Pelajar Demonstrasi Dicatat di SKCK, Kontras Itu Langgar HAM

Mawardi Tombang
Kamis, 15 Oktober 2020 14:41:38

KANALSUMATERA.com - JAKARTA- Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ( Kontras) menilai ancaman aparat kepolisian terhadap pelajar peserta demonstrasi menolak UU Cipta Kerja telah melanggar hak asasi manusia.

Diberitakan, aparat kepolisian di daerah Tangerang akan mencatat nama pelajar peserta aksi menolak RUU Cipta Kerja dalam Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK).

“Dengan adanya pengancaman seperti ini tentu saja melanggar hak asasi mereka,” kata Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti

“Di mana mereka berarti dipaksa untuk dibungkam dan dibuat menjadi takut agar tidak kembali ikut dalam kegiatan-kegiatan publik,” tuturnya.

Ia menuturkan, demonstrasi diperbolehkan undang-undang. Untuk itu, kata Fatia, peserta demonstrasi tidak dapat diancam.

Baca: Penjelasan Mabes Polri Soal Penundaan Pemeriksaan Ketua Komite KAMI Ahmad Yani

Menurut Fatia, hal itu juga melanggar hak atas rasa aman.

“Sebenarnya polisi tidak bisa memberikan rasa takut karena itu melanggar hak atas rasa aman itu sendiri terhadap masyarakat termasuk juga anak-anak di bawah umur,” ujar dia.

Ia pun berpandangan, langkah pembungkaman tersebut bertujuan meredam suara anak muda yang kini dinilai proaktif menyuarakan situasi terkini negara.

Maka dari itu, Kontras menilai polisi seharusnya bekerja sesuai aturan yang berlaku.

Fatia mengatakan, polisi tidak boleh asal menangkap peserta aksi unjuk rasa tanpa ada bukti yang jelas bahwa orang tersebut melakukan pelanggaran.

Baca: Hari Terakhir Febri Diansyah Bekerja di KPK

Kontras pun mendorong agar sejumlah lembaga turut berkontribusi mendesak polisi agar tidak melanggar HAM.

“Komnas HAM dan Ombudsman dan lembaga pengawas negara lainnya juga memiliki peranan penting untuk terus mendesak kepolisian untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum dan standar HAM,” ucap Fatia.

Diberitakan, identitas pelajar yang hendak melakukan aksi di wilayah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang akan tercatat dalam SKCK.

"Kami catat di catatan kepolisian. Karena nanti apabila tercatat itu akan terbawa terus. Kalau untuk melamar pekerjaan, meneruskan sekolah, ada catatan khusus yang akan kami sampaikan," jelas Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi, Selasa (13/10/2020).

Ade mengatakan, catatan tersebut dituangkan saat para pelajar yang terdata mengikuti aksi tolak omnibus law akan mengajukan SKCK.

Baca: KPAI Minta Dinas Pendidikan Tak Hilangkan Hak Anak yang Ikut Demonstrasi

Hal senada juga dikatakan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Sugeng Hariyanto.

Para pelajar yang diamankan karena akan melakukan aksi menolak UU Cipta Kerja ke Jakarta akan direkam dan menjadi catatan kepolisian.

"Mereka yang sudah diamankan akan ter-record di intel dan ini menjadi catatan tersendiri ketika mereka mau mencari pekerjaan," ucap Sugeng.

Baca: DPR Berikan Draf UU Cipta Kerja ke Istana, KSP: Peraturan Turunan Segera Disusun

sumber: kompas.com

Terkait
Ada Perubahan Frasa 'Diatur Dalam' di Omnibus Law, Pakar Hukum: Cacat Formil
Ada Perubahan Frasa 'Diatur Dalam' di Omnibus Law, Pakar Hukum: Cacat Formil
Menteri PUPR Kunjungi Kesiapan Jalan Tol Pekanbaru-Pada
Jacob Oetama, Pendiri Koran Kompas Meninggal Dunia
Kupon Sembako Idolmart Untuk Warga Riau di Jabodetabek
Lainnya
Pemko Medan Dukung Pembentukan Badan Ekonomi Kreatif
Pemko Medan Dukung Pembentukan Badan Ekonomi Kreatif
Darurat Pelecehan Seks Anak, Uskup dari Seluruh Dunia B
Liverpool Kembali Puncaki Klasemen
Kapal Motor Karam di Sungai Kapuas, Belasan Orang Hilan
Daerah
Petani 5 Desa di Singingi Hilir Sampaikan Aspirasi Tentang Konflik Mereka Dengan PT. Wanasari
Petani 5 Desa di Singingi Hilir Sampaikan Aspirasi Tentang Konflik Mereka Dengan PT. Wanasari
Khatib Shalat Jumat di Singingi Hilir, Syahrul Aidi Seb
Ketua PKS Riau Berduka Atas Meninggalnya Moralis, Almar
Olahraga
KPOTI dan Dinas Budaya Sinergi Kembangkan Permainan tradisional
KPOTI dan Dinas Budaya Sinergi Kembangkan Permainan tradisional
Edwin Pratama Akan Perjuangkan Atlit Riau Masuk ke Timn
Edwin Pratama: Ketum PSSI Dukung PSBS Masuk Liga 3 Indo
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Kriminal
Resnarkoba Polres Kampar Musnahkan Sabu Yang Ditangkap 2 Pekan Lalu
Resnarkoba Polres Kampar Musnahkan Sabu Yang Ditangkap 2 Pekan Lalu
Bertarung Dengan Sengit, Akhirnya Penjambret Warga Tara
Warga Kompak, Tangkap Pelaku Pencurian Sapi di Senama N
Ekonomi
Masuk Masa Panen, Warga Kemang Indah Minta PORBBI Batalkan Berburu Babi
Masuk Masa Panen, Warga Kemang Indah Minta PORBBI Batalkan Berburu Babi
APP Dukung Pasar Kodim Disulap Jadi Malioboro-nya Pekan
Nasabah Mengeluhkan Pelayanan BRI Unit Kampa
Pariwara
Bupati Sukiman Kepada Himarohu-Riau: Kaum Intelektual Penerus Pembangunan
Bupati Sukiman Kepada Himarohu-Riau: Kaum Intelektual Penerus Pembangunan
Bupati Sukiman: KTNA Ujung Tombak Ketahanan Pangan di K
Pemkab Rohul Telah Usulkan Perubahan Nama Bandar Pasir
Nasional
Surat Terbuka Hendry Munief Untuk Presiden Prancis
Surat Terbuka Hendry Munief Untuk Presiden Prancis
Jokowi Terbitkan Perpres Supervisi, KPK Diminta Ambil A
Ini Alasan Polisi Tidak Menahan 7 Tersangka Kebakaran G