Dosen Bercadar di Bukit Tinggi yang Dipecat Mengadu ke Komnas KAM

Alwira Fanzary
Sabtu, 9 Maret 2019 07:02:12
Hayati Syafitri

KANALSUMATERA.com - Dosen Bercadar IAIN Bukittinggi Sumatera Barat, Hayati Syafitri mendatangi Komnas HAM. Ia mengadukan dugaan diskriminasi dan pelanggaran HAM.

Saat tiba di Komnas HAM, Hayati tampak didampingi pengacaranya dari Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Indonesia. Hayati dan pengacaranya kemudian diterima oleh Kepala Biro Dukungan Penagakan HAM Komnas HAM, Kristanto.

Kepada Kristanto, Hayati seperti yang dilansir dari Liputan6.com menjelaskan, bahwa dirinya mendapat intimidasi dari pihak kampus dan diminta untuk melepaskan cadar karena dianggap melanggar Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, sumpah PNS dan nama baik kampus.

Namun, Hayati menolak permintaan tersebut. Ketua tim advokasi Hayati, Busyra dalam siaran persnya mengatakan bahwa konsekuensi dari penolakan itu membuat Hayati dinonaktifkan.

"Penolakan Hayati untuk melepaskan cadar mengakibatkan beliau dinonaktifkan dari kegiatan kampus dan berlanjut pada pemberhentiannya sebagai PNS," kata Busyra dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jum'at (8/3/2019).

Baca: Anwar Ibrahim Telepon Jokowi di Penang, Ada Pesan Penting?

Hayati kemudian juga menyampaikan bahwa cadar yang dipakainya bersama beberapa mahasiswi lainnya adalah murni sebagai bentuk pelaksanaan ajaran Islam.

"Pendapat ini juga diamini K.H Arwani Faishol dari komisi fatwa MUI yang diperoleh pada saat silaturahim dan kunjungan Ke MUI Pusat," ungkap Busyra.

Menurut Busyra, Indonesia sebagai negara hukum telah menjamin kebebasan beragama dan beribadah bagi warganya, sebagaimana yang tertuag dalam UUD 1945. Pelarangan penggunaan cadar, kata dia, merupakan bentuk penyimpangan dan bertentangan dengan konstitusi negara.

"Apalagi jika cadar dikatakan sebagai simbol radikalisme dan anti NKRI," terangnya.

Baca: PGRI Tegaskan Guru PPPK Tak Otomatis Jadi PNS, Seleksi 2027 Tetap Berlaku

Diminta Lampirkan Berkas

Busyra mengatakan Komnas HAM melalui Kristanto telah mencatat semua kronologi dugaan pelanggaran HAM terhadap Hayati. Hayati pun diminta untuk melampirkan semua berkas bukti yang ada.

"Komnas HAM akan membawa kasus ini ke rapat internal untuk dianalisa lebih lanjut. Ketika terbukti terjadi pelanggaran HAM, maka Komnas HAM akan mengeluarkan rekomendasi terhadap pelanggaran HAM yang terjadi," tutup Busyra. Kso



Terkait
Sejumlah Gerbang Tol Dalam Kota Jakarta Ditutup, Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif
Sejumlah Gerbang Tol Dalam Kota Jakarta Ditutup, Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif
HUT RI ke-81, Polri Kirim 44 Truk Bantuan untuk Korban
Masyarakat Kampar Jakarta Gelar Halal Bi Halal, Pererat
BKSAP DPR-Kemenlu Selaraskan Arah Diplomasi Indonesa da
Lainnya
BBM Subsidi Langka,  Yasser Hamidi Desak Pertamina Gerak Cepat
BBM Subsidi Langka,  Yasser Hamidi Desak Pertamina Gerak Cepat
Fathullah Ingatkan Warga Pekanbaru Siapkan Diri Terhada
Update Corona 18 Maret 2021: Ada 131.753 Kasus Aktif Co
44 Pejabat Strategis Diganti Jokowi, Termasuk Kepala Ba
Hukum
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan d
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket