Lion Air Klarifikasi Heboh Pesawat ke Manado Mau Mendarat di Air

Alwira Fanzary
Minggu, 24 Februari 2019 19:38:28
Pesawat Lion Air

KANALSUMATERA.com - Maskapai Lion Air kembali menjadi pusat perhatian masyarakat beberapa hari ini. Ini setelah heboh beredarnya kabar penerbangan berkode JT-799 dari Bandar Udara Domine Eduard Osok Sorong, Papua Barat, (SOQ) dengan tujuan Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara (MDC), pada Rabu, 21 Februari 2019 bermasalah.

Informasi yang beredar bahwa pesawat tersebut bermasalah sehingga terbang miring dan masker udara di kabin keluar dan harus digunakan penumpang. Setelah itu, pesawat pun putar balik dan mendarat kembali di Sorong.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menegaskan, Boeing 737-900ER registrasi PK-LJF yang digunakan dalam penerbangan itu sudah menjalani pemeriksaan sebelum keberangkatan (pre-flight check) dan dinyatakan laik terbang (safe to flight). Seluruh proses penanganan pesawat dan penumpang berjalan normal.

Menurut dia, untuk alasan keselamatan dan keamanan penerbangan, pilot memutuskan melakukan pendaratan kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/ RTB) ke Bandar Udara Sorong, karena pesawat mengalami indikasi gangguan teknis pada sistem tekanan udara dan sistem pendingin kabin. Sehingga, masker oksigen keluar dari kompartemen.

Baca: Gelang Merah, Kuning, Hijau Jadi Penanda Kondisi Korban KM Virgo

"Informasi yang berkembang bahwa pesawat miring, semakin turun dan pilot mencari landasan di air adalah tidak benar," ujar Danang dikutip Minggu 24 Februari 2019 dari keterangan resminya yang dilansir dari viva.co.id.

Dia pun menegaskan, seluruh awak kabin di bawah pimpinan senior flight attendant (SFA) telah bekerja dan berkoordinasi dengan baik. Khususnya untuk menginstruksikan serta membantu kepada seluruh penumpang dalam menggunakan masker oksigen secara tepat.

"Klarifikasi Lion Air ialah setelah ada keputusan oleh pilot kembali ke bandar udara asal, penerbangan dalam keadaan normal dan terkontrol. Pesawat harus terbang memutar (holding) di atas laut guna menurunkan ketinggian agar posisi pesawat ideal serta menyesuaikan berat pesawat untuk pendaratan," tambahnya.

Lebih lanjut menurutnya, pesawat tersebut pun mendarat sempurna di Sorong pukul 16.55 WIT dan tidak dalam keadaan darurat. Sesaat setelah mendarat dan posisi pesawat sudah sempurna di landas parkir, seluruh pelanggan dan kru dalam kondisi selamat dengan mendapatkan penanganan serta pelayanan. Proses penurunan penumpang, barang bawaan dan bagasi dari pesawat berjalan normal.

Baca: Usai Dapat Amnesti Prabowo, Gus Nur Gugat Negara Rp3,4 Miliar, Jokowi Terancam Digugat

"Lion Air sudah bekerja sama dengan teknisi dan pihak terkait untuk melakukan pengecekan (investigasi) penyebab dari kondisi tersebut," tegasnya.

Danang menambahkan, pihaknya juga sudah menerbangkan kembali JT-799 dengan jadwal keberangkatan di hari berikutnya pada Jumat 22 Februari 2019, dari Sorong pukul 16.35 WIT dan mendarat di Manado pada 16.35 WITA. Penerbangan itu pun menggunakan armada Lion Air lainnya yaitu Boeing 737-900ER registrasi PK-LJZ.

"Lion Air menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul," ungkapnya. Kso



Terkait
Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla, Riau Jadi Wilayah dengan Kasus Terbanyak
Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla, Riau Jadi Wilayah dengan Kasus Terbanyak
Menteri Jumhur Soroti Tanggung Jawab Negara Besar Pulih
Guru Bersertifikat Terancam Gagal Terima TPG, Status Da
Pegawai Program MBG Langsung Diangkat Jadi PPPK, Jangan
Lainnya
Ketum Parpol Besar  Dilaporkan ke Mabes Polri, Diduga Rusak Rumah Tangga Orang dan Intimidasi
Ketum Parpol Besar  Dilaporkan ke Mabes Polri, Diduga Rusak Rumah Tangga Orang dan Intimidasi
Hamdani Ajak DPRD dan Pemko Pekanbaru Cari Solusi Bersa
Wagubri Edy Natar Nasution Resmikan Bagas Godang di Ro
Masyarakat Gobah Keluhkan Tak Adanya Bantuan, Saidul: P
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Politik
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi
Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I