Irjen Napoleon akan Blak-blakan Soal Kasus Djoko Tjandra yang Menjeratnya

Mawardi Tombang
Kamis, 15 Oktober 2020 11:08:44

KANALSUMATERA.com - Jakarta - Pengacara Inspektur Jenderal atau Irjen Napoleon, Santrawan T. Paparang, kecewa karena Badan Reserse Kriminal atau Bareskrim Polri menahan kliennya.

Menurut dia, Napoleon telah memintanya untuk membeberkan fakta hukum dalam kasus ini. "Perintah beliau buka saja untuk fakta hukumnya, kami akan buka, tidak akan kami tutup-tutupi lagi," tuturnya.

Bareskrim menetapkan Napoleon sebagai tersangka dugaan menghapus red notice Djoko Tjandra. Dalam perkara ini, polisi menyebut ia menerima gratifikasi. Selain itu polisi juga menetapkan tiga orang tersangka lainnya yaitu Djoko, Tommy Sumardi sebagai pemberi gratifikasi, dan Brigjen Prasetijo Utomo sebagai penerima gratifikasi.

Santrawan mengatakan kliennya tidak terlibat kasus ini. Bahkan, kata dia, Napoleon hendak melaporkan tersangka Tommy Sumardi. Namun, ia menyebut ada yang menghalangi upaya pelaporan ini.

Baca: Gaji dan Tunjangan Guru Diminta Naik Usai Pemerintah Tingkatkan Tukin Prajurit TNI

"Kalau orang terima duit, apa berani dia melapor? Duit yang diduga diterima beliau (Napoleon) berdasarkan keterangan TS (Tommy Sumardi), di mana? Apa disita duit itu? Tidak ada (uang) yang disita, penyitaan uang tidak ada di tangan beliau (Napoleon)," ujarnya.

Menurut dia, tuduhan terhadap Napoleon dalam kasus ini bisa menjadi preseden buruk penegakan hukum karena tidak ada barang bukti yang disita dari tangan Napoleon sebagai tersangka. "Ini bisa jadi bola liar, ini bisa jadi preseden buruk proses penegakan hukum, nanti si A, B, C bisa menuduh orang seenaknya," ucapnya.

Baca: Pelatihan Kopdes Merah Putih Disorot, Kemhan Tegaskan Peserta Bukan Digaji Rp10 Juta

sumber: tempo.co



Terkait
Hendry Munief : SNI Bukan Sekedar Sertifikasi, Melainkan Instrumen Kedaulatan Negara
Hendry Munief : SNI Bukan Sekedar Sertifikasi, Melainkan Instrumen Kedaulatan Negara
Dari Festival Aspirasi BAM DPR RI, Revitalisasi Infrast
Komisi IV Soroti Overkapasitas Kapal di Pelabuhan Muara
Menkeu Purbaya Sebut Ada Peluang Gaji ASN tahun 2026 Ba
Lainnya
Hutama Karya Kejar Tol Trans Sumatera Tahap 1 Kelar 2023-2024
Hutama Karya Kejar Tol Trans Sumatera Tahap 1 Kelar 2023-2024
Koalisi Masyarakat Desak Pemerintah Tunda Terbitkan SKB
PT MAN Rohul Peduli Warga Terdampak Covid-19, Bagikan S
OKI akan Bawa Kasus Rohingya ke Pengadilan Internasiona
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Pendidikan
Adam Syafaat: Perempuan Jadi Kunci Gerakan Pelestarian Lingkungan di Riau
Adam Syafaat: Perempuan Jadi Kunci Gerakan Pelestarian Lingkungan di Riau
Karmila Sari Dorong Guru, Dosen dan Mahasiswa Perkuat B
STIE Bangkinang Gelar Gladi Bersih Jelang Dies Natalis
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I