Jokowi Sebut Ada Vaksin Covid-19 Gratis dan Berbayar

Mawardi Tombang
Rabu, 18 November 2020 14:04:21

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Presiden Joko Widodo berharap sebanyak mungkin masyarakat mau melakukan vaksinasi Covid-19. Oleh sebab itu, pemerintah terus melakukan sosialisasi ke masyarakat.

"Terus kita lakukan sosialisasi agar nanti yang ikut vaksin itu sebanyak-banyaknya. Baik nanti yang ikut vaksinasi lewat program vaksinasi maupun vaksinasi mandiri," ucap Presiden Jokowi di Puskesmas Tanah Sereal Bogor, Jawa Barat, Rabu, 18 November 2020.

Presiden menyampaikan hal itu saat meninjau simulasi vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Tanah Sereal, Bogor bersama dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

"Jadi ada yang tidak membayar, ada yang membayar yaitu vaksinasi mandiri. Ini dua hal yang berjalan beriringan nantinya," kata Presiden.

Baca: Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Harus Sesuai Aspirasi Daerah

Namun harga vaksin bagi masyarakat yang melakukan vaksinasi mandiri menurut Jokowi akan ditentukan menteri kesehatan. "Nanti (harga) ditanyakan kepada menteri kesehatan," tuturnya.

Rencananya vaksin Covid-19 akan diberikan secara gratis kepada petugas yang bekerja di bidang pelayanan publik dan penerima bantuan BPJS Kesehatan usia 15-59 tahun. Sedangkan vaksin mandiri nanti akan dikelola melalui BUMN Bio Farma beserta mitra-mitranya yang ditunjuk.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan kementerian terus melakukan simulasi secara terbuka agar masyarakat tahu proses penyuntikan vaksin Covid-19. "Karena itu dilakukan simulasi-simulasi secara terbuka supaya masyarakat tahu," ujar Terawan.

Sebelumnya diberitakan survei yang diselenggarakan oleh Kemenkes, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF mengungkapkan masih ada 7,60 persen masyarakat Indonesia tidak mau divaksinasi.

Baca: Xanana Gusmao Temui Jokowi di Solo, Suasana Hangat Diwarnai Lagu Bengawan Solo

Masyarakat yang menyatakan tidak mau di vaksinasi tersebut ternyata memiliki beragam alasan. Pertama, mereka tidak yakin dengan keamananan (59,03 persen), tidak yakin dengan efektivitas vaksin (43,17 persen), (akut efek samping vaksin (24,20 persen) dan tidak percaya vaksin (26,04 persen).

Dalam survei itu juga ditemukan alasan masyarakat menolak atau tidak mau divaksin karena masalah agama sebesar 15,97 persen dan karena alasan lainnya 31,24 persen. Artinya pemerintah memerlukan komunikasi dan sosialisasi yang lebih intens kepada masyarakat terutama yang menolak vaksin tersebut.

Baca: Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM

sumber: tempo.co



Terkait
Tunjangan Profesi Guru Kemenag Melonjak 700 Persen, Menag Sebut Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Tunjangan Profesi Guru Kemenag Melonjak 700 Persen, Menag Sebut Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang T
Stok Beras Melimpah, Masyarakat bisa Beli Beras SPHP 5
Menkeu Purbaya Sebut Ada Peluang Gaji ASN tahun 2026 Ba
Lainnya
Polemik Desil Memanas, Kemensos dan BPS Buka Data Bersama CELIOS
Polemik Desil Memanas, Kemensos dan BPS Buka Data Bersama CELIOS
PKS Kampar Gelar Upacara HUT RI ke-81, Tekankan Persatu
Beri Penghargaan Inovatif, PJ walikota luncurkan aplika
Kotak Suara di Cilacap Rusak Dimakan Rayap
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Pendidikan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, PJJ Siswa Diperpanja
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak B
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Nasional
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan I
Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan