Menkes: Varian Baru Covid-19 Lebih Cepat Menular, Tapi Tak Terbukti Lebih Fatal

Mawardi Tombang
Selasa, 29 Desember 2020 17:25:56

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebut pemerintah sudah meminta para ahli untuk mengkaji munculnya varian baru dari virus Sars-Cov2 atau varian baru Virus Covid-19 di South Wales Inggris. Hasilnya, kata Budi, sebagai berikut; pertama, virus ini terbukti lebih mudah menular; kedua, virus mutasi ini tidak terbukti lebih parah atau lebih fatal; ketiga, virus ini sudah terbukti bisa dideteksi swab antigen atau PCR.

Saat ini, sejumlah negara di Eropa dan Australia melaporkan telah mengidentifikasi virus serupa yang dinamakan Sars-Cov-2-VUI2020-12/01.

"Pertanyaannya, apakah strain virus ini sudah ada di Indonesia? sampai sekarang kami belum tahu, karena untuk bisa mendeteksi strain virus ini harus dilakukan whole genome sequencing," ujar Budi dalam konferensi pers virtual dari Kantor Presiden, Jakarta pada Selasa, 29 Desember 2020.

Budi menyebut, saat ini pemerintah telah berkoordinasi dengan 11 laboratorium di Indonesia dan juga laboratorium Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang memiliki kemampuan untuk melakukan whole genome sequencing dan bertukar informasi untuk mendeteksi varian baru virus ini.

"Kami juga akan memastikan bahwa rumah sakit-rumah sakit rujukan yang banyak pasien Covid-19 nya mengirimkan sampelnya secara rutin," kata Budi.

Baca: Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara yang Terdampak Debu Vulkanik Anak Krakatau

Untuk mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 ini, pemerintah telah resmi menutup sementara seluruh pintu kedatangan Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan penutupan terhadap WNA itu dilakukan pada 1-14 Januari 2021.

"Ratas pada 28 Desember ini memutuskan menutup sementara dari 1-14 Januari 2021 masuknya WNA dari semua negara ke Indonesia," ucap Retno dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin, 28 Desember 2020.

Sementara untuk WNA yang telah tiba di Indonesia sejak hari ini sampai 31 Desember, diharuskan menunjukkan bukti negatif PCR yang berlaku selama 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Lalu saat tiba di Indonesia wajib melakukan pemeriksaan ulang RT PCR dan melakukan karantina selama lima hari di tempat yang sudah disediakan pemerintah.

Setelah melakukan karantina, WNA masih harus melakukan pemeriksaan RT PCR kembali, apabila hasilnya negatif maka diperkenankan meneruskan perjalanan di Indonesia.

Baca: Wabup Kampar Dorong PSEL Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

"Aturan tersebut sesuai ketentuan dalam adendum Surat Edaran Satgas Covid-19 nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal Dan Menyambut Tahun Baru 2021," kata Retno.

Aturan dan tahapan kedatangan di masa Covid-19 tersebut juga berlaku untuk WNI yang tinggal di luar negeri dan ingin kembali ke Indonesia. Namunpenutupan sementara perjalanan WNA ke Indonesia dikecualikan bagi kunjungan resmi pejabat setingkat menteri.

Baca: Pengukuhan Paskibraka HUT ke-81 RI Dijadwalkan 15 Agustus, Latihan Dimatangkan di Istana

Sumber: tempo.co



Terkait
BGN Temukan 414 Rekening SPPG Bermasalah, Rp311 Miliar Langsung Dikembalikan ke Kas Negara
BGN Temukan 414 Rekening SPPG Bermasalah, Rp311 Miliar Langsung Dikembalikan ke Kas Negara
Evaluasi MBG Difokuskan pada Validasi Penerima Manfaat
Ancam Gembok Dapur MBG Nasional, Mitra Ultimatum BGN Se
Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi: IMYF 2026 Perkuat Solidar
Lainnya
Seluruh Rombongan Kapolda Jambi Berhasil Dievakuasi
Seluruh Rombongan Kapolda Jambi Berhasil Dievakuasi
Bertambah, Santri Aceh yang Positif Corona Pulang dari
Jaringan Terorisme, Dokter Kejiwaan Sebut Alami Masalah
DPRD Desak Walikota Padang Liburkan Siswa Jika Kualitas
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Pendidikan
Witama School Ikut Semarakkan Panggung Amal untuk 10 Panti di Mall SKA Pekanbaru
Witama School Ikut Semarakkan Panggung Amal untuk 10 Panti di Mall SKA Pekanbaru
Prabowo Bentuk Tim Khusus Pendidikan Gratis, Pratikno P
Prabowo Izinkan Dana BOS Dipakai Bayar Gaji Guru Non-AS