Senator Kyai Mursyid Sesalkan Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo, Minta Kapolri Usut Tuntas

Mawardi Tombang Amar
Senin, 2 November 2026 09:31:21
KH. Muhammad Mursyid

KANALSUMATERA.com -PEKANBARU – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Riau, KH Muhammad Mursyid, menyayangkan peristiwa penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang belakangan menjadi perhatian publik.

Senator yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Provinsi Riau tersebut meminta Kapolri memberikan perhatian serius terhadap peristiwa itu, terutama menyangkut dugaan tindakan aparat yang tidak sesuai dengan prosedur dan kode etik kepolisian.

Menurut Kyai Mursyid, penegakan hukum memang harus dilakukan terhadap siapa pun yang diduga melanggar hukum. Namun, pelaksanaannya harus tetap mengedepankan profesionalitas, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak, terlebih di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan.

"Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Penegakan hukum tentu harus kita dukung, tetapi jangan sampai dalam pelaksanaannya justru menimbulkan ketakutan, trauma, dan keresahan bagi para santri, khususnya santriwati yang sedang menuntut ilmu di pesantren," ujarnya, Senin (2/11/2026).

Baca: Kapolda Metro Jaya Dorong Literasi AI Sejak Dini, Sekolah Diminta Siapkan Generasi Melek Teknologi

Ia meminta Kapolri menginstruksikan pemeriksaan secara menyeluruh dan objektif terhadap personel yang terlibat. Apabila ditemukan adanya pelanggaran prosedur maupun kode etik, Mursyid meminta agar oknum yang bersangkutan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

"Jangan sampai tindakan oknum mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Jika memang ditemukan pelanggaran, harus ada tindakan tegas dan transparan. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari," tegasnya.

Kyai Mursyid juga berharap peristiwa di Sukoharjo tersebut tidak terjadi di pondok pesantren lainnya di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau. Menurutnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam membangun karakter, akhlak, moral, dan keilmuan generasi bangsa.

Karena itu, setiap tindakan penegakan hukum di lingkungan pesantren perlu dilakukan secara terukur, profesional, serta memperhatikan situasi dan kondisi para santri.

Baca: 8 Orang Hilang Saat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Polri dan Wartawan Gelar Doa Bersama

Di sisi lain, sebagai Ketua FKPP Riau, Kyai Mursyid mengimbau seluruh pengasuh dan pimpinan pondok pesantren agar menyikapi peristiwa tersebut dengan bijak, tenang, dan tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi.

Ia meminta para pimpinan pesantren tetap menjaga suasana kondusif serta memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan aparat penegak hukum maupun pihak terkait.

"Saya mengajak seluruh pengasuh dan pimpinan pondok pesantren, khususnya di Riau, untuk menyikapi persoalan ini dengan bijak dan tenang. Jangan sampai kita terpancing oleh berbagai informasi yang belum tentu benar. Mari kita percayakan proses evaluasi kepada pihak yang berwenang, sembari tetap menyampaikan aspirasi secara baik," pesannya.

Lebih lanjut, Kyai Mursyid mengingatkan pengelola pesantren agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem pengamanan internal sebagai langkah mitigasi untuk mencegah potensi kejadian yang tidak diinginkan.

Baca: DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp158 Miliar Akhirnya Dibayarkan

Menurutnya, langkah pencegahan dapat dilakukan melalui penataan administrasi kelembagaan, pendataan santri dan pengasuh, pengelolaan lingkungan pesantren, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan aparat setempat.

"Pesantren juga harus terus berbenah dan meningkatkan kewaspadaan. Pengelola perlu memastikan sistem pengamanan, administrasi, serta koordinasi dengan lingkungan sekitar berjalan dengan baik. Ini bukan berarti kita harus takut, tetapi sebagai bentuk ikhtiar untuk melindungi para santri dan menjaga keamanan lingkungan pendidikan," tambahnya.

Ia berharap peristiwa di Sukoharjo menjadi momentum evaluasi bersama, baik bagi institusi kepolisian maupun pengelola pesantren, agar hubungan baik antara aparat penegak hukum dan lembaga pendidikan Islam tetap terjaga.

"Jangan sampai kejadian seperti ini menimbulkan ketakutan di kalangan pesantren. Kita ingin pesantren tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak bangsa untuk belajar, menghafal Al-Qur'an, memperdalam ilmu agama, serta membangun masa depan," tutup Mursyid.



Terkait
Orang Tua Penerima MBG Berpeluang Dapat Bedah Rumah dan Rumah Subsidi
Orang Tua Penerima MBG Berpeluang Dapat Bedah Rumah dan Rumah Subsidi
Purbaya Akui Merasa Berdosa Pangkas Dana Bagi Hasil unt
Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Keca
Waduh... Menhaj Akui Hadapi Banyak "Titipan Kepentingan
Lainnya
Gema Keadilan Riau Perkuat Barisan Pemuda, Tujuh DPD se-Riau Resmi Dilantik
Gema Keadilan Riau Perkuat Barisan Pemuda, Tujuh DPD se-Riau Resmi Dilantik
Libur Panjang Terbukti Meningkatkan Kasus Positf Covid-
Kecam Larangan Demo Jelang Pelantikan Jokowi,
Batam Alami Deflasi Terendah di Sumatera
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Politik
Tiji Tibeh dan Politik Sandera, Polemik Suket Ijazah Gibran Seret Posisi Prabowo
Tiji Tibeh dan Politik Sandera, Polemik Suket Ijazah Gibran Seret Posisi Prabowo
KPU Buka Suara soal Putusan MA Terkait Suket SMA Gibran
Desakan Indonesia Keluar dari BoP Dinilai Perlu Dicerma
Nasional
Senator Kyai Mursyid Sesalkan Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo, Minta Kapolri Usut Tuntas
Senator Kyai Mursyid Sesalkan Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo, Minta Kapolri Usut Tuntas
Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur Tetap Digelar,
MUI Desak Polri Klarifikasi Penggerebekan Ponpes Hamala