap dipantau saja jangan sampai membakar lahan secara masif." tambah Senator Muda tersebut.

Selain itu, ia berpandangan perusahaan - perusahaan resmi juga tidak boleh lengah dalam hal pengawasannya. Ini sebagai bentuk pencegahan terjadinya kebakaran lahan yang menyebabkan kabut asap di Riau.

"Kita sangat mendukung jika nantinya upaya Pemprov Riau ini dilanjutkan dengan penindakan tegas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, berupa pencabutan izin kepada perusahaan-perusahaan resmi yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan," tegasnya. (Rls)



Terkait
Wabup Kampar Dorong PSEL Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Wabup Kampar Dorong PSEL Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
APBN Dipastikan Biayai Sekolah Rakyat, Purbaya Tegaskan
Istana Jelaskan Alasan Kenaikan Tukin TNI dan Pegawai K
Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, DPR Minta Pemer
Lainnya
Bupati Kepulauan Meranti Lantik Pejabat Baru, Ini Daftarnya..
Bupati Kepulauan Meranti Lantik Pejabat Baru, Ini Daftarnya..
Pencairan Awal Anggaran Pilkada Serentak 2020 di Bintan
Ketahuan Jadi Mata-mata Aksi Pencurian, Jefri Ronaldo N
Open Road Race Tapak Lapan Kampar Championship 2019 Seg
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Hukum
Empat Jam Diburu Polisi, Dua Terduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kampar Ditangkap
Empat Jam Diburu Polisi, Dua Terduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kampar Ditangkap
Hasto PDIP Sebut Dugaan Penyadapan Prabowo oleh Listyo
UGM Tegaskan Hormati Proses Hukum Usai Jokowi Tunjukkan
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan