Hendry Munief Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik Dikembangkan, Baterai Bekas Potensi Baru

Mawardi Tombang Amar
Selasa, 22 September 2026 10:42:01

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Pengembangan industri kendaraan listrik nasional tidak boleh berhenti pada produksi dan penjualan kendaraan. Pemerintah dan pelaku industri perlu memastikan terbentuknya ekosistem dari hulu hingga hilir, termasuk struktur industri, TKDN, standardisasi, kemitraan lokal hingga pengelolaan baterai setelah mencapai akhir masa pakainya.

Hal tersebut menjadi perhatian Anggota Panja Pengembangan Ekosistem dan Daya Saing Industri Kendaraan Listrik Nasional Komisi VII DPR RI, Hendry Munief MBA, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Komisi VII DPR RI bersama PERIKLINDO, AISMOLI dan AEML, di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Rapat tersebut membahas dua agenda utama, yakni struktur industri, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), standardisasi dan kemitraan lokal, serta masukan kebijakan pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik nasional.

Salah satu fokus pembahasan adalah transparansi baterai dan ekonomi sirkular, terutama menyangkut kondisi baterai kendaraan listrik bekas dan pengelolaan baterai yang telah mencapai akhir masa pakai.

Hendry Munief menilai persoalan baterai harus mulai dipikirkan seiring dengan berkembangnya kendaraan listrik di Indonesia. Salah satu persoalan yang muncul adalah masih minimnya transparansi mengenai State of Health (SoH) baterai pada pasar kendaraan listrik bekas.

Baca: DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh

Kondisi tersebut menjadi tantangan karena konsumen membutuhkan informasi yang jelas mengenai kesehatan baterai sebelum membeli kendaraan listrik bekas.

“Konsumen kendaraan listrik bekas harus mendapatkan informasi yang jelas tentang kesehatan baterainya. Transparansi SoH penting untuk membangun kepercayaan pasar dan menjaga nilai jual kembali kendaraan,” ujar Hendry Munief.

Menurutnya, informasi mengenai SoH juga berkaitan dengan kelayakan pembiayaan atau bankability kendaraan listrik bekas. Karena itu, keterbukaan indikator kesehatan baterai perlu menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik, sehingga pasar kendaraan bekas dapat tumbuh dengan informasi yang lebih jelas.

Pemerintah Perlu Siapkan Solusi Baterai End-of-Life

Selain kondisi baterai kendaraan bekas, Hendry juga menyoroti mekanisme purna-jual dan pengelolaan end-of-life battery atau baterai yang sudah mencapai akhir masa pakainya. Ia menilai persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berkembang tanpa sistem yang jelas.

Baca: Hendry Munief: Konektivitas Antarpulau Jadi Isu Penting dalam RUU Daerah Kepulauan

“Jangan sampai kendaraan listrik berkembang pesat, tetapi baterai bekasnya justru menjadi persoalan baru. Solusinya harus kita siapkan sejak sekarang,” katanya.

Menurut Hendry, pengelolaan baterai bekas harus diarahkan dalam kerangka ekonomi sirkular, termasuk melalui pemanfaatan kembali maupun daur ulang sesuai ketentuan dan standar yang berlaku.

Dalam bahan pembahasan Panja, salah satu pertanyaan yang diajukan kepada AEML adalah sejauh mana komitmen investasi anggotanya dalam membangun rantai nilai daur ulang limbah baterai atau end-of-life battery, sesuai amanat Perpres 55/2019.

Belajar dari Tiongkok, Thailand dan India

Panja juga membahas pembelajaran dari sejumlah negara yang telah mengembangkan ekosistem kendaraan listrik, yakni Tiongkok, Thailand dan India.

Baca: Sengketa Syarat Pendidikan Gibran di MK Memanas, Pasal PKPU Jadi Sorotan

Tiongkok menjadi salah satu contoh dalam standardisasi baterai, dukungan bahan baku bagi IKM serta pengujian ketat terkait keamanan baterai. Menurut Hendry Munief, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Indonesia.

“Kita membutuhkan standar baterai yang jelas agar industri berkembang dengan kepastian dan konsumen mendapatkan perlindungan,” ujarnya.

Sementara Thailand memiliki skema EV3.5 yang mewajibkan pabrikan penerima insentif menggandeng pemasok lokal atau IKM.

Model tersebut dinilai relevan untuk memperkuat keterlibatan industri lokal dalam rantai pasok kendaraan listrik nasional.

“Kemitraan jangan berhenti pada investasi. IKM dan industri lokal harus mendapatkan ruang untuk masuk ke dalam rantai pasok kendaraan listrik,” kata Hendry.

Baca: BMKG Petakan 20 Wilayah Berpotensi Hujan pada Senin 28 September 2026

Adapun India menjadi salah satu contoh dalam penerapan interoperabilitas lintas merek dan mandat daur ulang. Pendekatan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan infrastruktur dan sistem battery recycling di Indonesia.

Masukan dari Tiga Asosiasi

Dalam RDPU tersebut, masing-masing asosiasi membawa cakupan yang berbeda dalam ekosistem mobilitas listrik.

PERIKLINDO mewadahi berbagai segmen industri kendaraan listrik, mulai dari mobil penumpang, kendaraan komersial, bus, truk hingga kendaraan roda dua.

Sementara AISMOLI mewadahi industri kendaraan listrik roda dua, termasuk sepeda motor listrik, sepeda listrik, bengkel konversi dan industri komponennya.

Baca: Syahrul Aidi Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB

Adapun AEML mencakup pelaku ekosistem mobilitas listrik, mulai dari energi, infrastruktur pengisian dan penukaran baterai, fleet hingga pembiayaan.

Menurut Hendry, keterhubungan antarpelaku tersebut penting untuk membangun ekosistem yang kuat.

“Kendaraan listrik tidak bisa berdiri sendiri. Industri, baterai, infrastruktur, pembiayaan, standardisasi dan kemitraan lokal harus dibangun sebagai satu ekosistem,” tegasnya.

EV Harus Memberikan Nilai Tambah bagi Indonesia

Dalam pembahasan juga terlihat bahwa kendaraan listrik memiliki manfaat yang lebih luas dari sekadar produk teknologi. Kendaraan listrik dapat memberikan efisiensi biaya mobilitas bagi rumah tangga, mendukung kualitas udara yang lebih baik, serta menjadi bagian dari transformasi energi dan penguatan ketahanan ekonomi nasional.

Baca: Puan Buka Suara soal Wacana Penggabungan BMKG dan Badan Geologi

Karena itu, Hendry menilai pengembangan kendaraan listrik harus dibarengi dengan penguatan industri dalam negeri.

“Kita jangan hanya menjadi pasar kendaraan listrik. Indonesia harus mampu membangun industri dan ekosistem yang memiliki daya saing,” katanya.

Menurutnya, pembahasan mengenai kendaraan listrik harus ditempatkan dalam perspektif pembangunan industri nasional, termasuk bagaimana TKDN, standardisasi dan kemitraan lokal dapat memperkuat rantai nilai di dalam negeri.

“Jadi jangan hanya berpikir bagaimana menjual kendaraan listrik. Kita harus berpikir bagaimana Indonesia menguasai ekosistemnya,” pungkas Hendry.



Terkait
Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis
Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis
Gempa M 7,7 Guncang NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Tsun
Utang Program MBG Capai Rp1,6 Triliun, BGN Minta Maaf d
Drone Emprit Baca Sentimen Negatif atas Penggantian Kep
Lainnya
Pengedar Lintas Riau-Sumut Selundupkan 13 Kg Sabu di Tangki Mobil Pajero
Pengedar Lintas Riau-Sumut Selundupkan 13 Kg Sabu di Tangki Mobil Pajero
Panglima Sebut TNI akan Bangun Laboratorium Penelitian
Ditutup Camat Sukajadi, Harjosari Juara Jambore PKK
Sayed Abubakar Assegaf Desak Pemerintah RI Bela Muslim
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Nasional
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengerahan Prajurit TNI Jadi Sorotan
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengerahan Prajurit TNI Jadi Sorotan
Mike Johnson Mundur dari Pimpinan Partai Republik Usai
Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo, 6.770 Personel TNI
Kriminal
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis