Kalau Benar Lakukan Pelanggaran, Pengamat Minta KPI Sanksi Metro TV

Alwira Fanzary
Selasa, 22 Januari 2019 17:55:35
Kantor Pusat KPI

KANALSUMATERA.com - Metro TV baru saja menerima teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait dengan independensinya dalam siaran pemberitaan. Teguran tersebut dilayangkan karena Metro TV kurang memberi porsi terhadap oposisi. Selain itu, sebagai media penyiaran yang menggunakan frekuensi publik, Metro TV dianggap terlalu sering menyiarkan pidato dari Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

Namun, menurut pengamat, langkah KPI masih dianggap terlalu lunak. KPI pun terlalu sering memberikan teguran, yang merupakan sanksi paling lunak.

"Teguran ini bukanlah sesuatu yang serius. KPI itu mestinya membuat sanksi serius kalau benar Metro TV melanggar pedoman independensi media. Sanksi-sanksi KPI selama ini berkutat di teguran melulu, sanksi paling ringan," ucap peneliti Remotivi, Muhammad Heychael, pada Senin (21/1).

Tidak hanya sanksi yang ia kritisi, namun KPI dirasa perlu untuk memaparkan prinsip independensi apa saja yang tidak dipenuhi oleh Metro TV. Hal tersebut perlu disampaikan dalam rangka transparansi kepada publik.

Baca: DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah

"Bentuk pelanggaranya apa saja, bentuk beritanya seperti apa, ini bagian dari transparansi pada publik," kata Heychael.

Heychael menyebut, media diperlukan dalam asas keberimbanganya, mengingat, tahun ini adalah tahun politik. Hajat besar pemilu serentak akan digelar April nanti. Dibanding dengan Pemilu 2014 lalu, Heychael bahkan menyebut, Metro TV yang dimiliki oleh Surya Paloh ini tak ubahnya seperti TV pemerintah di masa Orde Baru.

"Tidak ada yang berubah, bagi kami Metro TV lebih menjalankan peran media pemerintah ketimbang media independen. Kinerja meja redaksi Metro tak ubahnya TVRI 32 tahun di bawah Orba," kata Heychael.

Muhammad Heychael juga pernah melakukan penelitian terkait independensi media dan pilpres pada tahun 2014. Dari data yang dikumpulkan pada tanggal 1-7 Mei 2014, menunjukan kecenderungan keberpihakan media dengan tokoh tertentu.

Baca: Sosialisasi Empat Pilar dengan Perempuan Muhammadiyah, Hendry Munief Puji Kontribusi PW Aisyiyah

Sebagai contoh, Hary Tanoe bos grup MNC menaruh dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta, pun dengan Aburizal Bakrie pemilik Viva Group, yang menjabat sebagai Ketua Umum Golkar kala itu. Di lain pihak, Surya Paloh dengan Metro TV-nya berada sebarisan dengan Jokowi-JK. Hasilnya bisa dilihat dalam frekuensi pemberitaan.

Remotivi mencatat, untuk MNC, Jokowi mendapatkan 20 persen pemberitaan, sedangkan Prabowo memperoleh porsi 35 persen frekuensi pemberitaan. Di TV One, Jokowi memperoleh 15,2 persen frekuensi pemberitaan, sedangkan Prabowo meraih 38,5 persen. Metro TV tercatat memberikan 74,4 persen pemberitaan tentang Jokowi dan hanya 12 persen untuk Prabowo.

Tanggapan Metro TV

Sekjen Redaksi Metro TV, Budiyanto, menjelaskan beberapa hal terkait sanksi yang didapat selama 2018 dari KPI. Ia menyadari bahwa sanksi yang didapat Metro TV lantaran kesalahan yang bersifat sangat esensial.

Baca: Jelang Masuki Ramadan, Pemulihan Listrik di Aceh Berjalan Optimal

Sedangkan terkait pemberitaan politik, Budiyanto akan menyampaikan masukan ini pada level pimpinan. Selain itu, mengenai konten lokal, menurut Manager Transmisi Metro TV, Bambang Isdiyanto, pihaknya berusaha sebaik mungkin agar di tiap daerah mendapatkan berita yang fresh.

Ia mengakui untuk feature masih ada konten lokal yang bersifat re-run. “Kami akan minta studio di setiap daerah untuk meningkatkan produksi,” ujar Bambang sebagaimana dilansir website KPI. Kmp/Kso

Terkait
Perbatasan RI–Malaysia di Kaltara Dinilai Rawan, Umbu Kabunang: Garis Depan Harus Jadi Prioritas
Perbatasan RI–Malaysia di Kaltara Dinilai Rawan, Umbu Kabunang: Garis Depan Harus Jadi Prioritas
Jaga Kedaulatan Negara, Komarudin Watubun Dorong Pemben
Pelunasan Biaya Haji Tahap Kedua Diperpanjang Hingga Ak
Update Bencana Sumatera per 31 Desember oleh BNPB: Korb
Lainnya
Penunjang Pilkada 2024, Pemko Pekanbaru Anggarkan 3,3 Miliyar di Tahun 2023
Penunjang Pilkada 2024, Pemko Pekanbaru Anggarkan 3,3 Miliyar di Tahun 2023
Aplikasi SIP Bos Pemko Batam Masuk Finalis Smart City A
Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi saat Pelantikan Anggota DP
Indonesia Startup Academy Edukasi Mahasiswa Untuk Beran
Daerah
Seleksi Komisaris PT. SPR Diperpanjang, ini Catatan Anggota Komisi III DPRD Riau
Seleksi Komisaris PT. SPR Diperpanjang, ini Catatan Anggota Komisi III DPRD Riau
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu M
Bupati Zukri  dan Tim Patroli Tinjau Kebakaran Lahan T
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1
Global
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha