Puan Maharani Soroti Kesehatan Warga Terdampak Karhutla, Minta Pemerintah Bertindak Cepat
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penanganan bencana, menurutnya, tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan, keselamatan, dan keberlangsungan hidup warga.
Puan menilai karhutla yang berlangsung berkepanjangan telah menimbulkan berbagai persoalan bagi masyarakat di sejumlah daerah. Selain menghadapi ancaman kabut asap, warga juga harus berupaya menjaga kesehatan keluarga, mempertahankan pekerjaan, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Karhutla yang terjadi di berbagai daerah sampai sekarang masih belum bisa diatasi. Banyak masyarakat telah merasakan dampaknya baik dari sisi kesehatan, keamanan, dan sosial," kata Puan dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Baca: BMKG Peringatkan 15 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Riau Wajib Waspada
Ia menegaskan, masyarakat yang terdampak membutuhkan kepastian mengenai bantuan dan perlindungan selama kondisi darurat berlangsung. Pemerintah juga perlu menyiapkan langkah pemulihan agar warga dapat kembali menjalani kehidupan secara normal setelah situasi membaik.
"Banyak keluarga sedang berusaha menjaga keselamatan sekaligus memenuhi kebutuhan hidupnya. Pemerintah perlu memberi kepastian bahwa mereka memperoleh dukungan selama keadaan ini berlangsung dan memiliki jalan untuk memulihkan kehidupan setelahnya," ucapnya.
Baca: Hendry Munief Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik Dikembangkan, Baterai Bekas Potensi Baru
Puan Minta Penanganan Karhutla Terintegrasi
Puan mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi dalam menangani karhutla. Menurutnya, upaya pengendalian kebakaran perlu berjalan seiring dengan perlindungan masyarakat, terutama mereka yang menghadapi dampak kesehatan dan tekanan ekonomi.
" Pemerintah pusat dan daerah harus memperkuat agenda perlindungan masyarakat selama karhutla berkepanjangan," tutur Puan.
Baca: Tragedi KMP Virgo Transport 8, DPR Desak Kemenhub Perketat Uji Kelayakan Kapal
Ia juga menyoroti perlunya penyesuaian kegiatan sekolah dan aktivitas masyarakat apabila kondisi kabut asap membahayakan keselamatan. Kebijakan bantuan sosial dan perlindungan lainnya diharapkan mampu menjangkau keluarga yang paling terdampak.
Puan mengingatkan bahwa dampak karhutla dapat mengubah kondisi ekonomi rumah tangga. Keluarga yang sebelumnya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari bisa menghadapi kesulitan akibat kehilangan penghasilan atau meningkatnya pengeluaran selama bencana.
Baca: Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis
"Penilaian perlu memperhatikan perubahan keadaan akibat karhutla, termasuk rumah tangga yang sebelumnya mampu memenuhi kebutuhannya tetapi kemudian kehilangan penghasilan atau menghadapi tambahan pengeluaran," ucap Puan.
Pemulihan Warga Harus Menjadi Perhatian
Selain penanganan darurat, Puan meminta pemerintah memastikan program pemulihan memberikan manfaat jangka panjang. Bantuan yang diberikan diharapkan tidak hanya meringankan beban masyarakat untuk sementara, tetapi juga membantu mereka kembali mandiri.
Baca: Polda Riau Turunkan Tim Medis dan Trauma Healing untuk Warga Terdampak Karhutla Kerumutan
"Pemerintah dapat membantu dengan menjaga dukungan selama masih diperlukan dan membuka jalan agar penghidupan warga kembali berjalan," ungkapnya.
Puan menambahkan, DPR RI melalui komisi terkait akan terus mengawasi langkah pemerintah dalam menangani karhutla. Pengawasan tersebut diperlukan untuk memastikan kebijakan yang diterapkan tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Baca: Guru PPPK Dapat Kepastian Status, Ketua DPD Soroti Peluang Jadi PNS 2027
"DPR juga akan memperhatikan keselarasan keputusan Pemerintah dan kesinambungan perlindungan agar perubahan tahap penanganan tetap memberi kepastian bagi masyarakat," sebut dia.
Ia berharap pemerintah menetapkan prioritas yang jelas sehingga masyarakat terdampak memperoleh dukungan sesuai kebutuhan dan mampu melewati masa sulit akibat karhutla.
Data Korban Karhutla dan Dampak Kesehatan
Baca: 15 Srikandi Polisi Militer Kawal Kirab Bendera Pusaka dari Monas Menuju Istana
Dampak karhutla terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang dikutip detikcom, hingga 9 September 2026 tercatat 347 orang mengalami luka dan empat orang meninggal dunia akibat kejadian terkait karhutla.
Data tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati dalam pemaparan melalui kanal YouTube BNPB pada September 2026. Wilayah terdampak yang disebutkan mencakup sejumlah provinsi di Kalimantan dan Sumatera.
Baca: Airlangga Pastikan Anggaran Insentif 1 Juta Motor Listrik Sudah Disiapkan
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari serta meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki masalah kesehatan tertentu.
Karena itu, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari pengendalian sumber kebakaran hingga penyediaan layanan kesehatan, informasi keselamatan, dan dukungan bagi keluarga terdampak.
Pernyataan Puan menegaskan bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya diukur dari upaya memadamkan api, tetapi juga dari kemampuan pemerintah melindungi masyarakat serta membantu warga memulihkan kehidupan mereka setelah bencana. (SM)
