Bertamu ke KPK, Sandiaga Uno Bahas Pengelolaan Anggaran Kemenparekraf
KANALSUMATERA.com - Jakarta- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, bertamu ke Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu pagi, 21 Januari 2021, sekitar pukul 10.30 WIB.
Kedatangan Sandiaga Uno dan jajaran kementerian disambut oleh empat pimpinan, yakni Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron dan Nawawi Pomolango beserta jajaran di Kedeputian Pencegahan dan Monitoring, Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, serta Kesekjenan.
"Audiensi terkait rencana kerja sama pengelolaan anggaran serta penggunaan tepat sasaran," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati Kuding melalui keterangan tertulis pada Kamis, 21 Januari 2021.
Baca: BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang Tewaskan Prajurit TNI
Ipi mengatakan Sandiaga Uno memberikan apresiasi atas pendampingan dan pengawalan KPK dalam pengelolaan anggaran penanganan Covid-19, serta pemulihan ekonomi nasional di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif 2020.
Menteri Pariwisata Sandiaga, kata Ipi, berharap pada 2021 ini KPK dapat terus mendampingi dan mengawal program kementeriannya sehubungan dengan rencana melanjutkan dan memperluas bantuan, yang tidak hanya di sektor perhotelan dan restoran.
Baca: Sosialisasi Empat Pilar dengan Perempuan Muhammadiyah, Hendry Munief Puji Kontribusi PW Aisyiyah
"Selain itu, Menparekraf juga menyampaikan harapannya untuk menjalin kerja sama pencegahan korupsi terkait penyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), pengendalian gratifikasi dan peningkatan wawasan antikorupsi di lingkungan Kemenparekraf," ujar Ipi.
Menanggapi Sandiaga Uno, KPK menyampaikan masukan agar Kemenparekraf membenahi terkait akurasi database dan kriteria penerima bantuan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. "KPK meminta agar kedua hal tersebut menjadi perhatian serius untuk memastikan ketepatan sasaran penerima bantuan," kata Ipi.
Baca: Komisi V DPR Dorong Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 Capai 20 Persen
Sumber: tempo.co
