Hadirnya Tol Trans Jawa Tak Pengaruhi Penurunan Biaya Logistik

Islami
Kamis, 14 Februari 2019 21:12:11
Tol Trans Jawa

KANALSUMATERA.com - Hadirnya jalan Tol Trans Jawa disebut tidak mempengaruhi penurunan biaya logistik. Tarif tol yang dinilai mahal menyebabkan truk-truk besar pengangkut logistik enggan melintas di jalan tol.

Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan Komisi VI DPR RI di rest area Km 519, Sragen, Kamis (14/2/2019). Jalan tol paling banyak dilintasi oleh mobil pribadi hingga truk dan bus kecil yang jumlahnya mencapai 90 persen.

"Seperti di ruas Solo-Ngawi ini truk besar hanya 0,8 persen yang lewat. Dalam hal ini jalan tol belum memberikan suatu nilai tambah terkait dengan logistik," kata ketua rombongan, Martri Agoeng saat kunjungan.

Menurutnya, manfaat lebih dirasakan oleh kendaraan umum seperti bus kecil yang sekarang dikategorikan sebagai golongan I. Adapun tarif golongan I ialah Rp 1.000 per km, golongan II sebesar Rp 1.500 per km dan golongan III ialah Rp 2.000 per km.

Baca: Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Pimpin Sertijab Pejabat Strategis, Perkuat Soliditas Satuan

"Kalau truk logistik kan tidak membutuhkan kecepatan, jadi tidak masalah kalau tidak lewat tol. Tapi kalau tol murah ya lewat tol. Beda dengan bus yang butuh cepat, jadi banyak yang masuk tol, apalagi mereka masuk golongan I," ujar politisi PKS itu.

Namun dia tidak menampik bahwa tarif tol saat ini masih dalam tataran rasional. Apalagi jika dibandingkan dengan nilai investasi yang besar.

Seperti dikutip dari detikcom, permasalahan saat ini, menurutnya hanya bersifat psikologis publik. Banyak masyarakat yang membandingkan jalan tol baru ini dengan jalan tol lama, seperti Jagorawi.

"Sebelum ini kan di kota-kota besar yang jalan tolnya sudah lama, seperti di Jagorawi itu Rp 6.500 jaraknya 40 km. Jadi kita merasa sudah murah banget, tapi begitu masuk sini kok terasa mahal," ujarnya.

Baca: Sosialisasi Empat Pilar di Marpoyan Damai, Hendry Munief Dorong Warga Aktif Sampaikan Aspirasi

"Kalau dari sisi investasi, hitungan rasio bisnisnya enggak mahal. Cuman kita masalah psikologis publik yang harus bisa disampaikan bahwa ini enggak mahal," kata dia.

Martri mengaku akan kembali mengkalkulasi tarif jalan tol dengan pihak terkait. Komisi VI akan meminta tarif diturunkan jika memungkinkan.

"Kami harus kalkulasi lagi total investasi nyata di seperti apa variabel apa saja, apakah nanti bisa diturunkan lagi. Atau mungkin tarif di tahun pertama dibuat jangan mahal-mahal dulu biar masyarakat mau masuk. Setelah itu naik jadi Rp 1.000 sudah enggak terasa," pungkasnya.

Selain itu DPR, pengamat ekonomi Faisal Basri juga menilai, infrastruktur tol yang gencar dibangun pemerintahan Presiden Jokowi kurang efektif menekan biaya logistik secara nasional. Menurutnya, ongkos logistik akan turun jika barang-barang diangkut lewat laut.

Baca: Penyandang Disabilitas dan Lansia Segera dapat MBG, Tahap Awal 400 Ribu Orang

Sebab itu, transportasi laut seharusnya lebih diperkuat.

"Kenapa mahal karena semua diangkut truk, dan truk semakin kukuh di bangunan Tol Trans Sumatera dan Jawa. Semua lewat truk diangkutnya. Truk itu cuma 10 ton. Jadi ongkos angkut per kg mahal banget," katanya dalam diskusi bertema Pemanasan Debat Capres Kedua: Tawaran INDEF untuk Agenda Strategis Pembangunan SDA dan Infrastruktur di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Faisal melanjutkan, ongkos logistik akan turun dengan kapal laut. Dia bilang, kapal laut bisa membawa muatan yang lebih banyak. Selain itu, bisa menjangkau ke berbagai kepulauan di Indonesia. iin

Terkait
Hendry Munief Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi dan Evaluasi Serius KUR KIPK Industri
Hendry Munief Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi dan Evaluasi Serius KUR KIPK Industri
Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Berbasis Link
Waduh... Menhaj Akui Hadapi Banyak "Titipan Kepentingan
Update Bencana Sumatera per 31 Desember oleh BNPB: Korb
Lainnya
Kemenag Uji Coba Sistem Gaji Terintegrasi, Update Data Pegawai Jadi Kunci: Juni Uji Coba
Kemenag Uji Coba Sistem Gaji Terintegrasi, Update Data Pegawai Jadi Kunci: Juni Uji Coba
Sedang Berlangsung Pelantikan Pejabat Pemko Pekanbaru
Panwas Akan Tindak Tegas Caleg dan Timses Bagi-Bagi Uan
DPRD Anambas Tagih Komitmen Bantuan Pembangunan ke Gube
Olahraga
Jelang Piala Dunia 2026, Hendry Munief Beri Catatan Strategis untuk TVRI, RRI, dan Antara
Jelang Piala Dunia 2026, Hendry Munief Beri Catatan Strategis untuk TVRI, RRI, dan Antara
DPD PKS Kampar Apresiasi Turnamen Mini Soccer Kerjasama
Syahrul Aidi Maazat dan Amal Fathullah Ikut Bertanding
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Daerah
Jelang Penetapan RAPBN 2027, Hendry Munief Sinkronisasi Program dengan Dispar dan Disperindag Riau
Jelang Penetapan RAPBN 2027, Hendry Munief Sinkronisasi Program dengan Dispar dan Disperindag Riau
Ketua DPC FSPTI-KSPSI Rohil H. Fuad Ahmad Apresiasi Ino
Menteri Agama RI Dijadwalkan Buka Syariah Impact Forum
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha
Budaya
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Global
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026
BKSAP DPR RI Kecam Penangkapan WNI oleh Militer Israel
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Dimakam
Ekonomi
Pakar Kelautan Soroti Minimnya Ikan Laut dalam Menu MBG di Indonesia Barat
Pakar Kelautan Soroti Minimnya Ikan Laut dalam Menu MBG di Indonesia Barat
Koperasi BBDM Salurkan Bantuan Sosial Rp10 Juta ke 4 De
Rupiah Melemah Tajam, KAMMI Pekanbaru Desak Pemerintah