Ini Tanggapan UAS Terkait Seminar di Kampus Australia

Alwira Fanzary
Selasa, 19 Februari 2019 21:01:48

KANALSUMATERA.com - Ustaz Abdul Somad (UAS) menanggapi hasil seminar yang dihelat di Monash University, Melbourne, Australia, Jumat (15/2) pekan lalu. Seminar itu bertema "Are Muslim preachers pushing Indonesian politics to the right?" Turut hadir di sana, pakar studi Islam Prof Julian Millie dan dosen hukum Islam Dr Nadirsyah Hosen.

Seperti diberitakan sebelumnya, seminar itu menghasilkan benang merah, yakni fenomena kemunculan para dai populer, seperti UAS, menandai pergeseran media dakwah di Indonesia dengan memanfaatkan media sosial. Adanya pasar untuk pesan-pesan konservatif dinilai kian menambah popularitas mereka.

Menurut UAS, sebelum mengambil suatu simpulan, perlu dirumuskan terlebih dahulu apa itu konservatif. Sebab, tidak semua pihak menyepakati definisi yang sama.

Boleh jadi, umpamanya, suatu kelompok menganggap seorang dai sebagai konservatif. Sementara, kelompok lain tidak memandangnya demikian, padahal keduanya sama-sama Muslim.

Baca: Mendikdasmen Tegaskan MBG Hanya untuk Siswa yang Membutuhkan, Pelibatan Kantin Masih Dikaji

Contoh lain, soal dakwah tentang akidah. Islam berpusat pada tauhid. Hal itu membedakannya dari agama lain. Bisa dikatakan, seluruh dai memahami dan sering mengajarkannya dalam ceramah-ceramah.

Dalam sejumlah ayat, Alquran kerap menyebut mereka yang tidak bertauhid sebagai kafir. Bila penyebutan kafir dianggap sebagai ciri-ciri konservatif, maka Alquran bisa-bisa dicap konservatif juga.

"Jika menjelaskan akidah islam dianggap konservatif, maka Alquran itu kitab paling konservatif. Karena, dalam al-Maidah ayat 72 dikatakan bahwa, 'Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam.' Kemudian, dalam ayat ke-73 (surah al-Maidah) disebutkan, 'Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa,'" papar UAS saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (19/2).

"Kafirlah orang yang mengatakan trinitas. Maka ayat itu tadi konservatif. Nabi Muhammad SAW, nabi konservatif. Ulama-ulama pewaris nabi, (dicap) konservatif," sambung mubaligh kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara, itu.

Baca: DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah

Selanjutnya, peraih anugerah Tokoh Perubahan Republika 2017 itu menyoroti kata-kata Prof Julian Millie. Dalam seminar itu, Julian berpendapat, banyak orang mengunggah (posting) ulang ceramah-ceramah UAS di berbagai platform media sosial (medsos).

Akademisi itu juga memaparkan, bagaimana tim di balik popularitas UAS bekerja secara sistematis, menayangkan ceramah-ceramahnya ke medsos setiap hari.

"Konten dalam industri ini juga sangat mudah, sebab dai tersebut hanya bicara dan bicara," tutur Prof Julian Millie saat seminar itu.

Adapun bagi UAS, tidak benar bahwa peran ulama hanya "bicara dan bicara."

Baca: Jelang Masuki Ramadan, Pemulihan Listrik di Aceh Berjalan Optimal

"Prof Julian yang mengatakan, Abdul Somad atau dai itu tinggal bicara-bicara, direkam. Tolong luangkan waktu empat hari, saya mau ajak dia naik sampan tujuh jam ke dalam hutan rimba Riau. Siapa yang sebetulnya ngomong-ngomong saja?" tanya alumnus S-1 Universitas al-Azhar (Mesir) itu dengan nada retoris.

Berikutnya, UAS juga meminta para akademisi merenungi sesuatu yang tersirat di balik hal-hal yang tersurat. Popularitas tidak melulu digerakkan oleh kerja orang-orang di sekitar. Menurut dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau itu, selalu ada kehendak Allah atas segala kejadian di muka bumi ini, termasuk merebaknya tren dakwah via medsos di Tanah Air.

"Mereka yang mengatakan, 'ini kerja tim sistematis.' Coba mereka buat tim tercanggih, terhebat. Munculkan satu ustaz saja. Maka dari itu, cobalah merenung sejenak. Hatimu akan berkata, 'Ini kerja Tuhan,'" jelas alumnus S-2 Darul Hadits (Maroko) itu. Kso

Terkait
Lindungi Hajat Rakyat dari Kartel Pangan, Darmadi Dorong Regulasi Anti Monopoli
Lindungi Hajat Rakyat dari Kartel Pangan, Darmadi Dorong Regulasi Anti Monopoli
Guru Besar IPB Desak Dapur MBG Lebih Banyak Dikelola UM
Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan untuk Penertiban Kawa
Pemerintah Dikritik Angkat SPPG sebagai PPPK, Koalisi G
Lainnya
Kadiskes Pekanbaru Gelar Sertijab Dengan Sederhana, Harapkan Pejabat Bekerja harus Superteam
Kadiskes Pekanbaru Gelar Sertijab Dengan Sederhana, Harapkan Pejabat Bekerja harus Superteam
Fathullah Minta Pertamina Cabut Izin SPBU Nakal di Peka
Sejak Mei Blangko KTP-e Kosong, Padang Pariaman Telah T
Merpati Menanti Kepastian Kementerian BUMN untuk Bisa O
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Nasional
Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, DPR Minta Pemerintah Evaluasi Sistem Asrama
Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, DPR Minta Pemerintah Evaluasi Sistem Asrama
Ancam Gembok Dapur MBG Nasional, Mitra Ultimatum BGN Se
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Si
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Politik
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau,
TOP PKS Riau 2026 Perkuat Mesin Pemenangan, Siapkan Sak