Legislator PKS: Ulah Mafia Tanah, Warga Tak Dapat Ganti Rugi Tol Pekanbaru-Bangkinang

Mawardi Tombang
Selasa, 25 Mei 2021 17:49:26
Syahrul Aidi saat RDP dengan Kementerian PUPR, Selasa (25/5/2021)

KANALSUMATERA.com - Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS menyebut mafia tanah masih berkeliaran di Indonesia saat ini. Imbas dari kegaduhan yang mereka buat yaitu saat pelaksanaan ganti rugi lahan tol Pekanbaru-Padang Ruas Pekanbaru-Bangkinang. Dia meminta presiden segera putus mata rantai mafia tanah di level nasional.

Hal itu dia sampaikan usai melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi V DPR RI dengan Kementerian PUPR yang membidangi pengembangan jalan tol nasional pada Selasa (26/5/2021). "Kebetulan pak menteri dan presiden ke Riau meninjau perkembangan jalan tol Pekanbaru-Padang. Saya meminta oleh masyarakat di sana kepada pak menteri terkait pengadaan lahan untuk jalan tersebut. Ada masalah yaitu di 2018, status lahan disana setelah penetapan Perda RTRW berubah statusnya dari HPL (Hak Penggunaan Lainnya) menjadi HPK (Hutan Produksi Konversi). Jadi lahan masyarakat" kata Syahrul Aidi sesuai dengan video yang beredar.

Syahrul Aidi melanjutkan dia mendengar kabar, ada mafia yang bermain pada saat penetapan RTRW tesebut. Dimana, kebun-kebun perusahaan di inklaf (dikeluarkan) dari HPK menjadi HPL. Untuk mengganti itu, dicaploklah lahan masyarakat yang awalnya HPL menjadi HPK. Masyarakat tidak tahu. Masalahnya, katanya, ketika ada tanah masyarakat yang saat ini berstatus HPK dan terkena jalur pembangunan jalan tol, masyarakat tidak mendapatkan ganti rugi.

Dia menyarankan ke Menteri PUPR, untuk menyelesaikan persoalan ini jangan melakukan pendekatan hukum saja. Namun juga melakukan pendekatan sosial. "Kalau ini dilakukan, maka masyarakat akan terzolimi. Karena orang hukum akan membaca dasar hukumnya saja." tegas Syahrul Aidi lagi.

Baca: Seluruh Tahanan KPK yang Terjangkit Covid-19 Sudah Sembuh

"Saya mewakili masyarakat disana ingin menyampaikan, mohon kita melakukan koordinasi dengan Kementerian LHK mengenai status lahan masyarakat ini jangan melalui pendekatan hukum saja. Karena status HPK lahan masyarakat ini baru di 2018" tegasnya.

Status lahan yang dipolemikkan oleh Syahrul Aidi tersebut berada di Desa Kualu Nenas Kabupaten Kampar Riau. Salah seorang warga terkena imbas yaitu Herman Moyan menyebut lahan warga yang terkena HPK seluas 50 hektar dengan pemiliknya sekitar 50 orang. Warga telah mengelola lahan tersebut sejak tahun 1965 dan tidak jauh dari wilayah perkampungan. ***

Terkait
Bupati Sleman Positif Usai Vaksinasi Covid-19, Kemenkes Duga Sudah Terpapar Dulu
Bupati Sleman Positif Usai Vaksinasi Covid-19, Kemenkes Duga Sudah Terpapar Dulu
Bio Farma Sebut Pfizer Minta Bebas Tuntutan Hukum Jika
BPOM Jelaskan Sampai Kapan EUA Vaksin Covid-19 Sinovac
Polri Jaga Ketat Hakim Mahkamah Konstitusi Beserta Kelu
Lainnya
Polda Riau Buru Tiga Pelaku Pencuri Minyak Bumi, Tersangka akan Terus Bertambah
Polda Riau Buru Tiga Pelaku Pencuri Minyak Bumi, Tersangka akan Terus Bertambah
Meriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H, Pemko Par
BPOM Merazia Pemilik Tokoh Kosmetik dan Obat Ilegal
Camat Sungai Keruh dan Perangkat Desa Gajah Mati Gotong
Pariwara
Pembangunan Pasar Induk Tak Kunjung Rampung, Ini Masalahnya
Pembangunan Pasar Induk Tak Kunjung Rampung, Ini Masalahnya
Pasca Lebaran Harga Bahan Pokok Naik, DPRD Pekanbaru Pa
Tinjau Asia Heritage, Azwandi: Prokes Tetap, Ekonomi Ha
Global
GKSB DPR Kutuk Serangan Israel ke Masjid Al Aqsa, Minta Pemerintah RI Tegas ke Israel
GKSB DPR Kutuk Serangan Israel ke Masjid Al Aqsa, Minta Pemerintah RI Tegas ke Israel
Ketika Presentasi 2 Menit Anies Baswedan Dipuji Para Du
Kapsul Waktu Berusia 176 Tahun Ditemukan di Gereja Eszt
Daerah
Pemko Pekanbaru Targetkan Akhir Tahun 2021 tidak Pakai Masker
Pemko Pekanbaru Targetkan Akhir Tahun 2021 tidak Pakai Masker
Meriahkan HUT ke-237 Pekanbaru, Pemko Akan Gelar Vaksin
37 Kelurahan di Kota Pekanbaru Masih Berstatus Zona Mer
Entertainment
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Ustadz Abdul Somad di Medan: Ngeri-ngeri Sedap Juga Kur
Peserta BPJS Kesehatan Kabupaten Solok Apresiasi Pelaya
Hukum
Tiga Petugas KPK Gadungan Ditangkap di Pulau Nias, Teror Kepsek dan Kades
Tiga Petugas KPK Gadungan Ditangkap di Pulau Nias, Teror Kepsek dan Kades
MM Minta Keadilan ke Polda Riau Tangkap Pelaku Pembunuh
Marzuki Alie Laporkan AHY cs Terkait Pencemaran Nama Ba
Ottech
Wali Kota Batam Sambut Menkominfo Tinjau Proyek Pembangunan Data Center
Wali Kota Batam Sambut Menkominfo Tinjau Proyek Pembangunan Data Center
Awas.. Ada Judi Berbungkus Game Anak-Anak di iOS
Begini Tipe Perilaku Penipuan di Whatsapp dan Cara Meng
Kriminal
Lawan Terorisme, Indonesia Dapat Tiru Konsep CTAP Selandia Baru
Lawan Terorisme, Indonesia Dapat Tiru Konsep CTAP Selandia Baru
Bom Bunuh Diri di Makasar, Pelaku Pasangan Suami Istri
Polresta Pekanbaru Berhasil Tangkap Tahanan Narkoba Yan