Benny Rhamdani: Hanya di Era Jokowi UU Pekerja Migran Sangat Dikuatkan

Mawardi Tombang
Senin, 21 Agustus 2023 20:52:40
Kepala BP2MI Benny Ramdhani saat melepas pekerja migran Indonesia secara resmi

KANALSUMATERA.com - Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengungkapkan hanya di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) benar-benar diperhatikan. Ini diwujudkan melalui hadirnya regulasi yang benar-benar melindungi PMI secara keseluruhan.

"Hanya di era Presiden Jokowi, Undang-Undang tentang Pekerja Migran Indonesia itu mengalami penguatan yang sangat progresif," ujar Benny saat melepas 375 calon PMI di Menara Peninsula Hotel, Jakarta, Senin (21/8/2023).

Melalui undang-undang (UU) baru tersebut, kata dia, pelindungan negara diberikan bukan hanya terhadap PMI, melainkan juga keluarganya.

"Dilihat kita punya UU Nomor 39 Tahun 2014 dimana pelindungan hanya untuk PMI. Di undang-undang baru, PMI dan keluarganya. Dulu pelindungan kepada hanya selama bekerja," Beber Benny.

Melalui UU anyar tersebut, pelindungan juga diberikan sebelum PMI bekerja, hingga setelah pulang ke Indonesia. Ini sesuai keinginan Presiden Jokowi agar PMI dilindungi dari ujung rambut hingga ujung kuku.

Baca: Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis

"Tugasnya dibagi, selama di luar negeri warga negara Indonesia, pelajar, mahasiswa, pekerja dalam pelindungan negara melalui perwakilan Republik Indonesia. Jangan bebannya BP2MI melulu, sudah dibagi UU siapa bertugas apa, selama dia dimana. Ini presiden kita. Sehingga beliau menginginkan negara betul-betul mengangkat harkat-martabat pekerja migran Indonesia," papar Benny.

Adapun keinginan Jokowi agar PMI dimuliakan, sejalan dengan mimpi Benny. Benny mengaku ingin PMI dilepas oleh negara saat hendak menuju negara penempatan, seperti halnya kontingen atlet olahraga Indonesia. Karena itu kini saat pelepasan, PMI mengenakan pakaian rapi seperti memakai dasi, kemeja putih, hingga mengenakan jaket. Ini sebelumnya tidak pernah terjadi.

"Perintah Presiden nyambung dengan mimpi saya, saya bermimpi pekerja migran itu dilepas seperti negara melepas kontingen Olimpiade Games, kontingen SEA Games, karena statusnya sama. Mereka duta negara untuk berkompetisi dalam olahraga. Nah kalian pekerja migran Indonesia, ambassador, duta negara dalam bertarung di kompetisi global, merebut peluang kerja di negara-negara penempatan. Sama ambassador, sama duta negara, kok kenapa ada perlakuan yang beda?" jelas Benny.

Menurut Benny, pelepasan PMI dengan cara yang lebih memuliakan dan menghormati mereka penting dilakukan. Benny pun membandingkan perlakuan negara terhadap pejabat yang hendak kunjungan ke luar negeri, yang begitu dihormati serta dihargai.

"Bahkan saya sering ngiri, pejabat kalau ke luar negeri perlakuannya luar biasa, protokolernya minta ampun, sampai lima, sepuluh orang, siap semua. Karpet merah, padahal balik ke Indonesia korupsi juga, uang negara dimaling juga," papar Benny.

Baca: Orang Tua Penerima MBG Berpeluang Dapat Bedah Rumah dan Rumah Subsidi

"Pernah dengar nggak PMI korupsi uang negara? Nggak ada. Jadi yang lebih mulia itu siapa? Pekerja migran daripada pejabat negara, yang disumpah atas nama Tuhan dan agama, tapi dia juga korupsi uang negara dan uang rakyat Indonesia," imbuhnya.

Di samping itu, mimpi Benny yang sejalan dengan visi Presiden Jokowi itu memang harus diwujudkan, lantaran PMI merupakan pahlawan devisa. Sebab selain meninggalkan Tanah Air dan orang tercinta untuk bekerja, mereka rela menyumbangkan penghasilannya untuk negara.

"Mereka berani meninggalkan Tanah Air, kampung halaman orang tercinta, mereka bekerja, bertaruh hidup di luar negeri dan gajinya disumbangkan ke negara dalam bentuk devisa Rp159,6 triliun. Mereka ini penyumbang devisa terbesar kedua di negara ini," tandas Wakil Ketua Umum Hanura ini.



Terkait
Anggaran MBG Dipisah, Komisi X DPR Dorong Kesejahteraan Guru Jadi Prioritas APBN 2027
Anggaran MBG Dipisah, Komisi X DPR Dorong Kesejahteraan Guru Jadi Prioritas APBN 2027
833 Dapur MBG Ditutup Permanen, Pemerintah Tegas Tak Be
Dorong Pendidikan Vokasi, Hendry Munief Minta Pemerinta
Pemerintah Dikritik Angkat SPPG sebagai PPPK, Koalisi G
Lainnya
Brigadir Andreas Brahmana dan Brigadir Sihombing Dipecat karena Narkoba
Brigadir Andreas Brahmana dan Brigadir Sihombing Dipecat karena Narkoba
Belasan Bahasa Daerah di Tanah Air Dikategorikan Punah
Di Batam, Verifikasi Penerima Bantuan SPP Gratis Diperk
Kris Hatta Masukkan Misi Baikan dengan Hilda pada Resol
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Kriminal
Bau Menyengat Terdeteksi Sebelum Mayat Ditemukan di Gardu LRT Pancoran
Bau Menyengat Terdeteksi Sebelum Mayat Ditemukan di Gardu LRT Pancoran
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua T
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri