Syahrul Aidi: Pemerintah Harus Tinjau Semua Lahan Warga yang Dikonversi Jadi Hutan

Mawardi Tombang
Senin, 21 Juni 2021 19:10:31

KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - Usai viralnya perjuangan Syahrul Aidi saat Hearing dengan Kementerian PUPR terkait lahan warga masuk dalam Hutan Produksi Konversi (HPK), Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) langsung melakukan dialog 70 warga Desa Kualu Nenas yang terkena pembangunan jalan tol namun berstatus HPK.

Saat kunjungan pada Senin (21/6/6/2021) tersebut, Wamen ATR/BPN didampingi oleh Syahrul Aidi selaku anggota Komisi V DPR RI, Gubri Syamsuar, Bupati Kampar Catur Sugeng beserta pejabat daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Syahrul Aidi mengucapkan terima kasih BPN cepat tanggap merespon keresahan warga yang diperjuangkan di Komisi V saat itu. Dia berharap dengan kunjungan ini, ada langkah dan solusi konkrit atas persoalan yang ada.

"Namun itu, yang menjadi perhatian kita saat ini, usai mencuatnya kasus tanah warga terkena jalan tol tapi berstatus HPK, mencuat lagi ke permukaan kasus tanah warga lainnya di berbagai wilayah di Riau. Artinya, kejadiannya bukan terjadi disini saja. Namun banyak daerah lainnya," tegas Syahrul Aidi.

Baca: Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis

Dia melanjutkan, pencomotan lahan warga jadi HPK karena ada lahan lain yang dijadikan Hutan Produksi Lainnya (HPL) pada tahun 2018 seakan menegaskan adanya permainan mafia tanah di Riau. Dua juga meminta kasus ini juga diselesaikan oleh Kementerian ATR/BPN. Apalagi untuk lahan yang telah dikuasi masyarakat untuk pemukiman dan bercocok tanam.

Sementara itu, Wakil Menteri ATR/BPN, Surya Tjandra SH LL menegaskan, pembebasan lahan warga ini merupakan tanggung jawab pemerintah, dari Kementrian ATR, BPN dan Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup akan terus menjalin komunikasi.

"Tiga institusi tersebut harus segera bertemu melakukan pertemuan agar target yang direncanakan pada bulan Desember 2021 Tol Pekanbaru - Bangkinang bisa diresmikan. Dari pihak PT Hutama Karya menyampaikan sisa pembangunan ini diperkirakan akan memakan waktu lima bulan, artinya sebulan ke depan semuanya sudah selesai," terangnya. ***



Terkait
Desa Adat Sade Lombok Dilalap Api, Ratusan Bangunan Rumah Sasak Tinggal Puing
Desa Adat Sade Lombok Dilalap Api, Ratusan Bangunan Rumah Sasak Tinggal Puing
Kemhan Siapkan Diklat SPPI Gelombang Kedua, Kuota Peser
Trik dan Tips Menyimpan Daging Kurban: Panduan Resmi da
Pegawai Program MBG Langsung Diangkat Jadi PPPK, Jangan
Lainnya
Sensus Ekonomi 2026 Masih Berlangsung, BPS Minta Warga Tak Menolak Petugas
Sensus Ekonomi 2026 Masih Berlangsung, BPS Minta Warga Tak Menolak Petugas
Dinas PUPR Sudah Perbaiki 684 Titik Jalan Rusak yang ad
DPW PKS Riau Usulkan 27 Nama Calon Peserta Pilkada se-R
Pemandangan Unik pada Pertandingan UCL Atalanta vs Manc
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hukum
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan d
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini