Pergantian Kapolri di 2021, Politisi PKB Minta Jangan Permasalahkan Agama Sang Calon

Mawardi Tombang
Kamis, 26 November 2020 21:09:00

KANALSUMATERA.com - JAKARTA - Pucuk pimpinan kepolisian Indonesia akan berganti pada 2021 mendatang. Sejumlah nama juga ikut bermunculan. Belakangan, ada calon kuat Kapolri yang dipermasalahkan karena beragama non-muslim.

Bagi anggota Komisi III DPR RI, Jazilul Fawaid, di dalam Undang-Undang sudah jelas tertulis bahwa tidak disebutkan syarat agama tertentu.

“Tidak ada syarat agama di situ. Yang ada yang diusulkan presiden sesuai dengan jenjang karir dan kepangkatan,” terang dia dalam diskusi ‘Siapa Calon Kapolri Pilihan Jokowi’, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/11).

Gus Jazil, sapaannya menegaskan, seharusnya Indonesia sudah clear soal suku, agama dan ras. Terkait agama, sudah tidak masuk dalam acuan pemilihan Kapolri.

Baca: Prabowo Minta Perda Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar Segera Direvisi

“Menurut saya, kita yang menjunjung empat pilar. Kita sudah selesai terhadap identitas, suku, agama dan ras. Acuan kita tetap UU,” tegasnya.

Kendati begitu, Gus Jazil tak menampik kalau persoalan soal identitas agama tetap ada. Namun, acuan yang seharusnya dipakai adalah UU.

“Bagi mereka yang mempersalahkan pasti itu ada. Tugas kita harus menjunjung tinggi hak-hak orang lain dan menjaga asas kebersamaan. Secara UU itu tidak diatur,” demikian kata politisi PKB itu.

Gus Jazil juga menduga Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memiliki nama untuk menjadi tribrata satu pengganti Idham.

Baca: Defisit APBN 2027 Berpotensi Melebar, Beban Program Baru Tekan Ruang Fiskal Pemerintah

"Saya yakin, untuk calon Kapolri, pak Jokowi sudah ada stoknya," katanya.

Politikus PKB ini mengungkapkan, sebenarnya ada 15 nama yang bisa masuk dalam bursa Kapolri. Hal ini bisa dilihat dari kepangkatan dan jenjang karirnya.

"Kalau mau dilihat dari undang-undang, calon Kapolri harus perwira tinggi yang masih aktif. Lalu juga memperhatikan jenjang karir dan kepangkatannya. Jika dikecilkan ya paling ada 15 nama," terangnya.

Namun, Jazilul enggan mengungkap lebih jauh terkait nama yang paling pas untuk menjadi Kapolri. Menurutnya, orang yang pantas menjadi Kapolri adalah yang memiliki kedekatan dan bisa harmoni dengan arah kebijakan pembangunan presiden.

Baca: Sidang Praperadilan MBG, Kejagung Beber Dugaan Korupsi Picu Pemborosan Rp10,5 Triliun per Tahun

"Untuk siapa yang paling pas, yang memiliki kedekatan dengan Pak Jokowi. Jadi yang punya kedekatan dan harmonisasi dengan Presiden langsung," ungkapnya.

Wakil Ketua MPR RI itu menuturkan, menimbang kondisi aktual bahwa Indonesia tengah berada dalam situasi pandemi dimana perekonomian nasional juga menurun, maka dibutuhkan Kapolri yang matang dan bijaksana.

"Cepat dan tepat dalam bertindak mengatasi segala potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Sebab kunci dari pembangunanan adalah keamanan dan ketertiban," pungkasnya. ***



Terkait
Anggota DPR Usulkan Pelatihan Calon Manajer Kopdes Tetap Berjalan Tanpa Latsarmil
Anggota DPR Usulkan Pelatihan Calon Manajer Kopdes Tetap Berjalan Tanpa Latsarmil
Anggaran MBG Dipangkas Rp 67, Ini Sektor yang Terdampak
Jaga Kedaulatan Negara, Komarudin Watubun Dorong Pemben
Ketua BKSAP DPR RI Kecam Tindakan AS Tangkap Presiden V
Lainnya
Wabup Misharti Sambut Kepala BRIN di Universitas Pahlawan; Siap Dampingi Pemkab Jangka Panjang
Wabup Misharti Sambut Kepala BRIN di Universitas Pahlawan; Siap Dampingi Pemkab Jangka Panjang
Pemkab Bengkalis Pastikan Bapokting Hadapi MTQ ke-43 Be
Divonis Setahun Penjara, Mourinho Pilih Bayar Denda Rp3
10 Orang Gila di Tanjung Pinang Ikut Nyoblos Pemilu 201
Politik
Elektabilitas Eisenkot Ungguli Netanyahu, Partai Smotrich Terancam Tersingkir dari Parlemen Israel
Elektabilitas Eisenkot Ungguli Netanyahu, Partai Smotrich Terancam Tersingkir dari Parlemen Israel
Survei Median: KDM Tembus 19,8 Persen, Elektabilitas Gi
Gerindra Bantah Gus Kikin-Miftahul Achyar Jadi Paket Is
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket