Kementan Berutang Rp9 Triliun ke Induk BUMN Pupuk

Alwira Fanzary
Minggu, 10 Februari 2019 09:07:32
Ilustrasi pupuk

KANALSUMATERA.com - Kementerian Pertanian (Kementan) berutang sebesar Rp9 triliun kepada sejumlah perusahaan yang tergabung dalam induk BUMN pupuk. Angka itu merupakan sisa kurang bayar pemerintah terhadap pupuk bersubsidi sejak 2015 lalu.

Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan Muhrizal Sarwani mengatakan pihaknya berkomitmen untuk membayar sisa utang pupuk bersubsidi tahun ini setelah membayar utang subsidi pupuk sebesar Rp7,8 triliun pada 2018.

"Kalau dana subsidi biasanya ada pada bendahara umum negara yakni Kementerian Keuangan. Untuk membayar utang menggunakan kantong subsidi juga, tapi beda pos-nya," ucap Muhrizal kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (9/2).

Berdasarkan APBN 2019, alokasi anggaran untuk subsidi pupuk sebesar Rp29,5 triliun. Angka itu rencananya akan digunakan untuk menyediakan pupuk subsidi sebanyak 9,55 juta ton.

Angka itu, kata Muhrizal, belum termasuk untuk membayar sisa utang pemerintah kepada perusahaan yang masuk dalam holding BUMN pupuk. Namun, ia tak menyebut secara pasti jumlah yang dialokasikan untuk membayar sisa utang subsidi pupuk.

Baca: Prabowo Bertemu Putin di Vladivostok, Rusia Dorong Penguatan Kemitraan Strategis

"Tapi nampaknya di bawah Rp9 triliun. Nampaknya masih belum bisa semua diselesaikan," tutur Muhrizal.

Dihubungi terpisah, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy rata-rata pemerintah membutuhkan dana setidaknya Rp28 triliun-Rp30 triliun untuk membayar subsidi pupuk per tahun. Makanya, dana yang dianggarkan dalam APBN selalu saja kurang dan tak bisa melunasi seluruh utang subsidi tahun sebelumnya.

"Jadi setelah diaudit terlihat selalu ada kurang bayar. Ini karena untuk tahun berjalan saja biasanya kurang," ungkap Sarwo.

Sisa Utang

Induk BUMN pupuk, PT Pupuk Indonesia (Persero) mengakui masih ada sejumlah sisa utang pemerintah terhadap produksi pupuk bersubsidi.

Baca: Prabowo ke Rusia, Putin Beri Kehormatan Khusus di Eastern Economic Forum

"Namun secara keseluruhan hal tersebut (piutang ke pemerintah) tidak mengganggu kinerja perusahaan, karena kami dapat dana pinjaman perbankan untuk modal kerja," jelas Wijaya.
Corporate Communication Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan sepanjang 2018 pemerintah melakukan pembayaran tersebut dengan mencairkan anggaran subsidi pupuk sebanyak 10 kali.

"Sudah membayar utang subsidi dari 2014 dan 2015 sebesar Rp7,9 triliun," ucap Wijaya.

Meski masih ada sisa utang pembayaran pupuk bersubsidi, tapi Wijaya mengklaim pemerintah selalu kooperatif untuk melunasi pembayaran setiap tahunnya. Ia juga memastikan piutang pemerintah ini tak mengganggu arus kas perusahaan.

Sebelumnya, salah satu manajemen perusahaan yang masuk dalam holding pupuk, yakni PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) mengatakan pemerintah masih berutang pupuk subsidi sebesar Rp3,26 triliun sejak 2015.

Direktur Utama Pusri Mulyono Prawiro meminta pemerintah untuk membayar utang tersebut demi menjaga rasio keuangan perusahaan.

Baca: DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp158 Miliar Akhirnya Dibayarkan

"Kami meminta segera dibayarkan, karena total sudah mencapai Rp3,2 triliun," imbuh Mulyono.

Ia merinci, utang pupuk bersubsidi pada 2015 (audited) sebesar Rp1,03 triliun, 2016 (audited) Rp1,26 triliun, dan 2018 (un-audited) Rp871 miliar, serta Pajak Pertambahan Nilai Wajib Pungut (PPN Wapu) Rp95 miliar. Kso



Terkait
Jawa Tengah Berpeluang Raup Insentif Fiskal Usai Dijajaki Jadi Mitra Strategis IKN
Jawa Tengah Berpeluang Raup Insentif Fiskal Usai Dijajaki Jadi Mitra Strategis IKN
Syahrul Aidi Apresiasi Putusan MK Soal Kuota Internet,
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang T
Tol Trans Sumatera Belum Selesai, Bapak ini Munculkan W
Lainnya
Pemerintah Susun RDTR Kecamatan Siak Hulu: Petakan Banjir, Tapal Batas dan Kawasan Permukiman
Pemerintah Susun RDTR Kecamatan Siak Hulu: Petakan Banjir, Tapal Batas dan Kawasan Permukiman
Bupati Kampar Serahkan Bansos Bantuan PKH Kemensos Kepa
Kijang Tabrakan Dengan X-Pander di Pintu Tol Ogan Ilir
Waww.., Jokowi Restui WNA Duduki Jabatan di Direksi BUM
Nasional
Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Puan Minta Kekuatan APBN Dikaji
Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Puan Minta Kekuatan APBN Dikaji
HUT ke-81 TNI Batal di Monas, Upacara Dipindah ke Mabes
UU Reforma Agraria Disahkan DPR, Aturan Baru Penguasaan
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Pendidikan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, PJJ Siswa Diperpanja
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak B