Penganiaya Istri Ustadz Derry Sulaiman Menyerahkan Diri
KANALSUMATERA.com - Antika Joda, istri ustaz Derry Sulaiman yang juga merupakan mantan gitaris band metal Betrayer, jadi korban pemukulan oleh Made Prima Yoga di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kuta atau tepatnya di samping Hotel Crystal.
Berawal dari adu mulut, pelaku lantas memukul wajah dan menendang perut korban. Gimana ceritanya?
1. Perut dan pipinya ditendang hingga memar
Tak Terima Diminta Sabar, Made Prima Tendang Perut Istri Ustaz. Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kuta, AKP Teuku Ricki Fandliansah, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya sudah mengamankan pelaku di Jalan Babakan Sari, Gang Rindu Nomor 10 Pedungan, Denpasar Selatan.
"Korban ditendang di bagian perut yang mengakibatkan luka memar pada pipi kanan dan perut terasa sakit dan keram," katanya, Rabu (13/2) siang.
Baca: Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat Puji Pelaksanaan Haji 2026 Namun Memberikan Catatan Perbaikan
2. Berawal saat mobil Atika Joda alami tabrakan, dan melintaslah bus...
Kejadian tersebut bermula saat Atika Joda yang mengendarai mobil ditabrak oleh pengguna sepeda motor dari belakang, Kamis (7/2) lalu. Ia lalu turun untuk memeriksa kerusakannya.
Dari arah belakang, ada bus Adi Cahaya yang membunyikan belnya. Kondisi jalan saat itu macet. Joda lantas berkata "Sabar pak, sabar," kepada kernet bus tersebut.
"Ketika bus tersebut melewati korban, tiba-tiba bus berhenti dan selanjutnya pelaku turun dari bus dan marah-marah," ungkapnya.
3. Pelaku tak terima dan langsung memukul pipi menggunakan kepalan tangan kanannya
Baca: DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
Setelah turun, kernet bus tersebut bertanya "Tadi siapa yang bilang sabar, sabar?!" kata Teuku menirukannya. Korban lantas mengaku dan menjawabnya jika ia yang mengatakannya karena memang macet, sehingga bus itu diminta sabar. Pelaku yang tidak terima, kemudian memukul pipi korban dengan kepalan tangan kanan hingga menyebabkan luka lebam.
"Selanjutnya pelaku menendang perut koban yang menyebakan keram perut. Pengendara yang lewat dan melihat kejadian tersebut langsung melerai, pelaku kembali ke bus dan langsung pergi," ujarnya.
4. Diancam dua tahun
Pasca tragedi itu, korban langsung melaporkan kejadiannya ke kepolisian Polsek Kuta. Mendapat laporan tersebut, tim dari Polsek Kuta memeriksa Closed-circuit television (CCTV) di sekitar tempat kejadian. Esok harinya, Kamis (8/2) sekitar pukul 15.00 WITA, pelaku diamankan dan digiring ke Polsek Kuta.
"Dari interogasi awal, pelaku mengakui telah melakukan pemukulan sebanyak sekali menggunakan tangan kosong pada bagian pipi kanan, dan menendang sekali pada bagian perut," pungkasnya.
Baca: BKSAP DPR-Kemenlu Selaraskan Arah Diplomasi Indonesa dan Sinergi Parlemen dan Eksekutif
Atas kejadian tersebut, pelaku dijerat Pasal 351 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun.
Peristiwa penganiayaan yang dialami Antika Jodha dikatakan sang suami, Ustaz Derry Sulaiman, menjadi perhatian umat muslim di Bali. Derry menyebut mereka tak terima saat mengetahui seorang wanita apalagi bercadar dipukul dan ditendang tanpa alasan yang jelas oleh seorang pria. Apalagi wanita tersebut diketahui istri Ustaz Derry Sulaiman.
"Itu besar. Itu orang Islam di Bali pada ngumpul pada malam itu, seluruh pengajian kumpul. Saya terangkan itu. Kalau nggak abis itu (pelaku)," ujar Derry Sulaiman kepada detikHOT.
Tak hanya itu, bahkan keluarga Jodha di Ternate, Maluku Utara, juga sempat naik pitam. Bahkan mereka ingin datang ke Bali dan mencari siapa pelaku pasar tersebut.
"Adeknya istri dari Ternate kemarin juga mau dateng usut orang itu (pelaku). Macem-mamcemlah," kata Derry Sulaiman.
Baca: Masalah BPJS Bersumber dari Belum Solidnya DTSEN: Komisi VIII Dorong Perbaikan Sistem
"Saya bilang 'kita emosi ya emosi tapi jangan sampai jadi kita yang salah kan'. Jadi saya waktu itu memahami kenapa marah," pungkasnya.
Sekarang, pelaku yang bernama Made Prima Yoga sudah menyerahkan diri dan ditahan di Polsek Kuta. Ia sudah meminta maaf sampai mencium kaki istri Ustaz Derry Sulaiman.
