Gaya Blusukan Ala Risma, Karakter atau Manuver?

Mawardi Tombang
Kamis, 7 Januari 2021 09:44:53

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Sejak dilantik menjadi Menteri Sosial, Tri Rismaharini atau Risma kerap blusukan di DKI Jakarta. Ia menemui para tunawisma di sejumlah titik di Ibu Kota dan menjanjikan penghidupan lebih layak kepada mereka. Aksi Risma ini mendapat sorotan masyarakat dan menuai pro kontra.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyebut gaya blusukan itu adalah karakter Risma sejak menjabat sebagai Wali Kota Surabaya.

"Karakter kepemimpinan Bu Risma setiap kunjungan ke daerah itu turun dan menyapa rakyat, khususnya mereka yang miskin, yang terpinggirkan, yang diperlakukan tidak adil," ujar Hasto dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Januari 2021.

Namun, sejumlah pengamat justru menilai tindakan Risma ini tidak memiliki urgensi di tengah kondisi pandemi dan sarat akan kepentingan politik.

Baca: DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah


Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga menyebut, semestinya Risma fokus membenahi data penerima bantuan sosial atau bansos serta membuat terobosan-terobosan mengatasi dampak sosial akibat pandemi Covid-19.

"Terobosan program bansos, tidak sekadar mentransfer uang ke masyarakat saja, tapi bagaimana program ketahanan keluarga selama pandemi terbangun," kata Nirwono, Jumat, 1 Januari 2021.

Lebih jauh, Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin membaca langkah Risma ini sebagai manuver politik menuju Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2022.

"Prediksi saya, Risma akan didorong oleh PDIP untuk maju pada Pilgub DKI Jakarta berikutnya, entah itu dilaksanakan tahun 2022 atau tahun 2024," kata Ujang saat dihubungi Tempo pada Rabu malam, 6 Januari 2021.

Baca: BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang Tewaskan Prajurit TNI

Masuknya Risma sebagai Menteri Sosial, dibaca sebagai langkah pertama untuk memperkuat popularitasnya di Jakarta. Dalam perspektif politik, kata Ujang, blusukan Risma di daerah yang dipimpin Anies Baswedan itu bukan hanya sekadar blusukan.

"Ada maksud dibalik itu. Pertama dia tentu ingin memberikan kritik kepada Anies Baswedan bahwa di Jakarta masih banyak warga yang tidak mendapat perhatian, sementara Anies banyak mengunggah kemajuan di Jakarta di media sosialnya. Banyak mendapat penghargaan, dan lain-lain," ujar Ujang.

Risma dianggap akan menjadi simbol perlawanan baru bagi kelompok-kelompok yang selama ini tidak suka dengan Anies. "Setelah Ahok gagal terpilih di Jakarta, kelompok-kelompok ini tidak lagi punya tokoh politik yang bisa menghadapi Anies. Dan Risma akan mengisi ruang kosong itu," ujarnya.

Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kemensos, Herman Koswara menyebut tudingan-tudingan itu terlalu berlebihan. Menurut Herman, sikap Risma jelas sebagai Menteri Sosial ingin melakukan pemetaan terhadap permasalahan sosial yang ada.

Baca: BKSAP DPR-Kemenlu Selaraskan Arah Diplomasi Indonesa dan Sinergi Parlemen dan Eksekutif

"Beliau ingin melihat lebih dekat. Bagaimanapun Menteri Sosial, ya, urusannya permasalahan-permasalahan sosial yang konteksnya tentu tak terlepas dari manusia," ujar Herman saat dihubungi terpisah.

Menurut Herman, Risma tidak pula mengesampingkan urusan pembenahan data bansos dan berbagai dampak sosial akibat pandemi dengan kegiatan blusukan yang dilakukannya. "Bansos kan tetap berjalan, tapi bukan berarti program lainnya harus ditinggalkan, mesti seiring sejalan semuanya," katanya.

Sejak hari pertama bertugas sebagai Menteri Sosial, Tri Rismaharini langsung ‘tancap’ gas blusukan ke sejumlah titik di Ibu Kota. Di antaranya mengunjungi kolong jembatan di wilayah Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat yang menjadi tempat bermukimnya tunawisma.

Baca: Jelang Masuki Ramadan, Pemulihan Listrik di Aceh Berjalan Optimal

Sumber: tempo.co

Terkait
Anggota DPR Hendry Munief Minta Pemerintah Tangkap Peluang Pelemahan Ekonomi Singapura
Anggota DPR Hendry Munief Minta Pemerintah Tangkap Peluang Pelemahan Ekonomi Singapura
Lindungi Hajat Rakyat dari Kartel Pangan, Darmadi Doron
KH Cholil Nafis Gantikan Prof Hasanudin sebagai Ketua B
Menkeu Purbaya Sebut Ada Peluang Gaji ASN tahun 2026 Ba
Lainnya
Pernyataan Pemkab Meranti Dianaktirikan Dibantah Pemprov Riau
Pernyataan Pemkab Meranti Dianaktirikan Dibantah Pemprov Riau
Terpapar Covid-19, Seorang Warga di Bangkinang Tewas Ko
Peringati Sumpah Pemuda, Kecamatan Tampan Gelar Donor D
Bocah Di Aceh Tertangkap Kamera Melihat Hujan Jatuh den
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Hukum
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lo
Bupati Kampar Fasilitasi Penyelesaian Konflik Desa Koto
Nasional
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang T
Sosialisasi Empat Pilar di Marpoyan Damai, Hendry Munie
Entertainment
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Ustadz Abdul Somad di Medan: Ngeri-ngeri Sedap Juga Kur