Pemerintah Bakal Sediakan Tes GeNose di Bioskop
KANALSUMATERA.com - Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan pemerintah berencana menyediakan sistem pemeriksaan Covid-19 melalui tiupan napas atau GeNose di gedung-gedung bioskop guna menghidupkan industri perfilman nasional.
"Untuk pengamanan bioskop nanti akan dipasang GeNose untuk gedung-gedung bioskop. Soal teknisnya masih akan dibicarakan dengan Pak Menparekraf (Sandiaga Uno)," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis, Rabu, 10 Maret 2021.
Dengan demikian, ujar dia, bisa menjamin keamanan penikmat film agar tidak ragu untuk pergi ke bioskop dan kembali menikmati film produksi sineas tanah air.
"Maksud kita agar masyarakat bisa segera percaya diri, aman untuk ke gedung bioskop. Sehingga industri perfilman juga para artis, para awak perfilman juga bisa bekerja lebih aman, lebih nyaman, sehingga produksi kita bisa lebih lancar seperti sedia kala," kata Muhadjir.
Baca: Stok Beras Aman, Firman Soebagyo Ingatkan Potensi Anomali Cuaca Ganggu Distribusi jelang Ramadhan
Kemarin, para pelaku industri perfilman yang terdiri dari produser dan pemain film juga telah menemui Presiden Jokowi mengeluhkan tantangan kondisi perfilman di tengah pandemi Covid-19. Mereka berharap pemerintah mendukung agar masyarakat Indonesia dapat kembali lagi menonton di bioskop saat pandemi, dengan menerapkan protokol kesehatan.
Direktur Utama PT MD Pictures Tbk Manoj Dhamoo Punjabi berharap Presiden Jokowi bisa memulai untuk berani ke bioskop sehingga masyarakat yakin atas keamanan protokol kesehatan di bioskop.
"Salah satu usulan kami bagaimana supaya Presiden berani ke bioskop, jadi masyarakat ikut yakin bahwa aman karena protokol bioskop sudah disesuaikan dengan jelas, kami pakai masker sudah nyaman," kata Manoj.
Apalagi menurut Manoj ada film besar Indonesia yang akan segera rilis sehingga ia berharap Presiden Jokowi dapat ikut menonton film Indonesia tersebut di bioskop. "Kurang lebih ada sekitar 40-50 film pending, mungkin film besar ada sekitar 15-20 film, film-film itu pending dari beberapa produser yang belum mau rilis karena situasi ini," kata Manoj.
Baca: Masalah BPJS Bersumber dari Belum Solidnya DTSEN: Komisi VIII Dorong Perbaikan Sistem
Usulan tersebut kemudian direspons dengan rencana pemerintah menyiapkan Genose di bioskop.
Baca: Perbatasan RI–Malaysia di Kaltara Dinilai Rawan, Umbu Kabunang: Garis Depan Harus Jadi Prioritas
Sumber: tempo.co
