Saat Brigjen Prasetijo dan Tommy Sumardi Saling Berbantah Soal Duit Suap

Mawardi Tombang
Selasa, 1 Desember 2020 20:06:32

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Terdakwa kasus dugaan suap kepengurusan penghapusan red notice Djoko Tjandra, Brigadir Jenderal atau Brigjen Prasetijo Utomo, menyatakan sudah mengembalikan uang US$ 20 ribu yang diberikan oleh Tommy Sumardi.

Dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap kepengurusan penghapusan red notice Djoko Tjandra, US$ 20 ribu disebut-sebut sebagai uang persahabatan.

Kepada majelis hakim, Prasetijo membantah dirinya menerima uang dari Tommy terkait penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar red notice.

"Saya buktikan Yang Mulia, bahwa di tanggal 15 Juli, saya dipanggil oleh Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan. Saya dikonfrontir sama beliau (Tommy). Waktu itu saya ditanya apakah terima uang dari Djoko Tjandra. Saya bilang, 'Tidak Jenderal'," ujar Prasetijo di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Selasa, 1 Desember 2020.

"Tetapi tiba-tiba terdakwa ini (Tommy) berdiri. 'Yang bener Bro, lo kan terima uang dari saya'," kata Prasetijo menirukan ucapan Tommy.

Baca: DPR Ketok Palu UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Buruh Sambut Kemenangan Bersejarah

Mendengar pernyataan Tommy saat itu, Prasetijo langsung mengatakan akan mengembalikan uang yang telah diterimanya. Ia mengaku langsung menelepon istrinya untuk membawa uang US$ 20 ribu yang disimpan di dalam lemari.

"Saya telepon jam 1 malam istri saya, 'Tolong dibawa itu uang yang ada di lemari yang saya simpan waktu kemarin itu.' Saya kembalikan, dan ini sudah saya kembalikan Yang Mulia," ucap Prasetijo.

Setelah itu, Prasetijo menyebut ada perjanjian untuk tidak mempermasalahkan pemberian uang tersebut sampai persidangan. "Di situ ada janji, bahwa tidak akan dipermasalahkan sampai di persidangan ini Yang Mulia. Jadi saya kembalikan," kata Prasetijo.

Di persidangan ini, Tommy membantah kesaksian Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo soal pemberian uang US$ 20 ribu.

Menurut Prasetijo, uang tersebut adalah duit persahabatan karena dirinya kerap membantu Tommy. Uang US$ 20 ribu itu diberikan Tommy kepada Prasetijo saat berada di dalam mobil. Namun, Tommy menyebut jumlahnya adalah US$ 50 ribu.

Baca: Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara yang Terdampak Debu Vulkanik Anak Krakatau

"Berarti bukan US$ 20 ribu?" tanya hakim.

"Oh bukan yang mulia, US$ 50 ribu," kata Tommy.

Mendengar Tommy, Prasetijo langsung membantah.

"Saya kerja di Polri 30 tahun dan saya adalah penyidik yang mulia. Kalau saja saya tidak jujur untuk mengakui bisa saja yang mulia. Saya mau perang dan lurus perkara ini makanya saya bertanggung jawab dan mengakui US$ 20 ribu itu saya terima dari terdakwa (Tommy Sumardi)," ujar Prasetijo.

Baca: Desa Adat Sade Lombok Dilalap Api, Ratusan Bangunan Rumah Sasak Tinggal Puing

Sumber: tempo.co



Terkait
Prabowo Minta Perda Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar Segera Direvisi
Prabowo Minta Perda Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar Segera Direvisi
BGN Perketat Pengawasan Dapur MBG, CCTV Terhubung Pusat
Komisi V DPR Dorong Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 C
Penyandang Disabilitas dan Lansia Segera dapat MBG, Tah
Lainnya
Dusun Bedeng, Ketua IKADI Siak Lakukan Kunjungan Penghujung Tahun 2025
Dusun Bedeng, Ketua IKADI Siak Lakukan Kunjungan Penghujung Tahun 2025
Rizieq Shihab Langgar Protokol Covid-19, Mahfud Md Suda
Gelombang Tinggi Picu Abrasi Di Sutera Pesisir Selatan,
Ini Kisah Klaveren, Setelah Ingin Bikin Buku Anti-Islam
Nasional
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengerahan Prajurit TNI Jadi Sorotan
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengerahan Prajurit TNI Jadi Sorotan
Mike Johnson Mundur dari Pimpinan Partai Republik Usai
Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo, 6.770 Personel TNI
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Kriminal
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad