Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
KANALSUMATERA.com - MAGELANG – Rencana konser penyanyi tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tetap berlangsung sesuai jadwal pada Sabtu (31/10/2026).
Namun, pelaksanaan konser tersebut masih diwarnai penolakan dari sejumlah elemen masyarakat.
Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM) menyatakan akan menggelar tablig akbar di kawasan yang sama sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan penolakan terhadap konser tersebut.
Baca: Prabowo Targetkan 70 Ribu Polisi Hutan, Rekrutmen 21 Ribu Personel Dimulai Tahun Ini
Perwakilan KIBBM, Maria, mengungkapkan bahwa rencana kegiatan keagamaan itu mendapat dukungan dari sejumlah masyarakat lokal di Magelang. Ia berharap warga setempat ikut berpartisipasi menyuarakan sikap penolakan.
"Di Magelangnya sendiri akan ada acara tablig akbar di tempat yang sama.Dan semoga ini di warga lokal pun, sebagian teman-teman di Magelang juga bergerak untuk mendukung tablig akbar ini," kata Maria dalam konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Maria, kegiatan tablig akbar tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan mereka terhadap penyelenggaraan konser Andrea Bocelli.
Baca: BMKG Peringatkan 15 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Riau Wajib Waspada
Ia juga berharap suara penolakan dari masyarakat lokal dapat menjadi perhatian pihak penyelenggara.
"Semoga warga lokal bisa menggugah, minimal acaranya tidak senyaman yang mereka perkirakan," ujarnya.
Baca: Cuaca 6 Provinsi Rawan Karhutla 10 Oktober 2026, Riau dan Sumsel Wajib Waspada
KIBBM Soroti Langkah MUI dan Komunikasi dengan DPR
Dalam kesempatan tersebut, Maria turut menyinggung langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang disebut telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Ia berharap komunikasi tersebut dapat berkembang ke tingkat yang lebih luas sehingga aspirasi penolakan terhadap konser Andrea Bocelli terus mendapatkan perhatian.
Baca: Orang Tua Penerima MBG Berpeluang Dapat Bedah Rumah dan Rumah Subsidi
"Pergerakan dari MUI, lalu dengan para pimpinan ormas, kemudian dengan DPR. Mudah-mudahan berikutnya bisa ke tingkat yang lebih tinggi lagi," tuturnya.
Kontroversi Konser Andrea Bocelli
Baca: Kemhan Jelaskan Alasan Logo Kementerian Terpasang di Kapal J7 Explorer Milik Haji Isam
Sebelumnya, rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia menuai polemik setelah MUI menyampaikan keberatan dan meminta agar pertunjukan tersebut dibatalkan.
Penolakan tersebut berkaitan dengan sorotan terhadap riwayat dukungan Andrea Bocelli terhadap kegiatan yang dikaitkan dengan Israel, termasuk partisipasinya dalam penggalangan dana pada 2010 dan penampilannya di Tel Aviv pada 2022.
Di sisi lain, promotor Shoemaker Live tetap memastikan konser bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour berlangsung sesuai jadwal.
Baca: Kemhan Siapkan Satu Yon TP dan Dua Batalyon Komcad di Setiap Kabupaten/Kota
Selain di kawasan Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026, Andrea Bocelli juga dijadwalkan tampil di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
Polemik ini memperlihatkan adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat terkait penyelenggaraan konser internasional tersebut, sementara rencana kegiatan tablig akbar menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi dari kelompok yang menolak. (SM)
