DPR Desak Pemerintah Segera Salurkan Bannsos, Tanpa Menunggu Data Final

Mawardi Tombang
Kamis, 7 Mei 2020 05:35:51

KANALSUMATERA.com - Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Achmad mendesak pemerintah segera menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) untuk masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19 di seluruh Indonesia. Tanpa harus menunggu data final dari pemerintah daerah.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Achmad saat rapat kerja virtual dengan Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara dan Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar, Rabu (6/5).

"Saat ini masyarakat sangat membutuhkan bantuan itu terutama di 5luar Pulau Jawa. Kalau di Jawa mungkin sudah mumpuni (bantuannya-red)," kata kata Achmad.

Anggota DPR RI daerah pemilihan Riau I itu juga menyarankan agar pemerintah tidak terlalu bertele-tele mengenai data untuk penyaluran bantuan kepada masyarakat ditengah kondisi pandemi Covid-19 ini.

Baca: Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Kemiskinan, Sebut Lebih Baik Tak Jadi Presiden

"Kondisi saat ini, pemerintah harus mengutamakan tujuan dari pada proses. Jangan sampai karena prosesnya yang rumit jadi berlaku zolim ke rakyat,"

Oleh sebab itu, lanjut Achmad, supaya bantuan ini cepat disalurkan ke masyarakat, maka pemerintah tidak terlalu kaku dan selektif dalam mendata calon penerima bantuan tersebut. Dengan seperti itu, masyarajat merasa pemerintah hadir disaat mereka memang benar-benar membutuhkan.

"Ini (data-red) mengalir saja, jadi begitu dikirim oleh Dinas Sosial dan diteken oleh bupati berapa orangnya, lalu data itu dikirim ke Kemensos, dan Kemensos langsung diturunkan bantuan itu," ujarnya.

"Jadi saran kami ya simultan aja. Data mengalir saja, bantuan juga mengalir gitu. Jadi kita tidak mempertentangkan tumpang tindih data dan segala macam," jelasnya.

Baca: Kemenag Tegaskan Etika Dakwah Usai Ceramah Habib Alwi Assegaf Viral, MUI Serukan Boikot

Achmad mengungkapkan, berdasarkan pengalamannya menjadi kepala daerah yakni Bupati Rokan Hulu selama dua periode, persoalan tumpang tindih data itu memang sudah hal biasa terjadi. Namun, jangan karena data yang belum final, negara terlambat hadir membantu rakyatnya.

"Persoalan data itu sudah biasa terjadi. Saya dua periode jadi bupati. Jadi tau persis kondisi dilapangan. Gak ada masalah seandainya ada data penerima yang double, itu tidak maslah ketimbang bantuan itu terlambat bahkan tidak diterima sama rakyat,"pungkasnya. ***



Terkait
Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI untuk Suku Dayak Disesuaikan, Panglima Tindak Lanjuti
Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI untuk Suku Dayak Disesuaikan, Panglima Tindak Lanjuti
Kemhan Jelaskan Alasan Logo Kementerian Terpasang di Ka
Hendry Munief Dorong Penguatan Industri Film Nasional d
Tol Trans Sumatera Belum Selesai, Bapak ini Munculkan W
Lainnya
Bupati Kampar Ahmad Yuzar Dorong Lubuk Larangan Siberuang Jadi Wisata Budaya
Bupati Kampar Ahmad Yuzar Dorong Lubuk Larangan Siberuang Jadi Wisata Budaya
Presiden Jokowi Sebagai Saksi Nikah Puteri Ketua Fraksi
Fathullah: Bangun Tugu Boleh, Tapi UMKM Jangan Sampai T
Deni Yusra: Selama ini Hubungan Polres Kampar Dengan Wa
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Pendidikan
Bupati Ahmad Yuzar Dorong Wisudawan STIE Bangkinang Kuasai Teknologi dan Ciptakan Lapangan Kerja
Bupati Ahmad Yuzar Dorong Wisudawan STIE Bangkinang Kuasai Teknologi dan Ciptakan Lapangan Kerja
Gelar Karya PPG Universitas Pahlawan 2026 Tampilkan Ino
Politeknik Mulia Rokan Resmi Hadir, Karmila Sari Dorong
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Kriminal
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desa
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Nasional
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengerahan Prajurit TNI Jadi Sorotan
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengerahan Prajurit TNI Jadi Sorotan
Mike Johnson Mundur dari Pimpinan Partai Republik Usai
Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo, 6.770 Personel TNI
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik