Apresiasi Presiden Cabut Izin Tambang, Hendry Munief Minta Pulihkan Kawasan Wisata Raja Ampat

Mawardi Tombang
Rabu, 11 Juni 2025 08:56:25

KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - Tindakan presiden mencabut empat izin tambang di sekitar Kawasan Wisata Raja Ampat diapresiasi banyak pihak. Namun tindakan tidak hanya disana, terpenting bagaimana pemulihan kawasan wisata setelah keputusan itu keluar.

Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief MBA saat dihubungi pada Rabu (11/6/2025) pagi. Kawasan Wisata Raja Ampat sudah dirusak oleh Tambang Nikel beberapa tahun belakangan baik secara fisik atau nama baik.

"Raja Ampat ini destinasi wisata internasional. Isu tambang sekitar kawasan ini sudah beredar di mana-mana. Maka ada dua kita minta, rehabilitasi infrastrukturnya, rehabilitasi nama baiknya." terang Hendry Munief.

Dua hal ini menurutnya penting untuk dilakukan. Nama baik Raja Ampat sudah mulai tercemar karena perusakan lingkungan. Walaupun IUP dicabut, tentunya kepada perusahaan-perusahaan yang dicabut IUP-nya tersebut, tetap harus ada kewajiban untuk melakukan pemulihan.

Baca: Tito Karnavian Kaji Guru PPPK Jadi ASN Pusat, Beban APBD Daerah Bisa Berkurang

"Harus ada investigasi pemerintah atas dampak yang ditimbulkan oleh aktifitas tambang selama ini. Harus ada rehabilitasi, revitalisasi, restorasi, penghijauan atas kawasan terdampak. Maka, itu bagian dari tanggung jawab perusahaan yang telah menjalankan IUP disana selama ini." tegasnya.

Secara nama baik, pemerintah memiliki tanggung jawab menjelaskan kepada dunia internasional bagaimana komitmen pemerintah atas pengembangan kawasan wisata berkelanjutan.



Terkait
Mendagri Siapkan Tiga Skema Solusi Atasi Krisis Gaji Pegawai Pemda dan PPPK
Mendagri Siapkan Tiga Skema Solusi Atasi Krisis Gaji Pegawai Pemda dan PPPK
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Gant
Dana Transfer Daerah Berpeluang Ditambah, Pemerintah Si
Rapat Pansus Daerah Kepulauan, Hendry Munief Soroti Pes
Lainnya
Berpotensi Tingkatkan PAD, Adam Syafaat Minta Lemprov Riau Perhatikan UPT Benih Perkebunan
Berpotensi Tingkatkan PAD, Adam Syafaat Minta Lemprov Riau Perhatikan UPT Benih Perkebunan
Kronologi Bocah Dibunuh Pria Pacar Ibunya, Motif Cembur
Pemprov Babel Minta Pengusaha Tidak Lagi Ekspor Lada ke
KPK Ingatkan Caleg yang Pernah Korupsi Tidak Dipilih La
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Nasional
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan I
Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Pendidikan
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak Bebas Main HP
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak Bebas Main HP
Syahrul Aidi dan Hendry Munief Kompak Motivasi Mahasisw
Disdik Pekanbaru Tegaskan Sekolah Wajib Patuhi Kebijaka
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru